728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 08 Juni 2017

    Simak! Inilah yang Akan Dialami Para Pembenci Jokowi

    Setiap kepala negara, pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya. Begitu juga presiden Indonesia, dari masa ke masa, memiliki karakter dan keunggulan berbeda-beda. Tak terkecuali Ir H Joko Widodo alias Jokowi yang kini menjadi kepala negara ini. Tentu memiliki kelebihan tersendiri, termasuk beragam prestasi yang sudah berhasil ditorehkan. Lalu, kenapa masih ada yang tidak suka dengan kinerjanya?

    Dari sisi postur dan penampilan, boleh jadi rakyat sempat ragu akan ketegasan dari Jokowi. Tapi siapa sangka, di era Jokowi lah muncul tim Sapu Bersih Pungutan Liar alias Saber Pungli. Hasilnya tidak main-main, banyak sudah aparat negara yang tertangkap tangan. Dari mulai setingkat ketua Rukun Tetangga (RT) sampai tingkat pejabat negara. Semuanya dikeler dan dibawa ke kursi pesakitan.

    Baru di era Jokowi pula pembangunan infrastruktur di kawasan timur Indonesia benar-benar digenjot. Hasilnya, makin banyak jalan beraspal yang kini bisa dinikmati rakyat.

    Bagi yang tidak mendukung Jokowi, bahkan yang sejak awal tidak suka dengan pria bertubuh kerempeng ini, pada akhirnya akan selalu nyinyir. Pendek kata, kepemimpinannya selalu disindir, karena dianggap tidak mampu.

    Padahal, sebelum memberikan penilaian kepada Pakde Jokowi, coba tanyakan kepada diri sendiri, apakah sudah mampu melakukan hal yang sama, atau minimal menorehkan prestasi yang membuat bangsa ini bangga.

    Setiap individu, tentu saja boleh merasa bangga dengan apa yang dimiliki saat ini. Tapi bukan berarti lantas bebas melakukan penghinaan terhadap orang lain. Bangga berlebihan alias sombong, merupakan sifat yang secara tidak disengaja bisa muncul kapan saja. Sebab nyatanya, di setiap diri manusia, sifat sombong ini memang akan selalu ada. Bergantung pada diri sendiri, mampu atau tidak mengendalikan perasaan sombong tersebut.

    Yang perlu dipahami mulai saat ini adalah, ketika seseorang menghina atau meremehkan orang lain, sejatinya orang itu sedang ‘merusak’ dirinya sendiri. Menilai rendah orang lain, apalagi seorang kepala negara, hanya akan membuat energi dalam diri sendiri mengalami kebocoran fatal.

    Saat menghina orang lain, efek negatifnya akan kembali kepada mereka yang sudah melakukan penghinaan tersebut. Seperti halnya bumerang, setelah dilemparkan, akan kembali ke dirinya sendiri.

    Menghina orang lain, tak ubahnya sebuah mobil yang sedang melaju kencang, namun tiba-tiba tertusuk paku. Hinaan itulah yang menjadi pakunya. Akibatnya, mobil tentu tidak bisa lagi berjalan dengan lancar. Boleh jadi, mobil pun bisa jadi mogok total ketika ban mengalami kerusakan yang sangat parah. Kalau sudah begini, mobil tak bisa melaju, otomatis mobil lain dengan mudah akan menyalip karena tidak ada perlawanan.

    Itulah jawaban, kenapa orang yang melakukan penghinaan, pada akhirnya bisa disalip oleh orang yang sebelumnya dia hina. Anda pernah dihina atau diremehkan orang lain? Lantas, apa yang terjadi pada orang yang menghina Anda? Apakah hidupnya lebih baik atau kini Anda sudah bisa melaluinya?

    Itulah yang terjadi pada Presiden Jokowi saat ini. Ketika orang lain sedang sibuk menghina, mencemooh, hingga nyinyir atas kinerjanya, namun satu demi satu, keberhasilan itu justru semakin muncul ke permukaan. Alih-alih menjatuhkan performa Jokowi, para pembenci Jokowi malah semakin kejang-kejang melihat fakta keberhasilan Jokowi yang terus membubung.

