728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 18 Juni 2017

    Susi Pudjiastuti Dipadukan Dengan Retno Marsudi, Kedaulatan Laut Indonesia Boleh Kalian Uji!

    Meskipun kurang ganteng, kata tetangga sebelah, harus diakui Jokowi jago memilih wanita. Wanita yang disukai Jokowi bukan model sosialita dengan tas bermerk mahal dan dandanan super mewah. Jokowi lebih menyukai mereka yang berotak dan bermental baja. Dan terbukti, para wanita di sekitar Jokowi yang “dilamarnya” sudah menunjukkan keperkasaannya, bukan saja di lingkup nasional tapi sudah berbicara global.

            Susi Pudjiastuti adalah srikandi laut yang mendengar namanya saja, para pencuri ikan dari negara asing sudah gemetar dengkulnya. Tidak pernah kompromi, ia melawan siapa saja yang melanggar wilayahnya meski itu negara besar seperti China.

            Retno Marsudi tidak kurang gagahnya. Badannya imut tapi nyalinya membuat lawannya surut.

            (Denny Siregar)



    Siapa yang tidak akan setuju dengan apa yang dituliskan, kekasih khayalanku, Denny Siregar, tentang kejelian Jokowi memilih orang-orang yang ada disekitanya?

    Keberanian Susi Pudjiastuti menangkap, menembak dan menenggelamkan setiap kapal laut yang masuk ke dalam daerah kekuasaan laut Indonesia boleh diuji oleh negara manapun. Yang baru saja terjadi, Susi menangkap dan menembak satu kapal layar yang ditemukan sedang mencuri ikan dan dia menahan 7 Anak Buah Kapal dari negara Tiongkok. Susi sangat yakin apa yang dia lakukan sudah benar.

    Dalam konferensi persnya, Susi menjelaskan bahwa Indonesia hanya memiliki perjanjian traditional fishing right yang terikat hukum internasional yaitu dengan negara Malaysia di Selat Malaka. Dia juga menegaskan bahwa Zona Ekonomi Eksklusive adalah masalah kedaulatan suatu negara. Siapapun yang masuk tanpa ijin dan mengambil yang bukan miliknya akan dianggap pelaku kriminal. Susi juga menyebur tidak hanya pengambilan ikan, tapi juga pengambilan karang, pasir bahkan air laut dari teritori Indonesia, dia bersama Satgas 115 akan dengan serius menangani kasus pencurian diwilayah laut Indonesia.

    “Untuk kita itu adalah pencurian di wilayah IUUF, Illegal Unreported Unregulated Fishing. Saya tidak peduli sekali lagi negara apa, kapal apa, punya siapa, ya mencuri ikan ya mencuri ikan. dan hari ini kita tegaskan bahwa saya dan Satgas 115 aka serius dan kita tidak akan melihat hubungan negara atau apa itu dan kita melihat ini murni percurian Ikan”

    Sementara itu Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, menanggapi protes Kementerian Luar Negeri Negari Tingkok mengenai penangkapan kapal Tiongkok di perairan Laut Cina Selatan mengatakan bahwa Indonesia akan tetap bertindak tegas pada setiap pelanggaran teritori. Retno Marsudi mengatakan bahwa Indonesia hanya memiliki masalah over lapping atau kasus klaim persingungan teritori dengan Malaysia dan Vietnam tapi tidak dengan negara Tiongkok. “Nanti terulang lagi karena sikap yang sama akan dilakukan lagi oleh Indonesia karena kasus yang sama terjadi lagi di Zona Eksklusive Ekonomi kita dan sudah sesuai dengan hukum internasional”

    Kekompakan dan sikap saling mendukung seperti ini adalah satu pemandangan yang sangat mengagumkan. Kerja sama antara dua Kementerian yaitu Kementerian Kelauatan dan Perikanan dan Kementerian Luar Negeri menghadapi setiap protes yang datang dari negara-negara tetangga sangatlah penting.

    Saya jadi heran, sepertinya para menteri wanita kita ini lebih mengadopsi jargonnya Presiden Jokowi tentang “ketegasan tanpa ragu” dibandingkan menteri-menteri priannya. Saya yakin saat ini banyak rakyat yang merasa geram pada Menteri Pendidikan yang begitu lambat mengambil keputusan dan melakukan gebrakan untuk perbaikan sistem pendidikan di Indonesia. Itu satu contoh yang kita tahu.

    Perpaduan antara Jokowi sebagai Presiden, Retno Marsudi sebagai Menteri Luar Negeri yang sangat memahami politik luar negeri dan Susi Pudjiastitu yang sangat piawai dan sangat memahami semua ilmu kelautan bisa dikatakan perpaduan maut bagi dunia Internasional.

    Penangkapan dan penembakan kapal laut Tiongkok kali ini adalah kali ketiga. Seharusnya Pemerintah Tiongkok menyerukan pada para nelayan mereka untuk stay away dari daerah teritori kelautan Indonesia. Tidak cukupkan ribuan kapal yang sudah ditenggelamkan menjadi contoh nyata untuk mereka? Jika apa yang Susi lakukan dan menuai protes dari Kementerian Luar Negeri Tiongkok yang disampaikan pada Menteri Luar Negeri Indonesia dan berhasil dipatahkan, lalu pihak Tiongkok masih tetap ngotot tidak mengakui terjadinya pencurian ikan, bukan hal yang mustahil jika Presiden Jokowi akan kembali mengunjungi kapal perang Indonesia di Laut Cina Selatan!

    Ketiga orang pemimpin ini benar-benar serius menjag alaut Indonesia! Saya merinding menuliskan keseriusan mereka menjaga daerah kekuasaan dan kedaulatan Indonesia di perairan yang mengelilingi Indonesia.



    Penulis    :      Erika Ebener     Sumber   :   Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Susi Pudjiastuti Dipadukan Dengan Retno Marsudi, Kedaulatan Laut Indonesia Boleh Kalian Uji! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top