728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 12 Juli 2017

    Jembatan Simpang Susun, Sinyal Pesan Jokowi Pada Gubernur Lama dan Baru

    Jokowi memang terkenal dengan cara dia berkomunikasi yang kerap menggunakan simbol, kode dan sesekali jebakan Batman. Ini karena sebagai Presiden ia tidak bisa berkata seenaknya, apalagi gerak-gerik beliau dan ucapannya selalu dipantau oleh lawan-lawan politiknya. Pak Jokowi berbicara dengan hasil karya nyata dan bahasa simbolik yang terselubung. Malam tadi, dari facebooknya ia menulis sebuah status, berikut ini isi status tersebut.

        Ini foto Jembatan Simpang Susun Semanggi Jakarta yang hampir selesai. Terdiri dari dua jembatan layang melingkar di luar Jembatan Semanggi, simpang susun ini untuk mengurai kemacetan di kawasan pertemuan jalur Jalan Sudirman dan Jalan Gatot Subroto.

        Hari ini, saya memimpin rapat terbatas mengenai pelaksanaan proyek strategis nasional dan program prioritas di DKI Jakarta dan secara khusus mengangkat soal kemacetan dan penyediaan transportasi massal.

        Kemacetan yang menjadi penyebab inefisiensi perekonomian adalah persoalan utama yang dihadapi DKI Jakarta. Tidak ada jalan keluar lain: bangun sarana transportasi massal dan terintegrasi dengan lainnya.

        Saya titip agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang sekarang maupun yang akan datang untuk dapat melanjutkan penyelesaian proyek infrastruktur transportasi massal ini, baik LRT, MRT, kereta api serta pembangunan jalan tol, termasuk memperlancar akses ke Pelabuhan Tanjung Priok.

        Persoalan Jakarta lainnya, seperti halnya kota-kota metropolitan dunia, adalah masalah urbanisasi, kemiskinan dan ketimpangan sosial, penyediaan fasilitas umum, penyediaan tenaga listrik, perumahan, air bersih dan sanitasi, penyediaan transportasi massal, penanganan soal limbah, sampah dan polusi udara, serta pengendalian tata ruang.

        Foto: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI dan PT Wijaya Karya Tbk

    Screenshot dibawah cuman untuk bukti aja kalau saya gak ngarang, memang asli dari statusnya Jokowi.

    Lihat paragraf pertama dan kedua, antara jembatan dan rapat soal kemacetan. Apa gak terasa disana agak aneh? Lompatan strukturnya agak sedikit ganjil. Dan seperti biasa kalau agak aneh dan halus begini pasti ada sesuatu.

    Ini adalah apresiasi dari Pak Jokowi, cara beliau memuji hasil karya orang yang membangunnya. Dan kita semua tahu siapa dibalik pembangunan jembatan tersebut.

    Jokowi juga sepertinya tidak ingin karya besar ini diklaim oleh seseorang, jadi dia sengaja meletakkannya disana, di wall nya dia dengan tidak menyebutkan siapa pencetus idenya namun tidak juga mengklaimnya. Tapi kebanyakan masyarakat Indonesia akan melihat Jokowi itu satu suara dengan yang membuat jembatan itu

    Banyak prestasi yang telah diraih oleh Pemerintah Provinsi DKI, namun satu ini yang justru disorot oleh Jokowi. Karya yang bisa dibilang terakhir dari Gubernur lama seperti menunjukkan bahwa Jokowi tidak melupakannya. Ini menepis tuduhan bahwa ia membiarkannya. Tapi sebagai Presiden yang kerap berada dibawah tekanan politik lawan-lawannya ia tidak bisa bebas mengungkapkan pendapatnya.

    Selanjutnya Jokowi menuliskan,

        Saya titip agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang sekarang maupun yang akan datang untuk dapat melanjutkan penyelesaian proyek infrastruktur transportasi massal ini, baik LRT, MRT, kereta api serta pembangunan jalan tol, termasuk memperlancar akses ke Pelabuhan Tanjung Priok.

    Jokowi memperlihatkan bahwa ini masalah yang dihadapi Jakarta. Proyek infrastruktur harus selesai, LRT, MRT, kereta api dan jalan tol termasuk akses ke Pelabuhan Tanjung Priok. Dan meminta untuk melanjutkan proyek tersebut, otomatis ini mengingatkan ‘yang akan datang’ agar melanjutkan yang dulu. Sedangkan yang dulu itu standarnya tinggi sekali. Kepuasan warga Jakarta diatas 70% saat itu.

    Tidak hanya itu, Jokowi menekankan bahwa segudang masalah ada di Jakarta urbanisasi, kemiskinan dan ketimpangan sosial, penyediaan fasilitas umum, penyediaan tenaga listrik, perumahan, air bersih dan sanitasi, penyediaan transportasi massal, penanganan soal limbah, sampah dan polusi udara, serta pengendalian tata ruang. Jadi jangan mabok kemenangan dan asik menghitung-hitung keuntungan, karena persoalannya sangat banyak.

    Ini seperti seorang guru yang memberitahukan muridnya bahwa persoalan disini sangat kompleks dan besar. Jangan asik dengan kemenangan, karena nanti persoalan-persoalan yang ia sebutkan akan menghadang Pemerintah Provinsi DKI yang akan datang. Tentunya Jokowi yang dulu pernah jadi Gubernur DKI hafal betul problem yang akan dihadapi oleh pemerintah yang akan datang.

    Jokowi juga tahu situasi politik yang sedang dialami oleh ‘yang akan datang’ itu. Beliau juga paham bagaimana kinerja ‘yang akan datang’ itu. Ia membuka mata semua orang bahwa Jakarta itu memiliki masalah yang sangat kompleks, lebih kompleks dari Kementrian Pendidikan. Dan mari kita kawal ‘yang akan datang’ itu.

    Begitulah kelelawar


    Penulis :  Gusti Yusuf      Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Jembatan Simpang Susun, Sinyal Pesan Jokowi Pada Gubernur Lama dan Baru Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top