    Mari lihat penjelasannya secara ilmiah. Menurut hasil penelitian guru besar David R. Hawkins melalui disertasinya berjudul Qualitative and Quantitative Analysis and Calibration of The Level of Human Consciousness disebutkan, menghina atau merendahkan orang lain, level energinya rendah yakni 10 pangkat 175 lux. Lux adalah satuan yang dipakai untuk mengukur energi cahaya.

    Lantas bagaimana dengan respons orang yang dihina. Jika setelah dihina yang muncul adalah perasaan malu, maka energinya akan menjadi lebih rendah yakni 10 pangkat 20 lux. Sementara jika yang muncul perasaan bersalah, energinya hanya 10 pangkat 30 lux. Namun jika yang muncul adalah perasaan putus asa, energinya menjadi 10 pangkat 50 lux.

    Nah di sinilah kehebatan Pakde. Di tengah hujatan, cacian bahkan hinaan, mantan gubernur DKI Jakarta ini tetap jalan dengan kepala tegap, menatap masa depan, mengerjakan semua yang patut dikerjakannya.

    Dari hasil penilitian David R. Hawkins itu sudah jelas, hindari perasaan malu, putus asa atau rasa bersalah. Jika itu terjadi, tentu Jokowi akan semakin terpuruk dan energinya akan semakin drop. Akibatnya, energi si penghina justru akan semakin besar dan benar-benar merasa menang, di atas angina.

    Maka perhatikan, diserang sekuat apa pun, Jokowi hanya melemparkan senyum khasnya, dan enggan menyerang balik musuh-musuh politiknya. Sikap positif dan besarnya keyakinan dari Jokowi, justru menjadikan energinya langsung naik menjadi 10 pangkat 250 lux. Sikap itulah yang membuat lawan politiknya semakin kejang-kejang dan meradang.

    Lebih dari itu, Jokowi terlihat tetap semangat dan selalu optimistis akan kemajuan bangsa ini. Sesuai penilaian dari David tersebut, ketika Jokowi memiliki perasaan optimisme, maka energinya semakin tinggi lagi yakni 10 pangkat 310 lux.

    Luar biasanya lagi, energi Jokowi seolah tidak pernah habis dan tak pernah merasa lelah. Padahal, betapa beliau sering berkunjung ke wilayah Timur Indonesia yang kondisinya sangat memprihatinkan dan betul-betul membutuhkan sentuhan pembangunan.

    Ternyata, tambahan energi yang luar biasa itu didapat Jokowi dari sikapnya yang mudah memaafkan. Menurut penilaian David, saat memaafkan orang lain, maka tambahan energi yang diterima diri sendiri mencapai 10 pangkat 350 lux. Itulah kenapa, ketika Anda berhasil memaafkan kesalahan yang sudah diperbuat orang lain kepada diri Anda, maka Anda sendiri yang akan merasakan dampak positifnya.

    Ternyata, masih ada tambahan energi lain yang didapat Jokowi. Apa itu? Kesenangannya di tempat yang jauh dari kebisingan kota, di pelosok dan pedalaman, justru menambah besarnya energi. Sebab menurut perhitungan David, ketika seseorang berada di tempat yang selalu tenang dan hening, ditambah perasaan santai dan bersuka cita, energi semakin melonjak di angka 10 pangkat 540 lux. Benar-benar energi yang dahsyat sebagai modal untuk memimpin negeri yang luas ini.

    Maka, hindari menghina, merendahkan, atau meremehkan orang lain. Apalagi sampai menganggap enteng seorang kepala negara. Mari sikapi semua persoalan dengan damai dan sukacita, agar selalu ada energi melimpah yang bisa dinikmati untuk mempercepat menarik semua impian Anda.

    Bagaimana menurut Anda? (*)

    #JokowiUntukIndonesia




    Penulis :    Endro S Efendi   Sumber :  Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Simak! Inilah yang Akan Dialami Para Pembenci Jokowi Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top