728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 03 Juni 2017

    Terima Kasih Jokowi, 18 Tahun Riau Langganan Kabut Asap, Kini Sudah Tidak Lagi

    Kenapa saya berjuang supaya Joko Widodo (Jokowi) bisa menjadi Presiden Indonesia?? Karena saya yakin, Joko Widodo pasti akan bekerja serius dan mati-matian menunaikan setiap amanah yang diberikan. Ini bukan  keyakinan tanpa dasar dan fakta yang jelas, melainkan karena Jokowi telah membuktikan dirinya memang amanah saat menjadi Walikota Solo.

    Hebatnya, Jokowi yang mengabdi sebagai Walikota Solo sejak tahun 2005 mendapatkan kembali kepercayaan warga Solo saat maju untuk periode kedua tahuan 2010. Karena memang orangnya membuktikan kerja dan pengabdiannya, warga Solo yang memilih Jokowi kembali jadi Walikota mencapai 90 persen. Sebuah pengakuan dan kepuasan atas kinerja Jokowi.

    Itulah mengapa saat Jokowi maju menjadi Gubernur DKI dan juga maju mencalonkan diri menjadi Presiden Indonesia 2014, saya menggalang sebuah gerakan kecil untuk mendukung Jokowi memenangkan Pilpres 2014. Alasannya seperti yang saya sampaikan di awal, karena saya yakin kepada Jokowi yang punya rekam jejak bagus sebagai seorang kepala daerah.

    Keyakinan dan rekam jejak jokowi itu pun terbukti. Jokowi yang banyak diprediksi oleh lawan politik serta para hatters tidak akan melakukan blusukkan yang menjadi ciri khasnya tidak terbukti. Jokowi tetap melakukan blusukkan. Blusukkannya bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga keluar negeri dimana jokowi berusaha menarik sebanyak mungkin investor berinvestasi di Indonesia.

    Jokowi juga membayar lunas keyakinan saya atas kualitas dirinya dengan berhasil membebaskan Riau dari kabut asap. Meski masih gagal di tahun pertama kepemimpinannya, Jokowi membayar tuntas di tahun kedua kepemimpinannya dan berhasil membuat Riau bebas dari asap. Padahal, pemimpin-pemimpin sebelumnya tidak mampu mengatasi hal ini.

    Kabut asap terparah terjadi pada tahun 2014, dimana kepemimpinan nasional akan segera berganti. Pekanbaru dimana saya menjadi saksi hidupnya bak kota mati. Kota Pekanbaru sudah pekat dengan asap. setiap tarikan nafas bukan lagi udara yang kita hirup, melainkan kabut asap. Sudah banyak anak-anak balita dan ibu-ibu hamil diungsikan ke daerah lain.

    Usaha yang berusaha dilakukan oleh SBY sangat terlambat karena kebakaran hutan dan lahan sudah massif terjadi. Ketidaktegasan pemerintahan SBY menjadi salah satu penyebab kejadian ini terus menerus terjadi. Bayangkan saja 10 tahun kepemimpinannya, Riau tidak pernah bebas asap. Asap sudah seperti menjadi satu musim tambahan di Riau selain musim hujan dan kemarau.


    Aktivis Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan melakukan aksi Kamisan di tengah kabut asap yang menyelimuti kota di depan kantor Gubernur, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Riau (13/3). Selain menuntut penuntasan kasus-kasus HAM, jaringan solidaritas korban untuk keadilan juga meminta kepada Pemerintah agar secepatnya menyelesaikan permasalahan kabut asap kebakaran lahan dan hutan di Riau. ANTARA/Rony Muharrman
    Kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, yang diselimuti kabut asap, Kamis (13/3/2014). Kabut asap yang disebabkan kebakaran lahan dan hutan tersebut semakin pekat. Pemerintah Provinsi Riau mengimbau warga untuk menggunakan masker terkait kualitas udara yang memburuk.(TRIBUN PEKANBARU/Doddy Vladimir)
    Kantor Gubernur Riau terhalang Kabut Asap. Dokumen Pribadi
    Tetap Aksi Damai Tuntut Pemerintah SBY Turun Tangan Atasi Kabut Asap. Dokumen Pribadi.


    Tahun 2015, kabut asap masih terjadi. Ada dugaan ini sengaja dilakukan oleh lawan politik Jokowi yang ingin menunjukkan bahwa kepada publik bahwa pemerintahan Jokowi gagal dalam mengatasi kabut asap. bahkan ada isu beredar, kebun yang melakukan pembakaran lahan secara besar-besaran adalah perusahaan milik Sandiaga Uno.

    USAHA JOKOWI BEBASKAN RIAU DARI ASAP

    Tetapi namanya juga Jokowi. Dia tidak pernah duduk diam berpangku tangan menunggu para menterinya menyelesaikan setiap masalah. Memang dasarnya adalah seorang pekerja, Jokowi tidak tinggal diam. Dia terus mencari cara bagaimana agar kabut asap bisa diantisipasi sejak awal dan bisa meminimalisasi dampak kabut asap sesegera mungkin saat ditemukannya titik api.

    Yang paling menarik adalah tindakan Jokowi yang langsung meninjau sendiri ke lapangan untuk mencari solusi yang tepat dalam mengatasi dan mengantisipasi kabut asap. Bahkan Jokowi sampai masuk ke dalam daerah yang telah terbakar habis oleh api. Semua dilakukannya demi membebaskan Riau dari kabut asap.

