728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 15 Juli 2017

    Fahri Minta Jokowi Kembali ke Jalan yang Benar, Memangnya Disitu Sudah Benar ?

    Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah sosok politisi tidur ini tak pernah tenang segala kebijakan pemerintah sehingga apapun yang dilaksankan oleh pemerintah akan menjadi cuitan ia diberbagai kesempatan. Fahri tampak sedang kepanasan setelah mendengar kabar dari Istana bahwa adanya konsultasi dengan Mahkamah Konstitusi (MK) sebelum dikeluarkan Perppu Ormas.

    Bahkan dalam berbagai cuitan Fahri Hamzah ia menyesalkan langkah Joko Widodo terkait persoalan ini, parahnya Fahri meminta agar Joko Widodo dan Jusuf Kalla kembali kejaran yang benar. Seruan Fahri agar Joko Widodo dan Jusuf Kalla kembali ke jalan yang benar ini tentunya mengundang tawa saya sebagai rakyat jelata dimana dalam kaca mata saya Fahri tak lebih dari sosok politisi tidur yang terlalu cuitanya ketimbang menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat dengan benar.

    Fahri seharusnya sebelum mulutnya terbuka lebar ia patut berkaca sebab di kandangnya sendiri ia dikucilkan dan merasa benar sendiri jika ditanyakan tentang sikapnya yang selalu berbeda dengan Partai Keadilan Sejatrah maka ia akan membalasnya dengan argumentasi yang menonjolkan bahwa ia satu-satunya yang paling benar dikandang.

    Urusan kandang sendiri Fahri mengalami kegamangan, malah ia asik dan sibuk berkicau sana-sana menunjukan suara merduanya, burung yang terlalu merdu suaranya asik berkicau sana-sani tetapi ia lupa membuat kandangnya sendiri itulah kondisi Fahri saat ini.

    Persoalan kandang sendiri saja Fahri tak mampu mengatasinya bahkan ia cendrung merasa diri yang paling elegan, lihat saja bagaimana ia tampil dengan percaya diri dalam pembahasan hak angket KPK dimana Fahri saat itu memaksa kehendaknya sebagai pimpinan sidang saat itu, Fahri menuduh pemerintah otoriter melalui Perppu Ormas yang telah diumumkan beberapa waktu yang lalu, tetapi ia lupa jika ia lebih cilaka dalam menjadi pimpinan sidang yang cenderung memaksa kehendaknya sendiri. Jika Fahri otoriter untuk melakukan serangan politik terhadap KPK bukankah itu tidak benar, lembaga anti korupsi kok bisa incar Fahri.

    Sementara Fahri menutup mata dengan bahaya laten HTI dan ormas-ormas yang anti Pancasila, ia justru membela matian-matian, loh kayak gini kok bisa ya menyarakan orang lain menuju jalan yang benar. Persetruan Fahri dengan Partai Keadilan Sejatrah menandakan jika Fahri dalam persoalan kandangnya sendiri ia tak benar sehingga yang dilawan bukanlah perorangan di kandang tetapi instutusi partainya sandiri. Sampai saat ini Partai Keadilan Sejatrah masih mengajukan banding ke pengadilan sampai detik ini pula belum ada keputusan sehingga Partai Keadilan Sejatrah masih berusaha menjegal Fahri di DPR.

    Pilihan Fahri yang berbeda dalam persoalan hak angket DPR terhadap KPK membuka babak baru persetruan Partai Keadilan Sejatrah dengan Fahri, walaupun sebelum itu situasi kebatinan Fahri tampak tak tenang sebab keputusan pengadilan tentang status Fahri masih sebagai kader PKS, keputusan itu tentunya membuat PKS semakin getol dalam mengalahkan Fahri dalam perkara ini. Persoalan hak angket KPK Fahri tampil beda dengan kandangnya sendiri yaitu PKS, Fahri memainkan peran sebagai inisiator adanya hak angket DPR terhadap KPK sementara PKS juga menanyakan kenapa sehingga Fahri mengetok palu saat itu karena belum ada kesepakatan dari hasil pembicaraan saat itu.

    Meskipun pengadilan menganggap Fahri masih sebagai kaser PKS namun seisi partai juga menolak, keduanya (PKS Vs Fahri) hampir setiap bersitegang dalam berbagai isu, bahkan dalam persoalan angket KPK PKS nampaknya meradang melihat tingkah Fahri, mereka sejak awal sudah tidak menganggap Fahri adalah bagian dari PKS sehingga Fraksi PKS awalnya menolak usulan angket KPK  namun hingga palu di ketok tak ada satupun anggotanya yang sempat menyampaikan pandangannya di sidang paripurna tersebut.

    PKS sendiri menyalahkan pimpinan sidang Fahri Hamzah yang secara otoriter memimpin sidang, padahal biasanya dalam setiap sidang paripurna, masing-masing fraksi diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan fraksi, namun kerna yang pimpin sidang adalah otak plastik maka tampilan sidangnya juga instan.

    Jika saat ini Joko Widodo sedang bertarung untuk mempertahankan ideologi Pancasila dengan tegas terhadap ormas yang membelot, maka sebaliknya Fahri sedang asyik beronani dengan celotehannya tanpa berkaca “apa sudah benarkah dia?”


    Penulis :   Adira Andriani     Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Fahri Minta Jokowi Kembali ke Jalan yang Benar, Memangnya Disitu Sudah Benar ? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top