728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 16 Juli 2017

    Jawaban Telak Menteri Susi ke Mantan Stafsus SBY

    Saya nyengir bahagia melihat tanggapan cerdas khas Menteri Perikanan dan Kelautan kita tercinta, Ibu Susi Pudjiastuti, atas cuitan yang diunggah oleh mantan Stafsus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Andi Arief.

    Andi mengquote sebuah pemberitaan dari Tempo berjudul ” Menteri Susi: Tak Puas Kebijakan Saya, PTUN-kan Saja” dan menambahkan kalimat “Dialog bu, ini negeri sama2, bukan milik Ibu“. Dan dijawab lugas oleh Susi:

        Pencuri ikan bukan pemilik negeri ini.Sy tolak pendapat negeri milik sama2 dg pencuri ikan.ilegal fishing NO MORE. Dialog dg pencuri NO WAY!

    Saya setuju sekali dengan pendapat Menteri Susi. Lah maling kalau diajak diskusi terus kapan tobatnya? Okelah kalau misalnya yang dihadapi maling ‘kepepet’ yang misalnya karena kondisi terdesak dia mengambil sedikit ikan untuk bisa makan dan itu dikonsumsi sendiri mungkin bisa diajak diskusi agar tidak seperti itu lagi dan bisa dibantu agar berdaya guna secara ekonomi. Lah tapi kalau malingnya ini masif, nggak kapok-kapok, tujuannya untuk komersial, bahkan bisa jadi hubungannya dengan kartel bisnis perikanan dan hasil laut lainnya.

    Justru karena ini sama-sama negerinya kita, bukan sekedar milik Bu Susi apalagi si maling hasil laut, jalur hukum melalui Pengadilan Tata Usaha Negara adalah langkah yang benar. Secara hukum benar, secara norma benar, dan hasilnya punya kekuatan yang tetap. Kalau diskusi maunya apa? Tawar menawar kepentingan?

    Apalagi Menteri Susi juga mengatakan kalau PTUN tidak bisa memuaskan mereka silahkan menggagalkannya sebagai Menteri.

        “Kalau tidak puas bisa PTUN-kan saya, gagalkan saya jadi menteri,”

        Sumber : https://bisnis.tempo.co/read/news/2017/07/15/090891684/menteri-susi-tak-puas-kebijakan-saya-ptun-kan-saja

    Usaha menurunkan Susi sebagai Menteri Perikanan dan Kelautan sebetulnya sudah santer digaungkan beberapa waktu terakhir. Namun entah karena sudah bocor duluan dan malah dikecam publik dan justru kelihatan sekali tendensi ‘udang di balik batunya’ akhirnya aksi itu sepertinya bak kerupuk yang melempem sebelum sempat dirasakan kriuknya.

    Sepertinya nanti ketika Desember 2017 masuk tenggat waktu benar-benar tidak dibolehkannya penggunaan cantrang setelah usainya fleksibilitas yang diberikan Presiden Jokowi, barulah kelompok yang ingin menggulingkan Susi kembali memakai isu cantrang untuk mengusiknya. Padahal ternyata kebijakan Menteri Susi ini dampaknya positif terhadap jumlah ikan di lautan kita.

    Tapi entahlah, di Indonesia ketika ada orang bekerja benar dan akibatnya mengusik comfort zone pengusaha yang selama ini rekeningnya tebal melalui bisnis kotor dan merugikan negara dan masyarakat maka justru banyak yang ingin menggagalkan dan melengserkannya. Sementara yang kinerjanya gagal secara harfiah justru aman-aman saja.

    Sejujurnya kalau bukan Susi Pudjiastuti yang jadi menteri mungkin sampai sekarang saya nggak tahu kalau potensi laut kita sangat besar dan ternyata bisa diurus dengan benar. Kalau dipikir-pikir memang nggak masuk akal selama kita merdeka, dengan sebutan negara maritim, dan kekayaan laut yang luas kemudian industri perikanan dan kelautan kita selama ini seolah tidak bisa berkembang atau jalan di tempat. Padahal selain migas, kalau dikembangkan dengan benar maka laut kita bisa mendatangkan banyak uang sebagai penerimaan negara maupun menggerakkan ekonomi rakyat. Ngapain aja ya Menteri Perikanan dan Kelautan kita yang dulu-dulu?

    Nah mungkin inilah bedanya cara kerja Jokowi dengan SBY jika ditilik dari cara mantan stafsusnya yang menyuruh Susi untuk “diskusi”. Jokowi jelas kerja, kerja, kerja. Kalau ada yang menghalangi kerja dilihat apa langkah yang bisa diambil. Kalau memang himbauan hingga perundingan tidak bisa maka jalur hukum bisa dipakai. Konstitusional kok dan untuk kasus ini punya alasan yang kuat. Sementara mungkin dulu SBY lebih senang memakai cara halus dan lembut dengan “diskusi”. Nah lebih efektif yang mana? Saya rasa hasil kerja bisa berbicara lebih banyak.


    Penulis :   Rahmatika    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Jawaban Telak Menteri Susi ke Mantan Stafsus SBY Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top