728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 03 Juni 2017

    Sweeping Lagi, Sweeping Lagi


    Akhir-akhir ini media sosial banyak dibanjiri berita mengenai kasus persekusi. Apa persekusi ? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata persekusi mengandung arti perburuan sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah atau ditumpas.

    Menurut data Safenet yang dilansir dari Januari sampai Mei 2017 kasus persekusi di Indonesia telah mencapai 59 korban persekusi. Contoh konkrit yang telah diangkat ke layar televisi dan menjadi perbincangan diseluruh Indonesia adalah kasus seorang dokter di Solok, Sumatera Barat, yang mengaku diintimidasi oleh sekelompok orang yang mengatasnakan ormas agama lantaran dianggap menghina ulama dan Islam.

    Kasus berikutnya adalah Putra Mario Alfian yang dianggap menghina ulama dan akhirnya harus dilakukan persekusi oleh ormas tertentu.

    Sejak kemunculannnya tahun era 2000-an FPI telah banyak melakukan sweeping seperti menutup tempat perjudian, pelacuran, diskotik, menolak presiden wanita, melabrak SCTV karena menayangkan telenovela Esmeralda, kasus penutupan gereja dan masih banyak kasus lainnya.

    Setelah pernyataan Presiden Jokowi yang akan menendang dan menggebuk ormas radikal, kegiatan sweeping didunia nyata langsung berkurang dan hilang dari wajah Indonesia.

    Kegiatan sweeping ini ternyata berganti dengan sweeping di dunia maya. Dua kasus contoh diatas adalah bukti sahih kegiatan sweeping yang mengatasnamakan FPI.

    Persekusi yang mengatasnamakan FPI ini pun telah dibantah oleh anggota FPI Habib Novel dengan alasan belum melihat video tersebut. Namun dilain sisi Habib Novel juga menegaskan bahwa siapapun yang menghina ulama akan mereka kejar.

    “Kita jelas dulu itu bagian dari FPI atau bukan. Kita ini pejuang amar ma’ruf nahi munkar (perintah untuk mengajak atau menganjurkan hal-hal yang baik dan mencegah hal-hal yang buruk bagi masyarakat), kalau memang menentang dengan syariat Islam, menghina agama dan ulama ya akan kita kejar ke manapun,” kata Novel kepada wartawan BBC Indonesia, Nuraki Aziz.

    “Jadi kita tidak akan diamkan, siapapun, agama manapun, etnis manapun, suku manapun yang ketika dia sudah menghina agama Islam, menghina ulama, menghina al-Quran, maka akan kita kejar ke manapun,” tambahnya.

    Lalu bagaimana menurut Habib Novel ketika Rizieg dan FPI mengeluarkan pernyataan seperti ini ? Ahok itu musuh Islam, penyuka makanan babi, nggak pantas pimpin Jakarta!” teriak Ketua Umum FPI Rizieq Shihab yang berorasi dengan berapi-api di atas mobil komando di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2014).

    Saat pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab tengah memimpin orasi di atas mobil terbuka, massa menyambut orasi Rizieq dengan caci maki dan kata-kata kotor untuk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. “Tolak Ahok, Ahok An*ing kafir,” kata salah satu peserta demo yang memakai atribut FPI di kepalanya, Jumat (14/10).

    Apakah ini bukan bentuk hinaan ? Hinaan kepada pejabat negara dan mungkin bisa berafiliasi kepada agama tertentu dan suku tertentu. Apakah seorang Ulama yang anda hormat di izinkan mengeluarkan pernyataan seperti itu ?

    Dalam kasus persekusi ini, Habib Novel bisa juga berpendapat belum tentu ini ormas FPI, bisa juga ini merupakan orang-orang HTI yang mengatasnamakan FPI. HTI yang jelas-jelas ormas radikal terlarang di Indonesia dan sudah dipastikan akan dibubarkan sudah pasti akan mencari berbagai cara untuk bertahan.

    Melalui kasus persekusi ini, bisa saja HTI membonceng nama FPI supaya pemerintah berbenturan dengan FPI. Jadi pada kasus persekusi ini harus segera direspon oleh Kepolisian RI untuk memperjelas siapa orang yang melakukan sweeping di dunia maya. Bukankah Polisi juga sudah dibekali oleh Presiden Jokowi satu lembaga bernama Badan Siber Sandi Nasional ?

    Jadi, ayo Pak Polisi kami menunggu kepastian darimu. Keamanan dan kenyamanan kami sebagai warga negara Indonesia sangat bergantung kepadamu.

    Salam sweeping


    Penulis :   Nixson Manurung   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Sweeping Lagi, Sweeping Lagi Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top