728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 09 Juni 2017

    Ziek, Suaka Politik Itu Bukan Suaka Margasatwa

    Tokoh Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab berencana mengajukan suaka politik kepada Kerajaan Arab Saudi. Pakar hukum internasional Hikmahanto Juwana menyebut tak mudah bagi Rizieq Shihab untuk mendapat suaka politik dari Arab Saudi.

    Hikmahanto mengatakan, Arab Saudi tak akan begitu saja mengabulkan seandainya imam besar FPI itu mengajukan suaka politik.

    Pihak Kerajaan akan mempertimbangkan banyak hal, salah satunya soal status hukum Rizieq. Sebab, kata Hikmahanto, suaka politik hanya dapat diberikan kepada seseorang yang tengah dikejar-kejar pemerintah negaranya sendiri karena masalah politik, bukan karena terjerat pidana murni.

    Pertimbangan lain yang tak kalah penting adalah menyangkut kelangsungan hubungan Arab Saudi-Indonesia yang sudah berjalan baik. Jika pemberian suaka dipandang bisa berdampak buruk, Arab Saudi kemungkinan tak akan memberikannya untuk Imam Besar FPI itu.

    “Apakah saat Rizieq Shihab meminta suaka politik, kasus yang menjeratnya memang berkaitan dengan masalah politik yang ada di Indonesia atau pidana murni? Akan ada pertimbangan tersendiri juga, apakah pemberian suaka ini akan mengganggu hubungan baik Arab Saudi dan Indonesia?” kata Hikmahanto kepada CNNIndonesia.com.

    Hal lain yang memberatkan Rizieq adalah kenyataan bahwa Arab Saudi bukan negara yang biasa memberikan suaka politik. Biasanya, para pencari atau pemohon suaka politik akan meminta ke negara-negara yang dikenal ramah terhadap suaka seperti Perancis atau Australia.

    Hikmahanto kemudian membandingkan rencana suaka politik Rizieq dengan yang dilakukan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.

    Nazaruddin diketahui pernah mengirim surat permohonan suaka politik ke pemerintah Kolombia. Namun, kata Hikmahanto, Nazaruddin yang saat itu lari sebagai buronan kasus korupsi gagal mendapat suaka politik dari Kolombia. (Cnn)

    Sebenarnya enggan menanggapi berita diatas, namun saking kolotnya yang minta suaka, jadi gak tega jika tidak ditanggapi. Saya pikir tersangka akan fokus pada barang bukti ataupun bantahan mengenai kasus yang menimpa dirinya jika itu dianggap tidak benar. Yang ada justru tidak kooperatif, mau memperpanjang visa dan hendak meminta suaka politik ke Arab. Sungguh hal ini “mempermalukan diri sendiri”.

    Dari wikipedia menuliskan bahwa suaka politik merupakan gagasan yuridiksi di mana seseorang yang dianiaya untuk opini politik di negerinya sendiri dapat dilindungi oleh pemerintah berdaulat lain, negara asing, atau perlindungan gereja pada Abad Pertengahan.

    Suaka politik merupakan salah satu hak asasi manusia, dan aturan hukum internasional. Seluruh negara yang menerima Konvensi Terkait Status Pengungsi PBB wajib mengizinkan orang yang benar-benar berkualifikasi datang ke negerinya.

    Lah kalau Rizieq masuk kategori teraniaya yang bagaimana?, lagian di PBB saja belum ada kabar yang melindunginya apalagi mau meminta suaka politik. Suaka politik berbeda loh dengan suaka margasatwa. LOL

    Lagian dalam konteks yang diberikan suaka politik itu dalam masalah politik ataupun yang menyangkut HAM. Lah kalau orang sebagai pidana murni plus buron lagi, mana mungkin diterima untuk suaka politik. Apalagi yang diminta adalah negara Arab. Arab yang menggunakan sistem pemerintahan monarki dan memiliki hubungan baik dengan Indonesia, jelas saja tak akan melindungi buron negara yang telah menjalin hubungan bilateral dengan baik.

    Yo mbok kalau klarifikasi tetap kudu iqra!

    Selain tentang suaka politik, perpanjangan visa juga tidak beralasan. RS sudah masuk dalam interpol, bagaimana bisa mau perpanjang visa. Yang paling kolot itu tentang visa adalah pernyataan dari pengacaranya seperti berikut:

    “Ada rencana kita akan long stay atau akan perpanjang visa. Nanti sedang ada yang mengurus visa yang setahun,” ujar Ketua Bantuan Hukum FPI sekaligus Pengacara Rizieq Shihab, Sugito Atmo Pawiro saat dihubungi, Jakarta, Senin (5/6/2017).

    Karena itu, Sugito tak bisa memastikan kepulangan Rizieq ke Tanah Air. Dia mengatakan tidak menutup kemungkinan Rizieq baru pulang ke Indonesia setelah Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

    “Pulangnya bisa saja nanti setelah pilpres dan Jokowi enggak jadi presiden. Kalau misalnya setelah pilpres dan Jokowi enggak jadi presiden, polisi bisa lebih netral,” ucap Sugito. (Sumber)

    Kenapa kolot? Pernyataan diatas sama saja menuduh polisi tidak netral. Lah bisa lebih netral bagaimana? bukankah Basuki sudah dipenjara. Jangan bunuh diri, tidak semua peristiwa dapat diukur dengan spekulasi ataupun perspektif semata. Semua ada dasar, ada sebab-akibat.

    Semua pernyataan dari pihak RS seperti semakin menjelaskan bahwa kasus RS justru mendekati kebenaran. Akan berbeda jika mereka berani membantah dengan bukti riil dan menunjukkan bukti bahwa kasus tersebut tidak betul. Lah kalau seperti ini, makin mendekati kebenaran dong.

    Tong, Suaka politik itu berbeda dengan suaka margasatwa.



    Penulis :    Losa Terjal    Sumber :  Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ziek, Suaka Politik Itu Bukan Suaka Margasatwa Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top