728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 19 Juli 2017

    Begini 7 Tuntutan Massa Atas Perppu Ormas, Bikin Tepok Jidat Sejuta Kali

    Perppu ormas benar-benar mirip seperti fogging yang membuat nyamuk kabur tunggang langgang. Banyak orang yang kebakaran jenggot, resah, gerah, galau dan merana. Tidak sedikit yang mirip cacing kepanasan plus ditabur garam. Tadi, Aliansi Ormas dan Umat Islam Jabodetabek melakukan aksi di pintu Barat Monas dengan membawa atribut aksi spanduk dan bendera. Untuk mengamankan situasi, ada aparat kepolisian yang bersiaga, lengkap dengan mobil water cannon dan gas air mata.

    Kordinator Aliansi Ormas dan Umat Islam Jabodetabek, Habib Kholilulloh Al-Habsyi, seperti yang diberitakan detik.com, menganggap perppu ormas telah memberangus hak demokrasi, dan merugikan ormas lainnya. “Perppu memberangus demokrasi kami,” kata Habib Kholilulloh Al-Habsyi kepada wartawan.

    Saya lucu mendengar statement seperti ini, mereka kok bisa-bisanya berbicara tentang demokrasi. Mereka menentang perppu ormas padahal perppu ini adalah penyelamat bangsa ini dari serbuan komplotan sumbu pendek anti Pancasila yang hobi teriak khilafah. Kalau mereka menolak perrpu, kenapa harus bawa-bawa demokrasi. Rasanya tidak pantas. Mereka mungkin lebih memilih khilafah, dan khilafah tak mengenal demokrasi bukan? Jadi tak perlulah menyeret demokrasi dalam tuntutan yang tak masuk akal.

    Selain itu, Kholilulloh juga menyampaikan ada 7 poin menolak Perppu tersebut, seperti dilansir detik.com. Saya ringkas saja sesuai poin penting karena terlalu panjang.

    1. Perppu Ormas cacat lahir, subtansi, metodologi, pikir dan paham sehingga sangat tidak layak untuk diberlakukan dalam situasi saat ini.

    2. Perppu Ormas diberlakukan, sedangkan OPM yang makar, PT. Freeport, Asing dan Aseng yang menjarah 86 persen SDA dibiarkan. Ini bukti pemerintah Jokowi rezim diktator, represif dan otoriter anti-Islam.

    3. Perppu Ormas adalah jalan pintas bagi pemerintahan Jokowi menuju rezim diktator, karena Perppu Ormas telah menutup jalan diskusi dan pembelaan bagi pihak yang dituduh oleh pemerintah secara subjektif tanpa proses pengadilan.

    4. Perppu Ormas menimbulkan tindakan diktator yang jauh lebih kejam dari penjajahan Belanda, Orde Lama dan Orde Baru.

    5. Nampak jelas latar belakang munculnya Perppu Ormas adalah politik balas dendam kekalahan Ahok dalam Pilgub DKI dan kekhawatiran kekalahan partai pendukung Rezim Jokowi dalam Pilkada serentak dan Pilpres yang akan datang.

    6. Kalau tuntutan kami tidak dipenuhi, maka kami bersama para Ulama, Habaib, Tokoh, aktivis bersatu menyeru kaum muslimin di seluruh tanah agar tidak memilih partai, bupati, gubernur dan presiden yang menerbitkan dan mendukung Perppu Ormas yang isinya sangat represif, otoriter dan anti-Islam.

    7. Hanya kepada Allah kami berserah diri dan mohon pertolongan.

    Saya akan fokus ke poin 2, 4, 5 dan 7. Selamat menyimak.

    Poin 2, asing aseng asong, Freeport. Coba tanya deh itu sejak dari kapan. Benci boleh, tapi tolong lah kebodohan jangan terlalu lama dipelihara. Ingat kata Mas Kasino DKI. Kambing dipelihara baru bisa gemuk dan dijual. Kalau benci, jangan tinggalkan logika dan akal sehat entah di mana. Begitulah mereka yang saat benci, seolah buta akal sehat, mengecam tanpa fakta melainkan hanya berdasarkan asumsi bodoh yang bersumber dari kebencian itu sendiri.

    Poin 4, ini jauh lebih bodoh. Dari mana perppu menimbulkan tindakan diktator jauh lebih parah dari penjajahan Belanda? Mungkin ini orang tidak pernah baca buku Sejarah. Jaman penjajahan Belanda, banyak rakyat yang mati karena menderita. Rakyat dipaksa kerja sukarela yang disebut rodi. Ada juga sistem tanam paksa, monopoli VOC, perang berkepanjangan. Hanya orang dengki dan hatinya buta yang mengatakan seperti ini. Negara ini damai dan baik-baik saja, komplotan sumbu pendeklah yang bikin kacau. Yakin lebih parah dari orde baru? Saya malah bertanya-tanya apa yang akan terjadi pada mereka kalau ini masa orde baru. Kurang piknik.

    Poin 5, ini jauh lebih gila. Tepok jidat seribu kali. Antuk kepala ke dinding sejuta kali. Ahok sudah dipenjara, santai dibui, ini masih saja diseret-seret dan dilibatkan. Saya ngerti kok, statement ini mirip sekali dengan kelompok sebelah. Atau jangan-jangan mereka ini titik-titik. Ah sudahlah, nanti mereka kepanasan. Pikirannya selalu mengarah ke balas dendam politik. Halo, politik sudah usai, jangan teriak-teriak minta orang lain move on padahal sendiri juga tidak pernah mau move on. Selalu menggunakan nama Ahok kalau sudah terjepit dan terpojok. Selalu menyeret Jokowi dan Ahok kalau sudah tak tahu lagi mau melakukan apa (alias nangis di pojokan).

    Poin 7, agak berbenturan dengan logika. Kalau memang berserah diri pada Tuhan dalam meminta pertolongan, ngapain demo dan menuntut presiden. Bukankah kuasa dan kebesaran Tuhan sangat luar biasa? Ngapain minta tolong presiden membatalkan perppu? Agak gagal paham juga sih.

    Dan satu lagi, kalau memang tidak anti Pancasila ngapain repot-repot demo dan membuat tuntutan. Kalau memang tidak salah, ngapain harus kebakaran jenggot kecuali kalau memang seperti yang dituduhkan. Tindakan mereka ini kok rasanya membuktikan bahwa visi mereka tidak sesuai dengan Pancasila itu sendiri. Mereka semakin memperlihatkan diri pada orang lain bahwa mereka itu anti Pancasila. Bukan menuduh, tapi yang mereka lakukan ini seolah membuktikannya.

    Kalau tidak anti Pancasila, mereka pasti aman-aman saja, kan perppu ormas buat ormas anti Pancasila. Kalau mereka protes dan menentang, berarti mereka… (silakan isi sendiri sesuai logika Anda). Mereka juga selalu membawa-bawa agama dan merasa jadi korban padahal banyak ormas lainnya yang mendukung perppu. Mereka juga mungkin tidak pernah baca UUD bahwa dasar negara adalah Pancasila. Mungkin lebih baik diterjemahkan ke bahasa planet lain bisa lebih paham.

    Jadi kesimpulannya, rasanya mereka juga bagian dari kelompok sebelah. Orangnya itu-itu juga, tidak lebih dan tidak kurang. Biar sajalah.

    Bagaimana menurut Anda?



    Penulis :   Xhardy   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Begini 7 Tuntutan Massa Atas Perppu Ormas, Bikin Tepok Jidat Sejuta Kali Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top