728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 03 Juni 2017

    Soal Persekusi, Presiden Seolah Bilang: FPI Rese Kalo Lagi Laper!

    Kemarin, hari ketujuh bulan Ramadhan, Presiden Jokowi berkesempatan berbuka puasa bersama di rumah ketua MPR Zulkifli Hasan. Setelah acara buka puasa selesai, para wartaawan yang sejak awal menanti Presiden pun berusaha mencegat untuk menanyakan beeberapa hal.

    Jokowi kemudian menyiapkan secarik kertas di tangannya. Zulkifli pun sudah bersiap mendampingi Jokowi. Pertanyaan muncul seputar aksi persekusi yang belakangan muncul. Kasus pemburuan sewenang-wenang atau main hakim sendiri terhadap seseorang yang dilakukan oleh FPI.

    “ini saya kasih siapa ya?” tanya Jokowi sambil memegang kertas.

    Kemudian salah seorang wartawan menjawab “Bapak saja yang baca.”

    “Enggak deh, saya kasih kamu saja,” jawab Jokowi yang kemudian berlalu meninggalkan kerumunan wartawan, menuju mobil RI 1 yang sudah terparkir. Sepanjang perjalanan Presiden seperti tak kuasa menahan tawa, karena kertas yang biasanya merupakan pernyataan tertulis, ternyata hanyalah kerta berisi menu makanan yang disantap saat buka puasa. Mulai dari Empal Gentong, Soto Solo, Nasi Bali, Tantan Noodle, Sate Padang, Sop Kaki Kambing, Laksa Betawi, Truffle Beef Bowl dan aneka macam minuman seperti Pancong Kopyor, Assorted Ice in Glass, Es Kopyor, es pelangi dan exotic fresh fruits.

    Sontak tingkah Jokowi ini membuat semua wartawan yang sedari tadi menanti, menanyakan pertanyaan-pertanyaan sangat serius, jadi tertawa terbahak-bahak dan lupa dengan pertanyaannya. Hahahha

    Sebelum membahas komunikasi politik yang luar biasa ini, saya cukup salut dengan wibawa dan kharisma Presiden Jokowi. Wartawan yang sudah menunggu lama, kemudian dikerjai dengan menu buka puasa, rupanya tidak membuat mereka sakit hati atau kecewa. Malah mereka bisa sama-sama tertawa dan menerimanya dengan suka cita.

    Apa yang dilakukan Presiden Jokowi ini tidak mudah. Teman-teman pembaca Seword boleh coba. Saat ada teman bertanya serius, misal ingin pinjam uang, coba saja beri kertas berisi menu makanan, saya tak yakin teman kalian itu bisa tertawa. Malah sangat mungkin tersinggung sekali. Tapi Presiden berhasil membuat wartawan tertawa, artinya wibawa, kharisma serta hubungan Presiden dengan wartawan selama ini benar-benar berlangsung sangat baik.

    Soal persekusi, Jokowi seolah bilang: FPI rese kalo lagi laper

    Menurut pengalaman, komunikasi Presiden Jokowi selama ini bisa dibilang cukup unik dan liar. Menyinggung dan meruntuhkan mental lawannya, tanpa perlu mengatakan sepatah kata. Contoh saja kasus Papa Minta Saham.

    Saat MKD terlihat begitu hati-hati dalam menindak Setya Novanto. Sementara Sudirman Said terlihat begitu agresif dalam melaporkan Setnov. Presiden menanggapi hal tersebut dengan mengundang sejumlah pelawak seperti Sule, Andre, Indro dan teman-temannya ke Istana untuk makan malam. Bukan makan malam biasa tentunya, mengingat tepat di malam dan jam yang sama, MKD melaksanakan sidang untuk Setnov. Tawa Presiden di Istana bersama para pelawak menjadi catatan sejarah yang sulit dilupakan. Tawanya adalah tawa terhadap sidang di MKD, seolah tertawa bersama para pelawak jauh lebih penting daripada mengamati proses sidang.

