728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 07 Juni 2017

    Selamatkan Pancasila, Jokowi Lantik Ma’ruf Amin dan Megawati Jadi Pengarah Pancasila

    Presiden Joko Widodo resmi melantik Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarno Putri, Ma’ruf Amin, dan ke tujuh orang lainnya sebagai Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKPPIP). Pelantikan langsung dilakukan oleh Pak Dhe Jokowi di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan.

    Jokowi didampingi oleh wakil presiden Jusuf Kalla. Hal ini dilakukan oleh pemerintah, karena kita tahu bahwa selama Pilkada DKI Jakarta, ada orang-orang yang tidak bertanggung jawab menggunakan isu-isu agama untuk memecah belah kesatuan.

    Agama dan politik dibuat sedemikian bertentangan oleh orang-orang yang ada. Para pendukung paslon tertentu, khususnya para pendukung Anies menujukkan sikap intoleransi yang begitu nyata sewaktu pilkada.


    Panasnya situasi politik ini tidak hanya bersifat regional, melainkan nasional. Panasnya isu penistaan agama yang dibuat-buat oleh para pendukung Anies dalam menghantam Ahok, menyebar sampai ke penjuru Indonesia.

    Lihat saja kasus dr. FL, Afi, dan Nurul Indra. Melihat dari pelantikan ini, tentu tidak berlebihan jika saya mengatakan bahwa ini adalah gerakan kuda Jokowi. Pelantikan Megawati dan Ma’ruf Amin menjadi kunci melihat gerakan Jokowi yang sangat luar biasa.

    Selama ini kita tahu bahwa putri Presiden Indonesia pertama, Megawati merupakan salah satu sosok nasionalis yang mengedepankan Pancasila. Kita pun melihat Ma’ruf Amin yang merupakan ketua MUI sempat mengeluarkan fatwa terhadap kasus Ahok, yang sepertinya menjadi cikal bakal ketegangan Pancasila.

    Dengan kasus yang sudah melibatkan dirinya, Pak Dhe seolah ingin mengangkat kembali sosok Ma’ruf Amin sebagai sosok yang mewakili Islam Indonesia. Beberapa ulama pun dilantik oleh Pak Dhe Jokowi. Kesembilan orang pengarah UKPPIP tersebut sebelum dilantik, berbaris rapi di tengah ruang Gedung Istana Negara. Para pria mengenakan jas dan peci sebagai salah satu ciri khas Indonesia. Sedangkan perempuan mengenakan pakaian kebaya.

    Kesembilan orang pengarah UKPPIP tersebut adalah Megawati Soekarnoputri, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, KH Ma’ruf Amin, mantan Ketua MK Mahfud MD, mantan ketua umum PP Muhammadiyah Prof Dr. Syafii Maarif, KH Said Aqil Siradj, Prof Dr Andreas Anangguru Yewangoe, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, dan Sudhamek. Para pengarah Pancasila ini dilantik langsung oleh Presiden Joko Widodo.

    Tak hanya melantik para pengarah, Jokowi pun juga melantik Kepala UKPPIP yang dijabat oleh Yudi Latif. Pembacaan sumpah dibacakan langsung oleh Presiden Jokowi. Timing yang sangat tepat dilakukan oleh Pak Dhe, menjadi sebuah kepekaan politik yang ditunjukkan. Kesenjangan yang dibentuk pra Pilkada DKI merajalela.

    Ujaran kebencian dan aksi intoleransi yang dilakukan oleh para kaum ontaleran, meningkat pesat. Intelektual diganti menjadi ontalektual. Bahkan kasus-kasus yang menimpa Rizieq, dianggap sebagai kriminalisasi ulama, padahal kasus yang menjerat Rizieq murni politis. Belakangan ini, kita diperlihatkan kepada retaknya ideologi Pancasila. Namun pemerintah tidak akan tinggal diam melihat Pancasila dirongrong oleh kaum ontaleran. Sebelum pembacaan vonis Ahok, HTI dibubarkan oleh pemerintah di dalam tangan Kemenkopolhukam, karena dianggap sebagai organisasi anti Pancasila.

