728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 15 Juli 2017

    Ditahan Polisi, Hidayat Ngotot Dirinya Dikriminalisasi

    Pelaporan putra bungsu Presiden Joko Widodo menyita perhatian publik dan menimbulkan desas-desus antara pihak yang pro dan kontra hingga terbongkarlah siapa sebenarnya sosok pelapor Kaesang tersebut. Muhammad Hidayat sosok yang kontriversial kini kembali ditahan oleh pihak kepolisian padahal sempat ditangguhkan penahanannya akibat ulahnya terhadap Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriyawan.

    Tanggapan Hidayat terkait penahanannya cukup unik yaitu ia mengatakan bahwa penahanannya adalah bentuk kesewenang-wenang aparat kepolisian dan bagian dari bentuk kriminaliasasi terhadap dirinya, Hidayat mungkin lupa bahwa ia sebelumnya ditahan pihak kepolisian jauh sebelum adanya laporan yang ia ajukan kepada putra Joko Widodo. Hidayat seharusnya bersyukur atas kesempatan menghirup udara bebas setelah pihak kepolisian mengabulkan permintaan penangguhan penahanan atas dirinya.

    Sosok kontroversial ini memang sempat ditahan akibat ujaran kebenciannya terhadap Kapolda Metro Jaya, dugaan ujaran kebencian ini tak muncul begitu saja sebab Hidayat mengedit video  Irjen Iriyawan saat sang Kapolda Metro Jaya itu sedang memimpin pengamanan aksi angka-angka togel pada 4 November 2016 lalu. Pasalnya, dalam video itu Hidayat sengaja menyebut Kapolda Metro Jaya yang memprovokasi masa aksi angka togel itu, akibatnya Hidayat sempat merasakan hidup dalam ruang tahanan Mapolda Metro Jaya.

    Nah, mengapa saat itu Hidayat tak menyebutkan bahwa ia dikriminalisasi. Hidayat rupanya sedang main api dengan sengaja melaporkan Kaesang yang juga putra Joko Widodo dengan ujaran kebencian agar ia bisa membuat dirinya seakan-akan terdzolimi oleh pihak kepolisian. Coba kita renungkan sejenak kata “Ndeso” yang dipersoalkan Hidayat dalam salah satu video Kaesang, seharusnya sebelum melaporkan Kaesang yang harus ia laporkan pertama adalah Agus Sunyoto yang juga budayawan dan intelektual Nahdatul Ulama yang sempat menulis buku tentang “Sufi Ndeso Vs Wahabi Kota : Sebuah kisah perseteruan tradisi Islam Nusantara. Sebab kata “Ndeso” dalam buku tersebut dilekatkan pada seorang sufi.

    Hidayat tentu paham betul bagaimana skenario dalam menggiring opini publik mengenai Joko Widodo yang dituduh PKI hingga kini Amien Rais menuduh sebagai Islamphobia, Hidyat tampaknya melaporkan Kaesang semata hanya untuk menyatakan bahwa dirinya hanya bagian dari kriminalisasi, Hidayat terlalu merasa penting dan ingin dipentingkan.

    Kini hidayat telah ditahan kembali sejak Jumat 14 Juli 2017, ia telah merasakan apa yang mestia ia rasa juah-jauh hari sebelumnya, bahkan Hidayat sedang berutopia bahwa pihak kepolisian tak mempunyai alasan yang cukup untuk menahan dirinya. Aneh memang tingkah kaum sumbu pendek akhir-akhir ini yang selalu merasa dizolimi tapi malah sebaliknya.

    Jika kita berfikir secara sehat saja, bagaimana bisa seorang yang sedang menjalani proses hukum atas ujuran kebencian malah melaporkan Kaesang dengan hal yang tak jauh berbeda, hal ini juga menandakan bahwa Hidayat sudah mengatur rencana tersebut jauh-jauh hari setelah melihat video milik Kaesang tersebut. Dengan melaporkan Kaesang ia tentunya merasa bahwa ia telah aman dari jeratan hukum.

    Selain itu, pihak kepolisian juga membeberkan bahwa Hidayat bukan sosok baru bagi pihak kepolisian sebab Hidayat sudah menjadikan lapor-melapor orang lain sebagai sebuah profesi dengan catatan kepolisian yang menunjukan bukti bahwa Hidayat ini telah sebanyak puluhan kali melaporkan orang lain (pejabat) yang tentunya kita taulah apa maksud dibalik laporan itu. Sejak 2016, tercatat hidayat telah memnuat 80 laporan polisi (tampaknya ia mencetak rekor muri).

    Kepolisan harus secara rutin memeriksa kesehatan Hidayat, sebab dari kaca mata saya melihat bahwa Hidayat ini semacam mengalami gangguan kesehatan jiwa, entah itu waham kebesaran atau halusinasi. Hidayat yang tampil berjenggit ini sayangnya tidak menjenggoti otak plastiknya itu sendiri.

    Dari komunitas sumbu pendeklah kita bisa tau apa itu isi dari otak plastik yaitu “sedikit-sedkit kriminalisasi”, kaum sumbu pendek tampaknya sedang mengalami Polisiphobia yang menjadikan mereka selalu salah dalam memandang institusi penegak hukum ini, bahkan pembacokan salah satu saksi ahli IT dalam kasus balada cinta Rizieq saja ikut-ikut disebutkan rekaysa pihak kepolisian, hal ini menandakan bahwa kubu sebelah mulai secara perlahan mengalami sedikit gangguan alam pikiran yang melahirkan tuduhan-tuduhan tak berdasar bagi pihak kepolisan, bahkan Pak Tito sebagai panglima instutusi ini saja dibuat lelah atas ulah kubu sebelah yang asik beronani dengan kata-kata “kriminalisasi”, namun apabila itu terjadi diluar mereka maka mereka pun akan berkoar-koar dengan membuat aksi-aksi yang berjilid-jilid dengan mengusung penegakan hukum.

    Begitulah kominitas otak plastik yang isinya hanyalah pedoman penilian ganda.


    Penulis :   Adira Andriani     Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ditahan Polisi, Hidayat Ngotot Dirinya Dikriminalisasi Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top