728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 23 Juli 2017

    Bahaya Sengkuni Sang Tukang Goreng Dan Tukang Tusuk Dari Belakang

    Sengkuni merupakan salah satu sosok dalam dunia cerita wayang dan cerita mahabarata, baik dunia wayang maupun dalam dunia mahabarata dia merupakan mahapatih sekaligus merangkap penasehat raja di kerajaan Astina yang dikuasai oleh keluarga kurawa.

    Patih Sengkuni terkenal dengan prinsip hidupnya yang ekstrem “biarlah orang lain menderita yang penting hidupnya bahagia”.

    Dengan prinsip hidup seperti itulah Sengkuni menjalani karirnya: munafik, licin, licik, culas, hasut, penuh tipu muslihat.

    Jika kita mengingat kembali akan filosofi diciptakannya wayang, dimana cerita wayang adalah sebuah filsafat kehidupan yang dikemas dalam kesenian, maka sosok sengkuni hanyalah suatu potret (gambaran) karakter manusia yang akan ada sepanjang masa.

    Dia (sengkuni) adalah simbol kemunafikan, keserakahan, arogansi, dan keangkaramurkaan. Kapan pun dan dimana pun di dunia ini, manusia-manusia berkarakter sengkuni akan selalu ada, bahkan di sekitar kita kini dan di sini.

    Di masa pemerintahan Presiden Jokowi sekarang ini, sosok asli sengkuni juga sudah muncul terbuka lebar ke permukaan. Sosok tersebut bisa kita artikan luas sebagai suatu entitas (partai, ormas, perkumpumpulan, persekutuan, dll) atau bisa juga kita artikan secara sempit sebagai suatu pribadi (orang). Dan parahnya lagi, sosok sengkuni yang sedang bermain-main di NKRI sekarang ini merupakan gabungan sengkuni dalam arti luas dan sengkuni dalam arti sempit.

    Seorang individu yang juga merupakan tokoh penting suatu organisasi yang dalam sejarah karir politiknya pernah memporak-porandakan Indonesia dengan kelicikannya menjatuhkan suatu rezim tertentu kemudian menggantinya dengan rezim baru, dan itu diulang sampai dua kali, layak untuk kita nobatkan sebagai sengkuni di era reformasi ini.

    Sejarah membuktikan bahwa dialah sosok paling bertanggung jawab yang hampir membawa Indonesia pada perang saudara ketika Presiden Abdurrahman Wahid kala itu diberhentikan dari jabatannya secara sepihak, untung saja Presiden Abdurrahman Wahid memiliki pemikiran yang visioner dan sangat bijaksana dalam menyikapi hal tersebut, beliau membentengi semua elemen agar tidak terjadi keos, dan beliau merelakan dirinya diberhentikan secara sepihak dari jabatannya hanya semata-mata agar tidak terjadi perang saudara di atas NKRI tercinta ini, karena beliau sadar betul bahwa jabatan hanyalah sebuah amanah dan beliau percaya jika sejarah akan membuktikan siapa sengkuni sebenarnya yang sangat licik, licin dan culas tersebut.

    Kita tidak boleh melupakan setiap sejarah yang terjadi di Indonesia ini, karena dari situlah kita akan belajar untuk menjadi bangsa dan negara yang besar dan maju, serta kita juga tidak boleh lupa jika di Indonesia ini juga memiliki sosok sengkuni yang setiap saat bisa melancarkan fitnah keji, perilaku licik, dan propaganda hitam hanya demi untuk menyelamatkan dirinya dan golongannya sendiri ketika dia dan golongannya sedang berada di mulut suatu kasus hukum tertentu.

    Dia tak segan melacurkan kata-katanya hanya agar dia terselamatkan dari suatu kasus hukum tertentu, dia tak segan mengadu domba antar sesama anak bangsa hanya demi sebuah keselamatan dirinya sendiri atas kasus hukum yang mungkin akan mulai mejerat dirinya, dia juga tak segan melancarkan fitnah terhadap Presiden Jokowi hanya karena dia iri tidak bisa menjadi presiden di Indonesia padahal dia sendiri adalah pelaku sejarah terjadinya reformasi di Indonesia, dan dia juga tak segan menebar janji bohong kesana kemari hanya demi tujuan pribadinya tercapai.