    Pernah juga China melakukan protes keras terhadap Indonesia karena kapal nelayan mereka ditangkap oleh TNI AL. Lebih dari itu, TNI menindak tegas dengan menembak kapal pencuri ikan di laut Indonesia. China mengklaim bahwa itu merupakan kawasan tradisional nelayan China. Sehingga beberapa kali kapal nelayan China itu kerap dikawal oleh kapal angkatan laut China.

    Protes keras, insiden demi insiden saling tabrak dan tembak, membuat politik luar negeri dan hubungan Indonesia China memanas. Menanggapi hal ini, Presiden Jokowi langsung merespon tak kalah tegas, namun sekali lagi bukan dengan pernyataan atau komentar, melainkan mengadakan rapat bersama 10 menteri kabinet di atas kapal perang KRI Imam Bonjol.

    Sontak ini menjadi berita internasional, dan semua sepakat bahwa ini adalah simbol bahwa Presiden Jokowi tidak main-main soal isu teritorial dan kedaulatan wilayah Indonesia. Lebih dari itu, TNI mengirimkan 5 kapal perangnya ke Natuna agar tidak lagi terjadi insiden saling senggol dengan kapal China.

    “Tak perlu koordinasi dengan Cina ihwal penembakan kapal pencuri ikan. Itu sudah jelas wilayah Indonesia”, kata Gatot Nurmantyo, Panglima TNI.

    Dan benar saja, setelah itu tak ada lagi kejadian kapal China menyenggol atau melakukan manuver di Natuna. Tak ada lagi protes keras atau kecaman. Mereka seketika bungkam setelah Presiden Jokowi melakukan rapat kabinet di atas kapal perang di laut Natuna.

    Dengan catatan komunikasi simbol Jokowi, maka apa yang terjadi kemarin, dengan memberikan kertas menu makanan kepada wartawan saat ditanya soal kasus-kasus persekusi, saya melihat Presiden seperti ingin mengatakan bahwa pelaku persekusi itu mulai lapar, jadi perlu diberi makan. Inilah kenapa Presiden Jokowi memberi kertas berisi menu makanan.

    Insting kuat Presiden di sini sangat terlihat. Beliau peka sekali dengan isu terkini dan sangat yakin akan ditanyakan oleh wartawan. Sehingga kertas menu makanan yang diberikan pada wartawan tersebut pun pasti bukan karena kebetulan, melainkan memang sudang diniatkan dan direncanakan oleh Presiden, sebagai jawaban telak atas serangkaian kasus persekusi.

    Sampai di sini saya jadi teringat iklan snikers, “Lo rese kalo lagi laper.” Hahaha dalam iklan tersebut, ada satu orang yang minta teman di sebelahnya untuk geser karena tempat duduknya sempit. Padahal itu karena dianya saja yang cari gara-gara dengan bergeser ke tengah, berlawanan dari pintu mobil. Melihat kejadian ini, teman yang duduk di bangku depannya kemudian memberikan snikers.

    “Ambil nih”

    “Apaan tuh?”

    “Lo rese kalo lagi laper….”

    Saya melihat secarik kertas menu makanan dan pertanyaan terkait persekusi yang dilakukan oleh FPI, sangat ada hubungannya dengan instruksi Presiden pada Desember 2014 lalu. saat itu Presiden menginstruksikan agar dana bansos untuk ormas dihapus.

    “Atas perintah Pak Presiden, dana bansos akan ditarik secara nasional,” ujar Tjahjo di kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (22/12/2014) pagi.

    Jadi semua pertanyaan mengapa ada persekusi dan aksi-aksi tidak masuk akal lainnya, jawaban Presiden adalah menu makanan. Itu jawaban yang sangat serius dari seorang Jokowi, yang harus disadari oleh kita semua. Sekali lagi, Lo rese kalo lagi laper….Begitulah kura-kura.


    Penulis :   Alifurrahman    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Soal Persekusi, Presiden Seolah Bilang: FPI Rese Kalo Lagi Laper! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top