    Lalu beberapa aksi yang menciderai ideologi Pancasila pun dilakukan, khususnya dikerjakan oleh pihak kepolisian RI. Penangkapan Ki Joko Bodo, pencopotan kapolda Sumbar karena tidak mengusut tuntas kasus dr. FL, penangkapan anggota FPI karena kasus persekusi anak remaja di bawah umur.

    Tentu dengan pelantikan Ma’ruf Amin sebagai salah satu pengarah UKP Pancasila, sekali lagi GNPF MUI diperhadapkan kepada dua pilihan, Rizieq atau MUI. Karena selama ini kita lihat bahwa ketidakjelasan posisi ketum GNPF MUI, Bachtiar Nasir, tidak jelas dan cenderung dukung Rizieq. RIzieq yang mengajukan long stay visa di Arab Saudi, sekarang dipermalukan dan ditekan sedemikian rupa oleh Jokowi.

    Rasanya dengan hal ini, rencana-rencana penggulingan konstitusi Pancasila yang dilakukan oleh para tukang ‘makar’, digagalkan. Pelantikan Ma’ruf Amin sebagai pengawas pancasila pun meluluh lantahkan rencana makar yang dikerjakan. Tentu dengan pelantikan ini, kesembilan putra putri terbaik bangsa Indonesia diharapkan dapat melakukan pendidikan ideologi Pancasila.

    Pancasila selama ini terlalu dianggap hal yang ‘biasa’ dan kita cenderung ‘take it for granted’. Pancasila dilihat sebagai ‘barang murah’ yang saat ini sedang terancam. Semoga saja dengan hal ini, Pancasila semakin dibuat mendarat, sekaligus berakar kebawah dan mendalam di dalam lubuk sanubari rakyat Indonesia. Tentu pengertian Pancasila bukan hanya mengakar ke bawah, melainkan bertumbuh ke atas. Dengan demikian, ideologi negara ini, dapat secara ‘radix’ tertanam di pikiran bangsa, sekaligus dapat menjadi show case yang menyatakan kedaulatan negara Indonesia!

    Terima kasih Pak Jokowi untuk hal ini. Kami butuh diajarkan mengenai ideologi Pancasila yang berakar dan bertumbuh. Dengan demikian, Indonesia kuat dari dalam dan keluar. Secara internal, kita diperlihatkan kepada keindahan dan kemegahan ideologi negara ini. Secara eksternal, kita pun akan memperlihatkan kepada negara-negara lain, mengenai kekuatan negara.

    Sekarang Pancasila berada di ujung tanduk. Lebih masuk akal jika kita membela Pancasila, ketimbang mengimpikan sistem negara yang tidak terjamin. Negara ini sudah merdeka hampir 75 tahun, nyaris masuk ke usia berlian. Tentu tidak sedikit orang yang tidak menyukai berlian, karena semakin lama, berlian semakin kuat dan tidak terbendung kekuatannya. Jika Indonesia masuk ke usia berlian, Indonesia sudah sangat sulit dibendung lagi.

    Jangan bermain-main dengan ideologi negara ini. Ideologi Pancasila dirumuskan oleh para founding fathers yang membaca. Soekarno bukannya tidak tahu bahwa Indonesia didiami oleh mayoritas Islam, namun mengapa ia tidak mendirikan sistem khilafah? Tentu kita harus kritis terhadap hal ini. Rasanya orang-orang yang mengimpikan ide Khilafah, kurang piknik. Mengapa kurang piknik? Karena melihat dari keadaan geografis di Indonesia, sulit sekali bagi Khilafah untuk berkembang.

    Langkah kuda Jokowi di dalam melantik Mega dan Ma’ruf Amin, sekaligus menendang habis para ormas intoleran, khususnya HTI, FUI, dan FPI. Bahkan rasanya gerakan kuda ini, berdampak kepada gubernur dan wakil gubernur nanti, Anies Sandi, yang sempat didukung oleh kaum intoleran. Salut kepada Joko Widodo di dalam setiap gerakan dan gebrakan yang dilakukan. Jokowi masih dibutuhkan oleh Indonesia. Warga mencintaimu, Pak Dhe!

    Betul kan yang saya katakan?



    Penulis    :  Hysebastian    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Selamatkan Pancasila, Jokowi Lantik Ma’ruf Amin dan Megawati Jadi Pengarah Pancasila Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top