728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 15 Juni 2017

    Sah!! Djarot Resmi Jadi Gubernur DKI, Menekong Anies Yang Masih Tunggu Antrian

    Hari ini, Kamis (15/6), Djarot Saiful Hidayat akhirnya dilantik secara resmi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), sebagai Gubernur definitif DKI Jakarta sampai bulan Oktober 2017. Dengan pelantikan ini, maka Gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki Tjahaya Purnama (Ahok), tidak lagi menjadi Gubernur.

    Djarot yang menjadi Gubernur DKI Jakarta memang sudah diprediksi jauh-jauh hari oleh Ahok jika dia pada akhirnya harus terjerembab dalam kasus dagelan bernama penistaan agama. Ahok tidak masalah kalau Djarot menjadi Gubernur karena Ahok tahu betul kapasitas Djarot.

    Pelantikan ini juga membuat Djarot menjadi Gubernur DKI yang ke-18 menggeser Anies Baswedan yang sebelumnya akan dilantik sebagai Gubernur DKI yang ke-18. Hal ini juga akan membuat Djarot menjadi Gubernur tersingkat sepanjang sejarah kepemimpinan Jakarta.

    Meski sangat singkat masa jabatannya dan menjadi berkah yang tidak disangka-sangka, tugas besar masih banyak yang harus segera dituntaskan oleh Djarot. Mulai dari memindahkan warga yang ngeyel untuk pindah ke rusun, pembangunan rusun dan juga penyelesaian simpang susun semanggi. Semua harus dilakukannya sendiri tanpa bantuan seorang Wakil Gubernur.

    Djarot setelah pelantikan langsung bergegas untuk melanjutkan tugas-tugasnya. Setelah menyelesaikan tugas hari ini, Djarot mengaku akan bertemu Ahok untuk melaporkan pelantikan ini. Tentu saja juga untuk mengkoordinasikan lebih lanjut mengenai program-program mereka seperti yang biasa dilakukan Djarot.

        “Akan ada tugas dulu habis itu langsung ke Pak Ahok untuk melaporkan (telah dilantik),” kata Djarot di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (15/6/2017).

        “Apapun yang terjadi hari ini adalah satu bentuk sikap konkret dari kenegarawanan Pak Ahok, jiwa besar Pak Ahok untuk bener-bener lebih utamakan yang lebih besar dibandingkan kepentingan orang per orang,” kata Djarot.

        “Kita, saya, pribadi angkat topi pada beliau Pak Ahok itu berani pegang prinsip, perjuangkan prinsip, perjuangkan ideologi Pancasila, ini yang harus kita apresiasi. Makanya hubungan kami, saya dengan Pak Ahok, terjaga dengan baik karena kami diikat ideologi Pancasila,” ungkap Djarot.

    Djarot memang menjadi begitu sangat respek dan menghormati ahok atas setiap keteguhan hati dan keputusan yang diambil ahok dalam menghadapi masalah pelik atas tuduhan penistaan agama. Djarot bahkan tidak menyangka kalau Ahok akan merelakan diri menerima vonis hukuman demi kepentingan yang lebih besar.

    Padahal Djarot sendiri sempat memperjuangkan agar Ahok tidak ditahan dan memberikan dirinya sebagai jaminan penangguhan penahanan. Djarot yang sudah sangat dekat Ahok tahu benar bahwa Ahok tidak bersalah dan mengalami kriminalisasi yang sangat mengerikan.

    Kin, semua perjuangan pasangan Jokowi-Ahok yang memulai perubahan di Jakarta harus dilanjutkan oleh Djarot. Meski tidak akan sama dengan Ahok, tetapi setidaknya kehadiran Djarot sebagai Gubernur akan menjadi penting untuk menancapkan hal-hal substansif sebelum Jakarta dipimpin oleh pasangan tukang obral janji busuk.

    Bagaimana tidak berjanji busuk. Belum apa-apa saja Kartu jakarta Jomblo dihapus setelah banyak penolakan. Belum lagi nanti akan mulai gugur satu-satu seperti reklamasi yang harus berhadapan langsung dengan pemerintah pusat dalam hal kaji-kajian. Karena tim sinkronisasi akan melakukan lagi pengkajian reklamasi yang sudah dikaji berkali-kali.

    Saya berharap Pak Djarot bisa menunjukkan setelah Jokowi dan Ahok, bagaimanakah seharusnya menjadi seorang pemimpin, Seorang yang menjadi pelayan warganya, bukan menjadi orang yang bersembunyi dibalik kata gerakan, padahal sebenarnya malas dan tidak punya kreativitas apapun.

    Djarot harus buktikan bahwa Jakarta Baru itu adalah Jakarta bergerak, bekerja, dan bukan hanya modal mulut dan rangkaian kata-kata. Bergotong-royong yang diinisiasi dan diinspirasikan oleh pemimpinnya, bukan dari bawahannya. Itulah gunanya seorang pemimpin.

    Sekali lagi, selamat memimpin Pak Djarot, selamat menggantikan Pak Ahok. Jakarta 4 bulan menjadi sangat penting untuk terus diperbaiki. Tidak perlu pusing untuk ketemu tim sinkronisasi yang terus berseliweran mempersiapkan program-program mereka di APBD 2018. Terus gunakan APBD 2017 dengan sebaik-baiknya dan pertahankan APBD itu untuk tidak dimasuki oleh program dan proyek mereka.

    Selamat memimpin Djarot Saiful Hidayat, Gubernur DKI Jakarta yang ke-18. Selamat menunggu 4 bulan lagi Pak Anies baswedan, Gubernur DKI Jakarta yang ke-19. Semoga tidak ada lagi yang menekong nomor urutnya. hehehe..

    Salam Gubernur Djarot.



    Penulis : Palti Hutabarat   Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Sah!! Djarot Resmi Jadi Gubernur DKI, Menekong Anies Yang Masih Tunggu Antrian Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top