    Foto: Biro Pers Istana
    (foto: Okezone)


    Anehnya, tindakan Jokowi yang memang sudah jadi ciri khasnya ini malah dituding sebagai sebuah aksi pencitraan. Entah bagaimana mengkorelasikan tindakan Jokowi yang blusukkan melihat kondisi bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan pencitraan. Terlalu mengada-ada atau kebangetan rasanya seorang Presiden pencitraan sampai sebegitunya.

    Tetapi apa daya, Jokowi memang selalu dikritik dan diserang apapun yang dilakukannya. Namanya juga lawan politik, benar atau tidaknya nomer paling belakang, yang penting jadikkan sasaran tembak terus. Meski dikritik, Jokowi tetap saja terus hadir dan melihat kondisi di lapangan. Sekalian juga untuk melihat sudah sejauh mana langkah-langkah antisipasi yang dilakukan oleh para menterinya.

    Beberapa usaha yang dilakukan Jokowi untuk mencegah karhutla di daerah Riau dan juga provinsi lainnya yang merupakan daerah langganan memproduksi kabut asap. Mulai dari pembelian pesawat pemadam kebakaran, tindakan pengintaian oleh TNI untuk mencegah pembakaran hutan, sampai dengan tindakan pencegahan dini yang setiiap tahun dilakukan.

    Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan 2017 di Istana Negara, Senin (23/1/2017), Jokowi mengingatkan bahwa tahun 2017 ini karhutla akan semakin turun drastis daripada tahun sebelumnya. Jika pada tahun 2016 turun drastis sampai 82, 83%, maka Jokowi berharap penurunan akan terus diusahakan sehingga akan terjadi nol titik api dan karhutla.

    Tahun 2016, Riau sendiri sudah bisa dinyatakan bebas asap. Saya merasakan sendiri bagaimana udara Riau, Pekanbaru khususnya tidak lagi tercemar kabut asap seperti tahun-tahun sebelumnya. Riau tidak lagi mengalami peristiwa tahun 2014 dan 2015 dimana kabut asap menyelimuti Pekanbaru dan membuat aktivitas serta kesehatan warga terganggu.  Kiini Riau bebas asap dan kerugian ekonomi bisa dihindarkan.

    Meski sudah bebas dari asap, usaha untuk terus melakukan pencegahan akan dilakukan pemerintahan Jokowi setiap tahunnya menjelang musim kemarau. Semua tidak lain dan bukan adalah demi menyelamatkan kehidupan warga dari sakit penyakit, kerugian ekonomi dan harga diri bangsa yang dihujat sebagai produsen kabut asap oleh negara lain.

    Sekarang pemerintahan Jokowi akan fokus pada usaha pencegahan. Karena itu, ada dana yang disediakan khusus untuk usaha pencegahan ini. Dana yang bisa diambil dengan cepat untuk melakukan usaha pencegahan. Hal ini belajar dari sebelumnya dimana pendanaan hanya fokus pada penanggulangan.

        “Jadi anggaran yang disiapkan dana on call itu sebesar Rp 2 triliun. Anggaran itu untuk mengatasi, bukan cuma kebakaran hutan dan lahan, tapi untuk seluruh bencana di Republik Indonesia,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei, ketika menghadiri acara pemberian penghargaan kepada “Desa Bebas Api”, di Pelelawan Airstrip, Selasa (16/5/2017)..

        “Kita tidak boleh lengah, bicara masalah kebakaran hutan dan lahan, ini sulit dipadamkan dan biayanya akan mahal. Kalau ada kebakaran kecil, segera padamkan,” kata Willem dengan suara yang menggebu-gebu.

    TERIMA KASIH JOKOWI

    Menurut saya pencapaian jokowi ini sungguh luar biasa. Jokowi berhasil mematahkan mitos 18 tahun kemustahilan Riau bebas asap. Tetapi sekarang semua menjadi mungkin. Jokowi membuktikan kalau kita memang sungguh-sungguh mau berusaha, maka setiap masalah yang ada mampu diatasi. Karena itu, peran pemimpin untuk memulai pergerakkan itu menjadi hal yang sangat penting.

    Usaha Jokowi untuk terus mengunjungi daerah yang mengalami karhutla sampai benar-benar berhasil diturunkan membuat para menteri dan jajarannya serta Panglima TNI dan Kapolri tidak bisa bersantai-santai, apalagi ber-ABS (Asal Bapak Senang). Ya, di masa pemerintahan Jokowi, kabinet menteri dan pejabat setingkat menteri harus terus berkerja sesuai dengan nama kabinet kerja yang dibuat oleh Jokowi.

    Oleh karena perjuangan dan pencapaian yang luar biasa ini, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Jokowi. Saya dan semua masyarakat Riau senang dengan kondisi Riau yang saat ini bebas asap. Semoga hal ini bisa dan terus dipertahankan. supaya tidak terjadi lagi kabut asap yang merugikan secara ekonomi, kesehatan, dan harga diri kita sebagai sebuah bangsa.

    Tetap sehat Pak jokowi.. Tuhanlah yang membalas semua kebaikan dan ketulusan bapak.

    Salam Riau Bebas Asap.



    Penulis : Palti Hutabarat    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Terima Kasih Jokowi, 18 Tahun Riau Langganan Kabut Asap, Kini Sudah Tidak Lagi Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top