728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 12 Juni 2017

    Rangkaian Narasi Pembelaan Yang Justru Membelenggu Rizieq Shihab

    Kisah atau cerita tentang Rizieq Shihab nampaknya masih akan menghiasi dunia media di negeri ini. Karena memang harus diakui bahwa pemberitaan tentang dia ditunggu banyak pihak, baik yang pro dengan si Rizieq ataupun yang kontra. Dalam tulisan ini penulis hendak menulis tentang beberapa “kesalahan”  yang dilakukan justru oleh orang-orang di dekat si Rizieq.

    Beberapa nama orang dekat Rizieq Shihab itu antara lain,  para pengacaranya, salah satunya si ketua, Sugito Atmo Prawiro yang mengatakan bahwa Rizieq tidak akan pulang ( berita ) dan juga ketua dewan presidium alumni “akademi 212”, Ansufri Idrus Sambo (berita ), serta anggota DPR tanpa partai, si Fahri Hamzah yang mengatakan bahwa masalah pribadi bukan kewenangan polisi ( berita ). Komentar-komentar mereka  yang nampaknya mendukung Rizieq Shihab, namun sejatinya malah menikam secara perlahan sang imam sangat besar FPI ini.

    Penulis yakin bahwa selain ketiga yang penulis sebutkan masih banyak yang lain, sering terlihat vocal dalam nada membela, menyikapi kasus Rizieq si imam sangat besar FPI. Baik menyikapi pelariannya ke Saudi Arabia dengan dalih umroh ( LINK ), lalu undangan istimewa raja Salman (INFO ), kemudian perpanjangan visi unlimited serta menganggap polisi yang salah karena masalah pribadi dibawa ke ranah hukum.

    Banyak yang melihat bahwa sikap serta tindakan tiga orang di atas nampak membela si imam sangat besar FPI, Rizieq Shihab. Namun menurut penulis justru sikap serta tindakan mereka sebenarnya sedang menikam perlahan dan dari belakang si Rizieq. Memberitakan secara masif ke masyarakat bahwa si Rizieq sedang umroh adalah pembodohan. Mengapa pembodohan?

    Saya yakin umat islam sangat paham apa itu umroh dengan segala dinamikanya serta waktunya. Maka ketika mendengar kabar bahwa Rizieq Umroh, secara spontan pastilah mereka berpikir tentang waktu. Umroh ada batasnya dan jika kemudian pergi dengan alasan Umroh namun dengan waktu yang tak terbatas ( INFO ), bukankah ini malah membingungkan umat?

    Belum selesai dengan alasan kabur dengan umroh, karena merasa alasan umroh kurang kuat, orang-orang dekat Rizieq kembali melontarkan alasan-alasan tidak pulangnya si imam sangat besar FPI. Ada yang mengatakan ke Malaysia untuk menyelesaikan disertasinya, lalu kemudian kabur lagi ke Saudi Arabia. Dan lucunya, alasan menyelesaikan disertasi di Malaysia itu lenyab bak kabut ditelan sinar matahari pagi..

    Berita-berita tentang rizieq menyelesaikan disertasi di Malaysia sudah terlanjur menyebar. Dan masyarakat bebas beropini. Yang pro pasti akan membela mati-matian sedangkan yang kontra akan menyerang secara habis-habisan juga. Dan yang pasti, masyarakat pada akhirnya akan melihat bahwa Rizieq, si imam sangat besar FPI tidak menyelesaikan disertasinya. Artinya, berita itu bohong dan itu dimuculkan oleh pihak atau kubu Rizieq sendiri. Bukankah ini merupakan proses menikam dari belakang secara perlahan dan itu malah dilakukan oleh kubu Rizieq sendiri?

    Juga berita tentang rencana satu juta orang untuk menyambut kedatangan si imam sangat besar di bandara, dan kemudian gagal. Bukankah itu juga seperti racun yang disuntikkan ke Rizieq Shihab? Serta ungkapan atau permintaan Rizieq untuk disambut seperti Ayatollah Khomeini ( INFO ), bukankah itu semua sebagai penanda bahwa si imam sangat besar FPI mulai merasakan efek “racun” yang disuntikkan oleh orang-orang terdekatnya sendiri?
    Bukankah dengan semua itu justru membuat Rizieq si imam sangat besar FPI semakin terpojok nun jauh di sono di Saudi Arabia? Namun nampaknya upaya pembelaan kepada junjungan mereka, si imam sangat besar FPI ini belum mau berhenti meskipun jumlah “tifosi” Rizieq semakin menipis, karena kemudian muncul berita yang tidak kalah kocaknya.

    Berita itu adalah terbitnya visa unlimited dari pemerintah Saudi untuk si Rizieq ( INFO ). Pernyatan munculnya visa unlimited ini mungkin awalnya sebagai serangan ke pihak lawan, namun justru menunjukkan kebodohan serta semakin membuat posisi Rizieq terjepit di tempat pelariannya. Apakah sebodoh itu pihak pemerintah aab Saudi dengan gampanngnya menerbitkan Visa? Tidakkah mereka berpikir bagaimana hubungan deplomatiknya dengan Indonesia yang baru saja Raja Salman kunjungi kan rusak, karena presiden Joko Widodo bisa saja berpidato dengan menghimbau negara-negara lain agar menyikapi sikap politik Saudi Arabia yang melindungi buron Indonesia? Dan juga bukankah Visa berbeda dengan paspor?

    Sederet narasi demi narasi ini yang awalnya dibuat demi membela Rizieq si imam sangat besar FPI namun justru malah membelit, membelenggu serta meracuni si imam sangat besat itu sendiri. Dan nampaknya belitan-belitan masalah itu tidak murni dari pihak lain. Justru dari pihak dalam kubu Rizieq sendiri. Jika sudah demikian, maka kita hanya bisa menunggu saja akhir dari narasi tentang Rizieq Shihab ini. Dan sembari menunggu, mari kita berkarya, awas itu pakde Jokowi mengawasi yang membaca tulisan ini serta tersenyum sembari berkata.
    “Mas..mbak…ayo Kerja..Kerja…Kerja..”

    Salam NKRI Jaya


    Penulis  :   Dony setyawan   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Rangkaian Narasi Pembelaan Yang Justru Membelenggu Rizieq Shihab Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top