728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 11 Juli 2017

    Indonesia Raya Berkumandang Di Roma, TRCC Juara. Tanya Agamanya Apa?? Dasar Ndeso

    Lagu Kebangsaan Indonesia Raya berkumandang di dalam Basilica Santi Apostoli, yang terletak di tengah kota Roma, Italia, pada tanggal 8 Juli 2017 malam waktu setempat. Lagu kebangsaan Indonesia tersebut dinyanyikan secara spontan dan serempak oleh warga Indonesia yang hadir di lokasi pertandingan beberapa saat setelah kelompok paduan suara anak The Resonanz Children Choir (TRCC) dinobatkan sebagai Juara Umum Festival The 8th Eterna Musica Roma.

    Kelompok paduan suara anak, The Resonanz Children’s Choir ini kembali menunjukkan konsistensinya sebagai paduan suara anak yang setiap tahun menjuarai ajang kompetisi internasional dengan menorehkan prestasi menjadi Juara Umum pada kompetisi paduan suara Musica Eterna Roma International Festival & Competition 2017.

    Selain menjadi juara umum, TRCC juga menjadi juara pertama untuk dua kategori yang diikuti, yaitu kategori Children’s Choir (dengan nilai 26.94 dari 30 point) dan kategori Gospel and Spirituals (dengan nilai 27.7 dari 30 point). Demikian ungkap Kedutaan Besar Republik Indonesia di Roma dalam pernyataannya saat itu. Duuuuhhhh……. Betapa bangganya Ibu Pertiwi.

     

    “Ini kemenangan yang ke-enam, sejak kita meraih juara pada 2012 lalu,” ungkap Avip Priatna, pimpinan Resonanz Music Studio, saat dihubungi, pada Minggu (9/7). Itu artinya setiap tahun sejak tahun 2012, TRCC selalu berhasil tampil sebagai juara. Benar-benar suatu prestasi yang sangat membanggakan dari anak-anak Indonesia sebagai generasi muda penerus bangsa.

    Kompetisi tersebut berlangsung di kota Roma, Italia pada tanggal 5-9 Juli 2017, dan diikuti oleh 15 peserta dari 12 negara, yaitu dari Indonesia, Spanyol, Denmark, Lithuania, Latvia, Taiwan, Afrika Selatan, Belgia, Filipina, Kanada, Republik Ceko, dan Finlandia.

    Kompetisi kali ini jauh lebih berat dari sebelumnya karena Indonesia harus menghadapi paduan suara dari negara-negara yang kerap menjadi jawara pada kompetisi paduan suara. Tidak hanya itu, TRCC menjadi satu-satunya paduan suara anak yang masuk grand final dan harus melawan paduan suara dewasa untuk memperebutkan title juara umum. Itu artinya TRCC mampu mengalahkan paduan suara lainnya dari berbagai kelompok usia. Jelas senang dan bahagia tentunya bisa membuat Ibu Pertiwi tersenyum lagi dengan cara yang membanggakankan seperti ini.

    “Paduan suara dari Denmark dan Filipina, semua pernah jawara kompetisi, akan tetapi Alhamdulilah, kita berhasil mengalahkan mereka,” ujar Avip.

    Pada kompetisi kali ini, TRCC menampilkan 58 anak yang rentang usianya 10-17 tahun. Sekumpulan anak-anak muda dengan segala perbedaan yang ada termasuk perbedaan SARA tentunya. Namun mereka bisa bekerjasama satu sama lain dengan baik hingga menghasilkan prestasi.

    Dipimpin konduktor Devi Fransisca, mereka membawakan karya-karya paduan suara dari berbagai zaman dan style, antara lain Táncnotá karya Zoltan Kodaly, Salve Regina karya Javier Busto, Music Down In My Soul karya Moses Hogan, lagu daerah Bungong Jeumpa yang diaransemen Fero Aldiansya Stefanus, serta Yamko Rambe Yamko aransemen Agustinus Bambang Jusana. Penampilan mereka juga diperkuat dengan koreografi tarian arahan koreografer Sonja Simanjuntak.

    Dilihat dari materi yang mereka bawakan, sungguh sangat membanggakan melihat TRCC tidak hanya mampu membawakan karya asal Indonesia saja, tetapi juga mampu menginterprestasikan karya-karya komposer dunia. Anak-anak Indonesia memang keren.

