728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 08 Juni 2017

    Sempat Tolak Pansus Hak Angket KPK, Kini PAN Malah Dukung, Ulah Sengkuni?

    Sengkuni atau dieja sebagai Shakuni atau Saubala adalah tokoh antagonis dalam sebuah epic Mahabarata. Ia merupakan paman dari Korawa dari pihak ibu. Sengkuni terkenal sebagai tokoh licik yang selalu menghasut para Kurawa agar memusuhi Pandawa. Ia berhasil menguasai Kerajaan Indraprasta dari tangan para Pandawa melalui permainan dadu.

    Menurut Mahabarata, Sengkuni adalah sebuah personifikasi dari Dwaparayuga, yaitu masa kekacauan di muka Bumi, pada saat Kaliyuga atau zaman kegelapan. Baik di versi Mahabarata maupun pewayangan, Sengkuni adalah penasihat Duryodana, pemimpin para Korawa. Berbagai jenis tipu muslihat dan kelicikan dilakukan dan dikerjakan dengan gencar demi menyingkirkan Pandawa.

    Sengkuni adalah perwujudan dari sosok manusia cerdik dan terdidik, cerdas dan pandai, terampil serta memiliki daya tarik. Itu sebabnya sosok seperti ini mudah meraih simpati, mendapat kepercayaan, dan gampang merekrut pengikut.

    Warga Yogyakarta pernah disuguhi drama Ruwat Sengkuni,  ketika Masyarakat Pelestari Tradisi (Pametri) Paguyuban Budaya Yogyakarta menggelar ruwatan untuk Amien Rais, pada bulan Oktober 2014. Menurut  koordinator Paguyuban Pametri, Agus Sunandar, ruwatan ini bertujuan agar Amien Rais  cepat sadar dan tidak lagi menjadi seperti tokoh Sengkuni.

    “Jadi, kami ke sini untuk ‘meruwat’ Pak Amien Rais agar kembali bersih,” ujar Sunanda, Koordinator Aksi (16 Oktober 2014)

    Pada adat Jawa, ruwatan adalah salah satu upacara agar orang terbebas dari segala macam kesialan dan bersih dari segala sifat jahat. Upacara ini sudah ada sejak nenek moyang dan masih terus dilestarikan sampai saat ini.

    Lantas apakah Amien Rais sudah bersih? Tentu kita tahu bahwa acara ruwatan ini adalah sebuah acara simbolik dari tradisi Jawa yang dilakukan, sebagai sebuah bentuk sindiran. Saya tidak ingin terlalu jauh membahas mengenai aspek supranatural. Namun rasanya, tidak berlebihan jika acara ruwatan mereka gagal. Terbukti dari pergerakan Amien Rais sekarang ini.

    Sebelumnya, Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi salah satu partai yang tegas menolak hak angket KPK dari awal. Zulkifli Hasan yang merupakan ketua MPR RI, enggan mengirimkan anggota perwakilan pansus angket KPK.

    Namun sikap partai yang didirikan oleh mantan ketua MPR Amien Rais berubah mendekati pembentukan struktur panitia khusus. Mengingat sebelumnya Amien Rais terjerat kasus korupsi pengadaan alat kesehatan yang dilakukan oleh Siti Fadilah Supari, tentu kita melihat bahwa banyak orang yang mengaitkan hal ini dengan perubahan sikap hak angket. Jangan mengelak.

    “Saya tidak mau berbohong, ini bulan Ramadhan, jadi saya ke sini memberikan penguatan panitia khusus angket KPK,” ujar Amien di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (7/6/2017).

    Apakah statement Amien Rais di atas bohong atau tidak, mungkin hanya Tuhan yang tahu, karena belum tentu Amien Rais pun tahu dan sadar akan statement tersebut.

    Bahkan Amien Rais yang sepertinya tidak tahan untuk bermain belakang, akhirnya terang-terangan datang ke gedung DPR saat rapat pembentukan struktur pansus berlangsung. Tidak tanggung-tanggung, salah satu nama yang dikirim adalah Hanafi Rais, putra Amien Rais.

    Ia menemui Waketum PAN dan sejumlah anggota fraksi PAN lainnya. Namun ketika ditanya, Amien Rais membantah  pembentukan pansus Angket KPK tidak untuk membela dirinya. Dari setiap pergerakan Amien Rais, tentu tidak berlebihan jika kita menyimpulkan bahwa Amien Rais semakin mirip dengan sosok Sengkuni. Sadarlah kamu, bung Amien!

    “Enggak sama sekali. Ini hal kecil saja. Saya enggak takut kok diusut,” ujar Amien di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (7/6/2017)

    Amien sudah disorot namanya karena diduga menerima aliran dana korupsi pengadaan alat kesehatan sebesar Rp 600 juta. Namun ia membantah bila dua wakil PAN yang ada di pansus dikirim untuk membela dirinya. Meski Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sempat menyatakan tak mau mengirim perwakilan ke pansus karena khawatir mengganggu KPK yang tengah menangani kasus-kasus besar, Amien mengatakan sikap PAN tetap konsisten meski akhirnya mengirim wakil.

    Ketua PAN yang sah sebenarnya adalah Zulkifli Hasan, bukan Amien Rais. Namun mengapa Amien Rais dapat memengaruhi keputusan Zulkifli Hasan mengenai keputusan kasus hak Angket KPK? Sederhana, mungkin saja sekarang sedang memang berperan sebagai Sengkuni, yang sedang merasa ditekan oleh KPK.

    Betul kan yang saya katakan?




    Penulis :    Hysebastian   Sumber :  Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Sempat Tolak Pansus Hak Angket KPK, Kini PAN Malah Dukung, Ulah Sengkuni? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top