728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 03 Juni 2017

    Terbukti! Amien Rais Akui Terima Uang Dari Sutrisno Bachir

    Amien Rais akhirnya mengakui bahwa dirinya menerima uang sebesar Rp 600 juta seperti yang disebut-sebut Jaksa. Ini pengakuan yang luar biasa dari seorang politikus yang punya rekam jejak mentereng sebagai ‘pakar ngeles’. Anda tentu belum lupa dengan nazarnya akan Jalan Kaki dari Yogya ke Jakarta kalau Jokowi menang pemilu. Faktanya Jokowi menang, Amien batal jalan kaki.

    Seandainya nazarnya terlaksana, pasti akan tercatat dalam rekor dunia. Sekedar gambaran saja, jarak dari Jakarta ke Yogyakarya paling pendek adalah 501 kilometer jika melalui jalur selatan. Bila lewat jalur Pantai Utara (Pantura), jaraknya mencapai 540 kilometer. Jikalau kecepatan berjalan Amien 5 kilometer per jam, maka berapa lama waktu yang dibutuhkan Amien untuk sampai ke Jakarta? Uupss, koq malah ujian Matematika sih? Ini tidak nyambung. Keep focus.

    Iya, mungkin sudah banyak orang yang jalan kaki dengan panjang yang melebihi itu. Akan tetapi, Amien bisa mencatatkan rekor karena keunikan aksinya. Ia adalah seorang kakek berusia 70 tahun ketika Jokowi menang Pilpres tahun 2014 lalu.

    Amien Rais juga memiliki catatan jabatan yang cukup mentereng. Ia adalah tokoh nasional, tokoh Reformasi, mantan ketua MPR, mantan ketua ormas keagamaan besar, mantan ketua PAN, mantan penjegal Soeharto, mantan pelengser Gus Dur, mantan capres 2004.

    Sampai di sini, saya juga cukup ternganga, setengah tak percaya. Bukan karena jabatannya yang seabrek, tetapi karena nazar ‘Jalan Kaki Yogya-Jakarta’ tercetus dari mulutnya. Perkataan yang sebetulnya lebih bermuatan kesombongan, keangkuhan, meremehkan orang lain, dan kejelekan lainnya.

    Kembali ke soal uang. Amien Rais diduga ikut mencicipi uang korupsi Alkes dengan tersangka mantan Menteri Kesehatan era Presiden SBY, Siti Fadilah Supari. Dalam tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut, Amien disebut 6 kali menerima transfer uang dengan rincian 100 juta setiap transaksi. Rincian catatan transaksi disebut mulai dari tanggal 15 Januari 2007, 13 April 2007, 1 Mei 2007, 21 Mei 2007, 13 Agustus 2007, dan 2 November 2007.

    Amien yang sudah terkenal dengan jurus ngelesnya tentu tidak diam begitu saja. Lihat saja komentarnya; mulai dari istilah blessing in disguise (berkah yang tersembunyi), tidak takut, akan ketemu pimpinan KPK, melaporkan 2 tokoh nasional, dan lain-lain. Setelah berbusa-busa berkomentar dengan maksud membantah tuduhan itu, hari ini Ia justru mengaku menerima dana tersebut.

    Catatan sejarah menunjukkan bahwa, kebanyakan orang yang ditangkap dan diduga terlibat dalam korupsi, biasanya sangat vokal membela diri. Baik itu H+1, H+2, maupun H+3 setelah penyebutan namanya. Yang berkoar-koar tidak berdosa biasanya hanya pada awal saja. Cerita lanjutannya sudah bisa ditebak. Lihat saja Patrialis Akbar, Irman Gusman, Akil Mochtar, Sanusi, dan sekelompok lainnya.

    Menghadapi tudingan ini, Amien tampak bereaksi emosional. Dari berkomentar yang tak perlu, sampai berniat menemui pimpinan KPK. Wuish, luar biasa. Ini namanya abuse of power. Eeh, tapi bukannnya Ia sudah tidak punya kekuasaan lagi ya?! Berarti ada indikasi Post Power Syndrom ini. Ketularan dari Pak Mantan, SBY.

    Rencana bertemu pimpinan KPK ini dalam rangka mengklarifikasi tuduhan, juga untuk melaporkan dugaan korupsi 2 tokoh nasional. Siapa kedua tokoh itu? Kita belum tahu.

    Rencana ini tampak tidak masuk akal. Soal klarifikasi, saya kira tidak perlu ke KPK. Amien bisa mengklarifikasi dalam persidangan sebagai saksi. Bukankah itu lebih mengelokkan?

    Lihat saja Ahok, ketika berbagai tudingan diarahkan padanya, apakah Ia memilih bertemu pimpinan KPK? Tidak! Ia justru menegaskan; bawa saya ke persidangan, dan saya akan buktikan semuanya. Biarkan saya mengajarkan rakyat. Luar biasa kan? Tapi, lain Ahok, lain pula Amien. Meskipun sama-sama punya nama dengan awalan ‘A’.

    Kalau soal melaporkan dugaan korupsi kedua tokoh dimaksud, Ia sebenarnya bisa melaporkannya jauh-jauh hari? Tokh, Ia punya banyak kesempatan untuk itu. Ini sama saja dengan ‘maling teriak maling’ jika tidak ingin disebut sebagai upaya ‘tukar guling’.

    Tudingan bahwa uang tersebut adalah cipratan dari korupsi Alkes, Amien berkelit bahwa itu uang dari Sutrisno Bachir. Ia menegaskan bahwa uang itu berasal dari kantong Sutrisno dan atas kebaikan hati Sutrisno dan Ibundanya untuk membantu operasional kegiatannya.

    Amien menyangkal menerima uang dari Siti Fadillah yang adalah tersangka korupsi Alkes, tetapi di sisi lain, Ia mengaku menerima sejumlah uang yang dimaksud. Soal seluk-beluk cara sampai uang tersebut masuk ke kantong Amien, nanti kita dengarkan penjelasan dari Jaksa Penuntut.

    Akhir kata, mari bersiap-siap menyaksikan komedi politik selanjutnya. ‘Gusti Allah Mboten Sare’, kata Ahok. Pembenci dan pemfitnah Ahok mulai berjatuhan. Tampaknya kekuatan profetik sedang bekerja di luar kendali siapa pun.



    Penulis :   Ray Koen    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Terbukti! Amien Rais Akui Terima Uang Dari Sutrisno Bachir Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top