    Anak anak TRCC berlatih secara intensif sejak bulan Mei dengan dukungan tim pelatih yang solid yaitu Luciana Oendoen, Rainier Revireino, dan David Hartono Chendra.

    Bagian yang sulit adalah bagaimana anak-anak yang masih sekolah ini menyediakan waktu untuk latihan, bahkan di akhir pekan. Jelas dibutuhkan pengorbanan waktu, tenaga, biaya termasuk juga korban perasaan yang tidak sedikit. Masih ada yang tega mau mencela???

    Kerja keras berbuah manis. Usaha yang dilakukan sejak Mei itu kini terbalas. Kemenangan di Roma kali ini menambah daftar prestasi internasional grup TRCC, setelah menjadi juara di kompetisi paduan suara di Bali, Hong Kong, Hungaria, AS, dan Venezia.
     

    Pada babak penyisihan, penampilan TRCC terasa spesial saat menyanyikan lagu daerah “Bungong Jeumpa” yang diarransemen oleh Fero Aldiansya Stefanus lengkap dengan kostum baju daerah Aceh yang sudah dimodifikasi.

    Sementara pada babak final, “Yamko Rambe Yamko” aransemen Agustinus Bambang Jusana dengan rancak dibawakan dalam balutan kostum bernuansa Papua. Penampilan apik mereka diperkuat dengan koreografi tarian arahan Sonja Simanjuntak.

    Duta Besar RI untuk Italia, Esti Andayani, sangat bangga atas kemenangan TRCC. “Kelompok TRCC dalam setiap penampilannya mampu menyuguhkan penampilan yang sangat baik, bukan hanya dari segi suara namun juga koreografi dan ekspresi hingga mampu memukau para Dewan Juri. Ckckckckckck……….. Bangga uiiyyyy……………..

    Sudah selayaknya kita seluruh rakyat Indonesia bangga dan gembira dengan prestasi internasional semacam ini. Mari kita dukung sepenuhnya anak-anak Indonesia untuk terus berprestasi dan makin berprestasi lagi demi mengharumkan nama bangsa.

    Mari fokus membangun negeri. Bukan malah menghancurkan dan membuat menangis Ibu Pertiwi. Melihat anak-anak muda yang ceria dan sangat bersemangat mengharumkan nama bangsa di kancah internasional ini, akankah “kalian” tega terus berkeras mempermasalahkan hal-hal yang tak perlu nyinyir sana nyinyir sini??
    Fenomena pertanyaan-pertanyaan konyol yang akhir-akhir ini sering keluar dari mulut Kaum Nyinyiers (orang-orang sok tau yang hobinya mencela orang lain padahal mereka sendiri tak punya prestasi apa-apa) adalah “Astagaaaaa…………..Itu auratnya kemana-mana”, “Itu atribut yang dipakai mirip simbol komunis PKI”, “Kostumnya ngga ada yang lebih tertutup lagi??”, “Berhijab lebih cantik”, “Berprestasi sih berprestasi……. Sayangnya bukan Islam”, “Kalau bisa ditutup kenapa harus dibuka-buka”, dll, dsb nyinyir tiada henti.

    Daripada sibuk nyinyirin orang lain yang sudah mempersembahkan prestasi membanggakan buat Indonesia. Lebih baik kita fokus pada diri kita sendiri dengan bertanya pada diri masing-masing,”Prestasi apakah yang sudah berhasil aku persembahkan untuk orang tuaku, bangsaku dan Tuhan Sang Pencipta??”

     
    Yang sudah berprestasi biarlah semakin terus berprestasi. Yang belum berprestasi mari berusaha lebih giat lagi. Minimal marilah kita berprestasi tidak ikut membuat kacau negeri. Itu sudah sangat membantu negara ini. Tak pernah ada kata terlambat untuk berprestasi. Demi Indonesia yang lebih baik lagi. Hiduplah Indonesia Raya.

    Saya Indonesia. Saya Pancasila.


    Penulis : Jemima Mulyandari    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Indonesia Raya Berkumandang Di Roma, TRCC Juara. Tanya Agamanya Apa?? Dasar Ndeso Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top