728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 08 Juni 2017

    Serukan #BoikotIndosat, Tuduh Indosat Pecat Karyawannya, Alumni 212 Sudah Gelap Mata?

    Baru-baru ini gerakan boikot-boikotan kembali terjadi. Setelah kita sempat dihebohkan dengan boikot sari roti, kini heboh namanya gerakan #BoikotIndosat. Entah apa yang terjjadi pada kaum bumi datar dan bersumbu pendek, mereka seperti tidak sadar apa efek buruk gerakan boikot yang mereka lakukan.

    Apalagi mereka malah senang karena efek dari gerakan #BoikotIndosat ini malah membuat saham Indosat anjlok. Dengan anjloknya saham Indosat ini ssaran tembak mereka yaitu Chief Executive Officer (CEO) Indosat, Alexander Rusli akan kena kritik dan berharap segera dipecat dari jabatannya.

    Loh?? Apa hubungan gerakan boikot dan Alexander Rusli??

    Ternyata gerakan boikot indosat ini adalah bentuk perlawanan karena mereka mendengar kabar, kalau salah satu pembela ulama besar mereka dan juga yang mencaci maki pemerintah saat ini, Riko M Ferajab dipecat dari Indosat. Riko yang menjabat sebagai Manajer Business Inteligent & Reporting Indosat bahkan mereka tuding menjadi korban persekusi.

    Tanpa mencari klarifikasi yang sebenarnya, para alumni 212 ini dengan gencar mentrendingtopickan tagar tersebut. Seperti mendapatkan hasil dari usaha mereka menghebohkan seruan tersebut, saham Indosat pun jeblok. Mereka merasa senang dan kembali begitu bersemangat untuk menggencarkan serangan tagar #BoikotIndosat.

    Lalu benarkan Riko dipecat oleh Indosat?? Beginilah klarifikasi dari Indosat..

        “Pegawai itu tidak kami pecat. Sama sekali tidak ada pemecatan. Sudah diajak bicara oleh atasannya langsung, dan bukan oleh HRD. Dia menerima secara terbuka teguran itu dan masih bekerja seperti biasa,” kata Deva Rachman, Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo

        Lalu mengapa para alumni 212 menganggap bahwa Riko telah dipecat?? Ternyata mereka salah menangkap maksud dari pernyataan Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli, yang menyatakan “perusahaan kami tidak tolerate sama sekali pegawai yang anti NKRI.” Alexander juga sempat menyebut ada “langkah sudah diambil.”

    Klarifikasi juga dilakukan oleh Pak Said Didu. Tetapi tidak juga digubris mereka.

        Muhammad Said Didu‏ @saididu 6

        Sjk tadi malam sampai saat ini saya terus komunikasi dg Pak @alexanderrusli tdk ada pemecatan karyawan.

    Namanya kumpulan orang-orang yang memiliki sumbu pendek dimana emosi lebih cepat panas daripada otak dan logika dipakai, mereka begitu gampang terhasut. Hasutan tentu saja dilakukan oleh akun twitter yang memang kerjanya menuding yang tidak-tidak dan memfitnah. Di twitter akun-akun hasutan banyak beredar.

    Inilah beberapa contohnya..

        SiBonekaKayu‏ @SiBonekaKayu

        Kabar pemecatan bukan isu. @alexanderrusli yg mengumbar. Karyawan dikriminalisasi. @IndosatCare jgn putar balik fakta. #BoikotIndosat

        Mas Piyu‏ @maspiyuuu 5

        Ooredoo Qatar Justru Begitu Membela Agama dan Ulama, Kenapa Disini Sebaliknya? http://bit.ly/2rTcY8c #BoikotIndosat

    Padahal, Majelis Ulama Indonesia telah menerbitkan Fatwa MUI Nomor 24 tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah melalui Media Sosial. Dalam fatwanya tersebut MUI menyebutkan, setiap Muslim yang bermuamalah melalui media sosial diharamkan melakukan gibah (membicarakan keburukan atau aib orang lain), fitnah, namimah (adu domba), dan penyebaran permusuhan.

    Mengapa alumni 212 tidak mengindahkan Fatwa MUI ini?? Bukankah alumni 212 ini juga dikenal sebagai penyongsong dan penggerak utama saat aksi bela Islam dengan target memenjarakan Ahok?? Alumni 212 yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) MUI dengan sangat militan berjuang untuk membela fatwa MUI terhadap Ahok.

    Lalu mengapa sekarang mereka tidak lagi peduli dan menggubris Fatwa MUI ini?? Sepertinya mereka ini hanya memanfaatkan Fatwa MUI sesuai dengan apa yang dikehendaki mereka, jika tidak maka tidak diindahkan dan disingkirkan. Menuduh Riko dipecat padahal tidak dan terus menyerukan #BoikotIndosat yang merupakan ungkapan kebencian sangat tidak sejalan dengan Fatwa MUI.

    Kalau kita coba lihat hastag #BoikotIndosat, maka kita akan bisa lihat betapa ujaran kebencian tidak mendasar dan cenderung fitnah ini sudah begitu menyebar. Sasarannya ingin menjatuhkan Alexander Rusli sang CEO. Apa yang akan didapatkan mereka kalau Rusli berhasil dijatuhkan?? Sampai saat ini tidak ada jawabannya.

    Saya sendiri menduga mereka ini hanya sedang memuaskan perasaan dendam dan kebencian kepada siapa saja yang melakukan tindakan kepada para pendukung Rizieq Shihab. Intinya bagi mereka, setiap orang yang mengkritik dan menyerang Rizieq adalah musuh yang halal untuk dijatuhkan dan diserang membabi buta.

    Saya jadi bertanya-tanya dalam hati, benarkah mereka ini sedang berpuasa?? Ataukah mereka-mereka ini masih mensakralkan Bulan ramadhan?? Bukannya menahan diri melakukan aksi boikot, malah terus menyebarkan seruan kebencian tidak mendasar tersebut.

    Kalau sudah begini, entah harus dengan apalagi mereka bisa menahan diri?? Fatwa MUI tidak diindahkan, Bulan ramadhan juga tidak lagi dikuduskan. Mereka malah mengotori bulan Ramadahn dengan ucapan-ucapan kebencian. Mungkinkah para alumni 212 ini sudah gelap mata?? Mata hati dan nurani yang tertutup perasaan angkuh dan perasaan paling benar??

    Lalu apa yang akan mereka dapatkan ketika mereka melakukan puasa?? Bukankah puasa bukan hanya sekedar menahan lapar dan haus?? Menahan nafsu dan menahan diri melakukan hal-hal buruk dan menyebarkan kebaikan, bukankah itu arti puasa dan ramadhan sebenarnya?? Berhasil menahan diri dan menang melawan hawa nafsu dan kebencian??

    Entahlah, kalau melihat kelakuan alumni 212 ini, saya jadi heran. Yang mereka bela sebenarnya Islam atau nafsu dan kebencian mereka??

    Salam #ArtiRamadhan



    Penulis    :  Palti Hutabarat   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Serukan #BoikotIndosat, Tuduh Indosat Pecat Karyawannya, Alumni 212 Sudah Gelap Mata? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top