728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 06 Juni 2017

    Sosok Pemimpin Sederhana Merupakan Barang Langka

    Itu satu kata dari saya untuk Presiden kita…

    Kalau kita bicara kecerdasan seorang pemimpin, rasanya setiap pemimpin memang dituntut untuk cerdas. Namun, Jokowi menjadi sangat OUTSTANDING, ketika kecerdasan Jokowi benar-benar diatas rata-rata, selain juga karena presiden Indonesia sebelum dia memiliki kecerdasan yang sangat standar atau “biasa-biasa” saja kecuali presiden pertama.

    Yang pasti, pemimpin yang dekat dengan raykat dan sederhana adalah pemimpin yang menjadi dambaan masyaratkat saat ini. Pemimpin yang ada sebelum era Jokowi seperti menjaga jarak dengan rakyat. Munculnya Jokowi dengan kesederhanaannya jelas akan menumbuhkan kepercayaan publik tentang pemimpin yang sederhana dam merakyat.

            Sosok pemimpin yang sederhana merupakan barang langka. Sebab, publik selalu dihadapkan pada pimpinan yang selalu duduk di puncak Tugu Monas. Figur pemimpin yang sederhana dalam kondisi saat ini jelas sangat berpengaruh pada tingkat akseptabilitas publik.

    Dan sifat sederhana itulah yang paling menonjol dari Jokowi yang mampu merubah mental bangsa, merubah cara pandang dan perilaku bangsa, tentu saja tidak ketinggalan semua bawahan dia. Ditahun-tahun pertama kepemimpinannya, mungkin banyak orang kelimpungan karena tidak biasa dan mereka dibuat tidak berkutik untuk tidak mencontoh dan mengikuti perilakunya. Kalau tidak, akan banyak orang berkata, “Apa tidak malu sama Jokowi?”.

    Sifat sederhananya Jokowi, tidak hanya Jokowi, Ibu Iriana dan putra-putri Jokowi memiliki sifat yang sama. Namanya suami-istri, mereka benar-benar sepasang manusia yang istimewa. Sejak memiliki ibu negara yang sangat sederhana, penampilan ibu-ibu pejabat lain pun lambat laun berubah tidak se-wah dahulu kala. Jangan harap bisa bawa kamera kemana-mana walaupun Ibu iriana tidak melarangnya.

    Bayangkan! Berpuluh tahun semua Pemimpin dan Pejabat Indonesia punya perilaku bak ratu dan raja, besar kepala dan memperlakukan bawahan seperti hamba sahaya. Mungkin tidak semua, tapi seperti itulah umumnya mereka. Kalau mengadakan rapat, seringnya diluar kota dan diadakan di hotel bintang lima. Kehidupan pribadi mereka tak ubah layaknya para pengusaha, padahal gaji dan uang mereka dibayar oleh pajak negara yang sumbernya dari rakyat seperti kita.

    Bagaimana kalau kita menjamu mereka? Hoo, jangan salah semua harus dengan fasilitas VVIP. Terbang dengan kelas pertama dipesawat yang kalau bisa, terbangnya paling cepat di Indonesia. Untung di Indonesia tidak ada penerbangan domestic yang menggunakan pesawat concorde, kalau ada mungkin isinya hanya untuk para pejabat dan pengusaha. Menjamu Jokowi? Gampang! Cukup teh panas manis dan gorengan! Jokowi akan sudah sangat senang karena itu adalah makanan dan minuman kesayangan.

    Kesederhanaan Presiden Jokowi tidak hanya terlihat dari perilaku saja, tapi cara berpikir beliau pun sederhana. Saking sederhananya, banyak orang sulit menangkap dan memahami jalan pikiran seorang Jokowi. Mereka baru akan memahami setelah semuanya terjadi dan sudah menjadi sebuah resume. Tapi saat sedang terjadi, banyak orang disekitar Presiden Jokowi menemukan diri mereka kerepotan. Ini terjadi mulai dari Paspampres sampai jajaran kabinet kerja.

    Kesederhanaan cara pikir Jokowi juga yang membuat lawan politik dia kesulitan untuk menebak langkah apa yang akan diambilnya. Jokowi sangat piawai memainkan emosi lawan dengan kesederhanaannya.

    Kesederhanaan Jokowi juga mencengankan rakyat Indonesia. Menjadikan kemeja putih lengan panjang sebagai pakaian dinas sehari-hari dan pakaian lapangan adalah hal yang luar biasa. Pakaian tersebut selalu ia kenakan, baik saat berkantor maupun blusukan menyambangi rakyatnya diseluruh Indonesia.

