728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 11 Juli 2017

    Gajah di Pelupuk Mata Si Fadli Zon Tiada Tampak, Tapi Kuman di Seberang Lautan Nampak Jelas

    Entah kuman apa yang bersemayam di kepala Fadli Zon saat mengkritisi keberangkatan Presiden Jokowi bersama keluarga dalam kunjungan ke Jerman dan Turki, benarkah motivasinya demi kebaikan negeri ini atau ada motif lain? Ataukah karena ini karena sesuatu yang belum tuntas di masa lalu?

    Akibat dari kritikan tersebut membuat banyak orang tersesat, ikut latah mengkritik tanpa mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya.
    Tidak menyadari bahwa mereka dijadikan ayam aduan oleh politisi yang mempunyai kepentingan di masa yang akan datang.

    Lalu mereka dapat apa? Boss menikmati daging, anakbuah makan tulang.

    Tapi tentunya berita ini menjadi angin segar bagi Haters, sejak munculnya pemberitaan ini di media cetak, elektronik dan sosial, secepat kilat menyebar diikuti komentar negatif.

    Yang menggelitik dibalik itu adalah seperti judul di atas, Fadli ternyata sangat teliti melihat apapun yang ada pada diri orang lain yang menurutnya keliru sementara diri sendiri seolah tidak ada yang salah.

    Berikut kalimat yang dilontarkan Fadli Zon :
    “Meski tidak ada larangan tegas, membawa serta seluruh anggota keluarga dalam kunjungan resmi kenegaraan adalah tindakan yang kurang pantas. Presiden mestinya bisa menjadi teladan mengenai hal ini,” ucap Fadli Zon.

    “Saya kira ini preseden yang kurang pantas. Seingat saya, Presiden Soeharto yang sangat powerfull saja saat berkuasa dulu tidak pernah membawa cucunya dalam kunjungan resmi kenegaraan, kecuali untuk keperluan yang bersifat pribadi, seperti berobat dan sejenisnya,” lanjutnya.

    Lha..
    Teladan?

    Terus bagaimana dengan anda yang adalah Wakil Ketua DPR RI memberi teladan ketika Shafa Sabila Fadli menikmati fasilitas negara karena mengirim surat kepada Konsulat Jenderal RI di New York, Amerika Serikat untuk menjemput sang putri?

    Rasa-rasanya berita soal putri Fadli Zon di Amerika Serikat kala itu masih segar dalam ingatan.
    Apakah cara Fadli Zon yang meminta putrinya diservis oleh pejabat RI di Amerika Serikat waktu itu tidak termasuk menggunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi?

    Peribahasa kuno itu memang benar.

    Kesan buruk itu akan terus bertambah meski anda lihai mengamankan diri dengan dalih seperti ini :
    “Anak saya perempuan berusia 18 tahun melakukan perjalanan ke New York seorang diri. Ini adalah keempat kalinya ia ikut sejak 2013. Sudah sepantasnya setiap warga negara Indonesia perlu melaporkan diri di kantor perwakilan pemerintah setempat atas nama keamanan dan lain-lain,” kata Fadli dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Selasa (28/6/2016).

    “Jikapun ada yang keliru dengan maksud saya, melalui rilis ini, saya meminta maaf,” kata dia.

    Itu tidak lebih dari cara terbaik untuk melindungi diri dari rasa malu setelah ketahuan.
    Melaporkan diri di kantor perwakilan pemerintah ketika bepergian keluar negeri itu prosedurnya seperti itu ya?
    Tidak perlu datang langsung ke kantor tersebut, dibolehkan minta dijemput oleh pejabatnya lalu melapor?
    Pejabat Konsulat Jenderal RI di setiap negara sahabat ini tugasnya seperti sopir taksi ya?
    Tidak etis bila Fadli Zon penyandang gelar Doktor mendapat penjelasan dari rakyat jelata mengenai hal ini.

    Semua ini bak sebuah skenario sebuah Serial Drama, endingnya yang tidak bisa diterka.
    Awalnya bermaksud untuk menyerang tetapi menjadi bumerang, karena dibalik semua itu justru image Pak Presiden yang selama ini dikenal pribadi yang bersih dikuatkan dengan kritikan Fadli Zon setelah ada klarifikasi dari Kepala Sekretariat Presiden bahwa semua biaya perjalanan keluarga Presiden Jokowi menggunakan uang pribadi.

    Berikut klarifikasi pihak istana :
    “Sebelum melakukan perjalanan ke Turki dan Jerman, Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan kepada Plt Kepala Sekretariat Presiden Winata Supriatna pada Senin, 3 Juli 2017, di Istana Merdeka,” kata Bey.
    “Dalam arahan tersebut, Presiden menegaskan bahwa seluruh biaya perjalanan dan akomodasi anggota keluarga Presiden yang turut serta dalam perjalanan ke Turki dan Jerman sejak 5 sampai 9 Juli 2017 menjadi tanggungan pribadi Presiden,” ujar dia menambahkan.

    “Perlu diketahui bahwa anggota keluarga Presiden Jokowi selama penerbangan berada di bagian kompartemen yang selama ini hanya diperuntukkan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, sehingga keberadaan anggota keluarga Presiden Jokowi tidak mengurangi kapasitas penumpang rombongan resmi Presiden,” kata Bey.

    Sekarang, dengan apa Fadli Zon membalas klarifikasi tersebut?
    Menutupi wajah dengan kedua tangan sambil mengintip dibalik sela jemari?
    Hahahahaha…

    Sepanjang masa pemerintahan Presiden Jokowi memang tidak pernah lepas dari sorotan yang menjelek-jelekkan pribadi dan keluarga beliau. Selalu saja ada bahan yang digunakan oleh manusia sirik untuk menyerang beliau.

    Sebu saja seperti kata “NDESO”, yang membuat Kaesang dilaporkan ke polisi.
    Riak-riak seperti ini terus saja mengiringi masa pemerintahan Jokowi.
    Sorotan yang kental nuansanya mengarah ke perhelatan akbar tahun 2019.
    Karena kalau bukan dengan cara licik seperti itu maka butuh energi ekstra untuk menandingi Presiden Jokowi nantinya.



    Penulis :  Abe' Bara'padang    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Gajah di Pelupuk Mata Si Fadli Zon Tiada Tampak, Tapi Kuman di Seberang Lautan Nampak Jelas Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top