    Prinsip hidup sengkuni yang sangat ekstrem membuat saya harus mengernyitkan dahi ketika saya memikirkan sosok sengkuni tersebut di era reformasi sekarang ini, bagaimana saya tidak mengernyitkan dahi jika sengkuni tersebut ternyata selama ini hidup aman, tenteram, damai dan sentosa diatas penderitaan rakyat yang ada disekelilingnya, banyak patok sawah petani miskin yang sekarang dia kuasai, entah darimana dia mendapat uang untuk membeli sawah-sawah tersebut, karena setahu saya selama ini dia adalah seorang politisi yang kebetulan juga merangkap sebagai seorang akademisi, dan dia bukan pengusaha beras atau pengusaha alat kesehatan, jadi wajar jika timbul pertanyaan dalam otak saya darimana dia punya uang untuk menumpuk berpuluh-puluh sertifikat sawah.

    Dalam setiap ceramah keagamaan yang dia lakukan pun pastilah terselip adu domba, fitnah dan propaganda hitam, padahal dia lupa jika dulu dia pernah berjanji akan jalan kaki melintasi separuh pulau jawa dari tengah ke barat.

    Tapi kemudian semua pertanyaan saya tentang sumber dana sengkuni tersebut sedikit terjawab ketika ada suatu kasus korupsi alat kesehatan yang sedang disidangkan mengungkapkan bahwa sang sengkuni juga disinyalir mendapat aliran dana dari kasus korupsi tersebut.

    Sengkuni memang pintar dan cerdik, tapi dia merupakan sosok yang kolot dan jadul, dia lupa jika di masa sekarang ini adalah masa dimana segala transaksi akan tercatat dan bisa ditelusuri dengan mudah oleh para penegak hukum. Jadi kalau ingin berkilah silahkan saja, tapi kalau ini memang benar, maka sengkuni harus siap mendapat balasan atas semua perilaku licik, munafik, culas dan adu dombanya selama ini, karena seperti kata teman saya, semua akan terbongkar, tersebar, dan terkuak pada waktunya, tinggal menunggu jadwal giliran saja sambil bertaubat jika masih diberi kesempatan oleh Tuhan.

    Prediksi saya, kedepan sengkuni akan semakin gencar melancarkan fitnah dan adu domba karena dirinya sudah mulai menjadi sasaran tembak para pemberantas maling duit rakyat, pintu awal penyelidikan sudah terbuka lebar bagi para pemberantas maling duit rakyat untuk mulai membidik sengkuni agar masuk dalam jarak tembak mereka, tinggal menjejakkan kaki melangkahi pintu tersebut serta akuratkan teropong, lalu lepas pelatuk, dan terseok-seoklah sengkuni tersebut jika masa tuanya harus dihabiskan dibalik penjara bersama para kompatriotnya sesama maling duit rakyat.

    Tapi kembali lagi, sengkuni ini hanyalah gambaran watak busuk manusia yang akan selalu ada di sepanjang masa, watak busuk tersebut sekarang juga sudah menghinggapi kelompok dimana sengkuni bercokol dan mempunyai posisi penting di dalamnya.

    Kelompok tersebut sangat lihai dan licik dalam permainan politik selama ini, mereka berdiri diatas tiga kaki dan masing-masing memiliki tujuan yang sama, yaitu ingin berkuasa. Mereka seakan plin plan dalam mengambil suatu keputusan, akan tetapi jika dipahami lebih dalam, memang seperti itulah watak asli mereka, watak sengkuni yang busuk.

    Saya tidak kaget ketika mereka mulai berjalan keluar dari suatu gedung rapat dimana dalam gedung tersebut sedang diadakan musyawarah untuk meresmikan rencana perundangan yang di inisiasi oleh kelompok lain dimana kelompok ini merupakan kelompok yang “diikuti” juga oleh kelompok sengkuni walaupun kelompok sengkuni baru mengikutinya setelah kelompok lain tersebut menang pemilu, karena sengkuni memang hobinya adalah main tusuk dari belakang, mirip seperti jika kita punya pacar lalu pacar kita ditikung dari samping kiri oleh sahabat kita, ya seperti itulah sengkuni, seakan tidak berprinsip, tapi dalam kenyataannya mereka ternyata memegang teguh prinsip untuk mengkadali sebuah kesepakatan.

    Terakhir, Ketika cita-cita kemerdekaan kita sedang dan sudah dalam proses diwujudkan oleh Presiden Jokowi, maka sudah sepantasnya kita turut membantu Presiden Jokowi terhindar dari bahaya sengkuni yang nyata kemunculannya. Karena sebaik-baiknya kemunculan sengkuni adalah lebih baik jika senngkuni itu dipenjara.

    Jayalah Indonesia.

    Salam damai Indonesiaku.



    Penulis : JOGOYOSO   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Bahaya Sengkuni Sang Tukang Goreng Dan Tukang Tusuk Dari Belakang Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top