    Pesan yang disampaikan Jokowi dengan pakaian yang dia canangkan sebagai pakaian seragam sangatlah mendalam. Putih adalah putih. Perlambang kesucian niat, kebersihan hati, kemurnian pikiran dan peleburan dari segala warna. Tidak membedakan kaya miskin, ketika semua berpakaian putih, semua terlihat sama dan sejajar. Tapi jangan salah loh. Pemaparan saya yang terlihat “wah” tentang warna putihnya Jokowi sangat bertolak belakang dengan alasan kenapa Jokowi menyukai kemeja putih lengan panjang yang dia padukan dengan celana panjang hitam, “Alasannya karena harganya murah. Ya setiap hari saya selalu pakai baju putih begini. Ada yang harganya Rp 50 ribu, 70 ribu,” kata Jokowi dalam Seminar Dewan Guru Besar UI bertema ‘Indonesia Menjawab Tantangan; Kepemimpinan Menjadi Bangsa Pemenang’ di Aula FK UI, Salemba, Jakarta Pusat, Sabtu (30/11/2013).

    Ada satu kejadian yang saya sendiri bingung, ini karena Jokowi yang sederhana atau jokowi yang memang setengah gila. Atau, Jokowi lupa apa jabatan dia sekarang? Sudah menjadi presidenpun dia bisa dengan leluasa memesan tiket pesawat kelas ekonomi untuk pergi ke Singapura menghadiri wisuda anak duanya. Ya ampun Bapak! bapak ini sudah menjadi Presiden, orang nomor 1 di Indonesia, keselamatan Bapak sangat amat penting diatas keselamatan seluruh rakyat Indonesia karena Bapak adalah simbol negara! Tapi Jokowi menegaskan kedatangannya ke Singapura bukanlah urusan kenegaraan melainkan urusan pribadi, sehingga Jokowi tidak memanfaatkan fasilitas seperti pesawat keprisedan. Namun demi menjaga keselamatan orang nomer satu di Indonesia, beberapa paspampres ikut mendampinginya di Negeri Singa tersebut.
    Ternyata tindakan Jokowi pergi ke Singapura dengan menaiki kelas ekonomi menjadi berita internasional yang cukup menghebohkan. Sejumlah media asing ramai membicarakan kejadian dimana Presiden sebuah negara naik pesawat terbang umum layaknya warga biasa. Gokil juga ya presiden kita!
    Tidak hanya itu saja, keserhanaan cara pikir Jokowi membuat dia mampu untuk memahami apa yang rakyat Indonesia pikirkan. Misalnya, Presiden Jokowi sangat paham bahwa rakyat yang meminta berfoto dengan dirinya adalah penting untuk mereka. Jokowi dengan sabar berdiri dan berfoto kapanpun dimanapun dengan siapapun. Buat Jokowi, seluruh rakyat Indonesia adalah sama. Diapun tidak segan-segannya ikut melihat atau mengecek apakah foto yang barus dijepret hasilnya bagus atau tidak. Kalau tidak Jokowi juga tidak keberatan untuk difoto kembali.
    Masih ingat foto Jokowi yang tanpa kesungkanan memegang payung sendiri dan bahkan memayungi Gubernur Papua? Foto ini ramai beredar di media sosial. Foto tersebut pun langsung viral dan menjadi pembicaraan para pengguna media sosial, terutama di Twitter. Pengguna Akun @dbeelilipaly malah menulis, “yang begini ini baru langka. Sekelas Presiden (RI 1) mau memayungi Gubernur Papua”. 

    Kejadian Jokowi memayungi orang lain atau dirinya sendiri sudah sering kita lihat. Jokowi pernah memegang payung sendiri, sementara Menteri BUMN, Rini Soemarsono dan Direktur Utama PLN, Sofyan Basir berada bersama dia dibawah payung yang sama. Lalu adegan Jokowi yang memayungi Raja Salman ketika hujan deras. Fotonya juga viral karena jelas terlihat Jokowi benar-benar basah kuyup demi melindungi sang tamu dari guyuran hujan.
    Foto terakhir yang akan saya perlihatan sebagai bagian dari kesederhanaan Jokowi adalah foto ketika Jokowi mengadakan rapat dadak dengan siapa waktu itu saya tidak tahu. Ini foto favorite saya. Saya menyimpannya dan menggunakan foto ini sebagai cover facebookn cukup lama. Apa yang menbuat saya sangat menyukai foto Jokowi yang satu ini? Adalah apa yang disajikan diatas meja dan tempat dimana dia mengadakan rapat. Tidak pernah sekalipun kita melihat sosok pemimpin Indonesia yang begitu sederhana. Saya tidak bisa menulis banyak tapi foto ini punya banyak cerita.

    Kesederhanaa Jokowi bisa dikatakan adalah pendobrak adat. percaya atau tidak, setelah kepemimpinan Jokowi, rakyat akan lebih menyoroti kesederhanaan calon-calon pemimpin yang muncul di Indonesia.



    Penulis   :  Erika Ebener   Sumber :  Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Sosok Pemimpin Sederhana Merupakan Barang Langka Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top