728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 05 Juni 2017

    Superman Is Dead Tolak Pinangan Jokowi, Kaum Cabe-Cabean Tertawa, Sini Saya Skak Mat

    Beberapa waktu yang lalu, melalui akun media sosial Presiden Joko Widodo, beliau sempat memposting sebuah program dengan tema #JokowiMenjawab. Program ini mengusung semangat anak muda dan memberi ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk bebas memberikan pertanyaan apapun melalui kiriman video, dan nantinya setiap pertanyaan yang terpilih akan dijawab langsung oleh Presiden.

    Untuk menambah semangat kebangsaan dan nuansa anak muda, program #JokowiMenjawab diminta untuk menggunakan lagu dan cuplikan video dari Superman Is Dead dengan judul “Jadilah Legenda”.

    Berikut lirik lagu tersebut!

        Hembus angin yang terasa panas

        Keringat menetes di dada

        Tiada henti kau bekerja keras

        berjuang demi cinta

        Untuk Indonesia teruslah bertahan

        Walau dihancurkan disakiti kau tetap berdiri disini

        Untuk Indonesia jadilah legenda

        Kita bisa dan percaya

        Lihat laut dan indahnya ombak

        Gemulainya pohon kelapa

        Para gadis yang mulai menari

        Kibarkan merah putih


    Kira-kira seperti itulah lirik lagunya, memang terdengar sangat nasionalis dan bernuansa anak muda. Namun sepertinya tawaran dari pihak Jokowi ditolak oleh pihak SID terkhusus pencipta lagu tersebut Jerinx atau yang lebih dikenal dengan JRX.



    foto:jrxsid-tribunnews .com


    Ada tiga faktor yang melatari Jerinx keberatan dan tidak mau menerima tawaran dari Jokowi. Pertama, Jerinx beranggapan bahwa program #JokowiMenjawab sangat kental bernuansa politik.

    “But we all know, ini politik, untuk kepentingan RI 1, kita bisa saja menjual lagu tersebut, misalnya seharga 1 miliar dan saya yakin itu akan berhasil mengingat seberapa sering Jokowi menyebut nama SID dalam wawancara. Tapi saya menolaknya,” ujar JRX dilansir TribunStyle.com dari laman warningmagz.

    Kedua, Jerinx beranggapan bahwa Jokowi melanggar HAM (Hak Asasi Manusia) , itu terkait dengan adanya korban jiwa dalam kasus semen di Rembang. “Saat ini kasus Kendeng sedang memerlukan solidaritas penuh.”

    Dan yang ketiga, bahwa Jerinx dan SID masih belum terima sikap Jokowi yang membiarkan reklamasi di Teluk Benoa, Bali. “Hal ini juga saya lakukan sebagai peringatan kepada beliau jika saya atau SID tidak selalu 100 persen mendukung kebijakannya. Saya bukan musisi istana,” tambah JRX.

    Saya rasa disini perlu diluruskan beberapa hal, terkait sikap SID terkhusus Jerinx yang mengatakan #JokowiMenjawab adalah bagian dari bentuk kampanye Jokowi. Ini sama sekali tidak benar, tidak ada bukti mengarah kesitu. Jika ini memang murni untuk kampanye,untuk apa Jokowi capek-capek mengajak SID bekerja sama, toh juga disekeliling Jokowi berderet para musisi nasional yang mendukung beliau naik jadi Presiden.

    Saya rasa bukan hal yang sulit bagi Jokowi untuk mengajak Slank atau Iwan Fals untuk mau memberikan lagunya sebagai soundtrack #JokowiMenjawab, toh lagu-lagu Slank dan Iwan Fals bejibun bertema sosial, perjuangan, politik, dan semangat. Tapi walaupun begitu, kaum cabe-cabean terus tertawa dan kekeuh mengatakan bahwa lagu SID akan dipake untuk pencitraan si Joko. Begitu yang ditulis oleh Ipung Sugiri!

    Biasanya kaum sakit hati yang gagal move on selalu mencari bahan bullyan untuk sekedar melampiaskan kekesalannya. Jikapun seandainya head to head masalah banyaknya fans, saya rasa lebih banyak fans dari Slank atau Iwan Fals daripada SID. Lagian fans tidak bisa diarahkan untuk memilih calon tertentu, mereka punya pilihan sendiri, dan pilihan itu mutlak dan bebas dari ikatan apapun. Jadi sangat tidak masuk akal mengait-ngaitkan ini sebagai ajang kampanye.

    Yang benarnya adalah, ajakan Jokowi menggandeng SID murni sebagai bentuk apresiasi terhadap karya anak muda. Karena ini merupakan bagian dari janji program Jokowi, yakni memajukan industri kreatif Indonesia sebagaimana yang sering beliau utarakan. Namun apapun itu, sikap SID tidak bisa diintervensi oleh siapapun, dan kita harus terima itu.

    Mengenai kasus kedua, terkait pelanggaran HAM yang membuat SID menolak pinangan Jokowi, inipun tidak benar sama sekali. Kasus penolakan pabrik semen di Rembang yang dinilai merusak lingkungan dan melanggar AMDAL, ini hanya pembodohan dan konspirasi saja dari kompetitor PT.Semen Indonesia dan perusuh yang tidak setuju dengan kebijakan Jokowi. Kompetitor semen asing yang mulai tergerus akan dukungan penuh pemerintah dalam mendukung pabrik semen lokal membuat kompetitor PT.Semen Indonesia melalukan konspirasi terhadap warga sekitar yang berdekatan dengan pabrik tersebut. Dan warga yang gampang dibodohi pun hanya nganguk-nganguk saja. Disuruh disemen kakinya , mau-mau saja,setelah mati karena kebodohan dan kekonyolannya sendiri, sekarang tuduh-tuduh Jokowi melanggar HAM dan tidak memihak rakyat kecil. Situ sehat?

    Tapi, anehnya kebanyakan orang yang demo tersebut bukan warga Rembang yang terkena dampaknya, melainkan warga Blora dan PATI yang daerahnya agak berjauhan dari pabrik semen tersebut. Seharusnya kaum cabe-cabean berpikir, bukankah ini ada kejanggalan? Kenapa warga Rembang yang tanahnya digunakan pabrik semen dan terkena dampak langsung tidak melakukan aksi demo, sementara orang diluar Rembang malah berdemo?

    Ini selaras sebagaimana pernyataan Bupati Rembang, “Mereka penolak semen itu ada yang dari Blora dan Pati. Kalau yang menolak itu sangat kecil sekali, tidak sampai 5 persen. Bukan warga Rembang yang terkena dampak,” Ucapnya.

    Warga Rembang tidak berdemo karena jelas mereka sudah merasakan dampak positfnya, yakni lapangan kerja bagi warga Rembang untuk bekerja di pabrik semen, dan mereka tidak merasakan adanya pelanggaran AMDAL. Jadi ini pertanyaan besarnya , kenapa Ibu Patmi yang bukan warga Rembang,ikut demo dan mau mati?

    Mengenai kasus ketiga masalah reklamasi Teluk Benoa di Bali yang dinilai merusak lingkungan, juga merusak tata sosial budaya masyarakat setempat menjadi alasan band asal Bali ini menolak ajakan SID. SID yang merupakan asli orang Bali tidak terima laut ‘dikotori’ hanya untuk pembangunan infrastruktur. SID juga pasti sepandangan dengan delegasi tertentu yang mengatakan, “laut sangat disucikan dalam ritual agama Hindu oleh masyarakat Bali sebagai Ibu Semesta sehingga reklamasi juga dinilai akan merusak kearifan semesta.”


    reklamasi teluk benoa-Tempo.co


    Tapi apapun itu, seharusnya semuanya sudah selesai setelah semua pihak duduk bersama terkait masalah reklamasi Teluk Benoa. Dan reklamasi Teluk Benoa harus tetap dijalankan untuk menghindari pulau pudut dari kepunahan dan untuk menaikkan ekonomi masyarakat sekitar.

    “Pulau Pudut yang berada di sekitar Teluk Benoa perlahan-lahan tenggelam. Dengan melakukan reklamasi, pulau ini akan terangkat kembali,” kata Rachman yang juga merupaka juru bicara aksi.

    Begitulah Kura-Kura


    Penulis :  Tiur Panondang 17       SUmber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Superman Is Dead Tolak Pinangan Jokowi, Kaum Cabe-Cabean Tertawa, Sini Saya Skak Mat Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top