728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 03 Juni 2017

    Prestasi Jokowi Dan Galaunya Lawan-Lawan Politiknya

    Pernahkah pembaca seword patah hati? Minimal pernakah kecewa saat sang idola atau incaran(entah cewek atau cowok) tidak pernah mau menganggapi kita dan kemudian menerima cinta yang lain, yang kita anggap tidak lebih baik dari kita namun malah lebih bahagia? Pastai galau kan? Baper kan? Sewot kan? Dan uring-uringan kan? Itu kalau normal, namun kalau tidak normal ya..silakan saja.

    Gambaran di atas itu juga ada kemungkinan terjadi dengan dunia politik di negara kita ini. Bagaimana tidak galau bin baper jika melihat prestasi lawan atau saingan kita semakin jaya dan semakin menjulang? Jokowi, presiden kerempeng, wajah ndeso, gaya blas ora mresideni, bajunya juga tiga model, putih lengan dilipat sedikit,batik dan kotak-kotak, sepatu kelas pasar pinggiran tak seharga milyaran dan seabreg ciri yang lain itu ternyata memiliki kelebihan yang teramat sangat dasyat, sangat dasyat malahan.

    Sederet prestasi untuk negeri ini seperti tiada usai terlukiskan. Di jaman Jokowi Indonesia masuk ke dalam 16 negara dengan ekonomi kuat ( Sumber ), sebelumnya apa pernah terjadi? Kemudahan birokrasi, perhatian ke desa-desa, pembangunan insfrastruktur, pemerataan pembangunan untuk seluruh wilayah nusantara, keberanian merobohkan perusahaan-perusahaan penghisap harta negara, ketegasan menyingkirkan orang-orang lembek kerja meski sempat dipuja publik dan makin banyak lagi.

    Bagaimana masyarakat tidak membandingkan dan kemudian menilai Jokowi lebih baik, jika sebelumnya mengurus KTP saja harus banyak amplop dibeli, diisi uang ,diserahkan ke masing-masing meja dan kini sangat mudah dan cepat serta tanpa amplop berisi uang, kini di jaman Jokowi ada E-KTP seumur hidup sehingga tidak akan ada lagi rumitnya memperpanjang KTP ( Sumber ) Meskipun masih saja ada oknum-oknum aparatur negara yang masih menyisahkan sisa-sisa mentalitas lama, namun secara umum semua alur birokrasi lancar dan jika ada yang mencoba melawan kebijakan Jokowi, siap-siaplah diekskusi.

    Para tikus birokrasi mulai mual-mual karena lahan pengerukan uangnya dibabat habis oleh Jokowi bersama segenap pejabat yang setia untuk memajukan negara. Mereka yang dahulunya cuma kerja, masuk kantor dan ongkang-ongkang saja dalam era Jokowi mesti bekerja, bekerja dan bekerja. Instrument pengukur kinerja dibuat demi mengukur statistik serta grafik kinerja semua aparatur negara. Tidak akan ada lagi pejabat keluyuran ke pusat perbelanjaan, keluyuran dengan pasangan tidak sahnya ke hotel-hotel melati untuk “berdiskusi raga” saat jeda bekerja. Jika membandel, maka satpol PP yang akan bekerja ( Sumber )

    Tidak akan ada lagi para oknum pengajar yang tugasnya hanya memberi tugas kepada siswa dengan catatan, sementara gurunya ngopi di kantor atau malah asyik mainan HP atau malah jalan-jalan. Semua sudah diatur ditata oleh sistem pemerintahan Jokowi. Dalam sistem seperti ini masyarakat puas dan mendukung gerakan pemerintah, lha apakah ini semua tidak membuat lawan-lawan politik Jokowi mules dan mual-mual? Saja jamin mereka semakin mual-mual dan muntah-muntah..

    Lihat juga pemerataan pembangunan. Pembangunan masif dikerjakan oleh Jokowi beserta perangkat pemerintahannya. Tanyakan kepada masyarakat papua, apakah ada beda sikap pemerintahan Jokowi dengan pemerintahan sebelumnya? Berapa kali presiden-presiden sebelumnya mengunjungi Papua? Dan tanyakan adakah ada presiden-presiden terdahulu yang membangun jalan lintas seperti yang dilakukan Jokowi berserta jajaran pemerintahannya? Ini semua adalah prestasi Jokowi ( LINK ).


    Tanyakan kepada warga Papua, sebelum jaman Jokowi, berapa harga bahan bakar gas di sana? Bukankah harga bahan bakar di Papua ini yang dijadikan lahan mengeruk uang para bajingan petral?Dan tidak ada satupun presiden RI sebelumnya yang punya keberanian untuk menyikat petral, bukankah hanya Jokowi yang berani? Tanyakan warga Papua, berapa jumlah ruas jalan dibangun selama puluhan tahun mereka bergabung dengan RI dan kemudian tanyakan apa yang sudah dikerjakan Jokowi? Pasti mereka akan tersenyum polos dan mengangkat dua jari tangan untuk Jokowi ( Sumber )

    Lihat dan bandingkan kondisi pelabuhan Tanjung Priuk. Selama sekian tahun, bahkan sampai sebelum Jokowi, tidak ada birokrasi jelas di Pelabuhan ini, tanyakan saudara-saudara yang bekerjan atau minimal pernah pergi ke Priok, betapa di sana penuh dengan preman yang menjadikan pekerjaan preman sebagai mata pencaharian dan keberadaan preman itu sangat meresahkan masyarakat? Dan tahukan pembaca bahwa dibalik para preman di Priok dan juga di seluruh wilayah Indonesia kebanyakan ada oknum-oknum aparatur negara yang menjadi bekingnya?



    Di jaman Jokowi semua diubah. Pelabuhan Tanjung Priok dirias dan ditata sedemikian rupa. Proses bongkar muat ditata sehingga lebih cepat dari sebelumnya, sehingga biaya bongkar muat semakin sedikit dan itu adalah kabar gembira untuk para pengusaha,para sopir dan jasa angkutan, apalagi jasa preman sudah mulai sirna. Di jaman Jokowi di Tanjung Priok kapal-kapal ukuran besar bisa masuk dan ini menjadikan efisiennya biaya operasional ( LINK ).

    Pembangunan jalan sebagai faktor penting pendukung gerakan ekonomi, sangat masif dilakukan oleh Jokowi. Berapa ribu kilomert akses jalan di bangun, berapa ruas jalan tol dibangun dan diselesaikan (LINK ). Betapa pembangunan tidak hanya ada di Jawa, namun di seluruh Indonesia karena bagi Jokowi yang orang Jawa, Indonesia bukan hanya Jawa. Bagi Jokowi, Indonesia adalah seluruh kepulauan nusantara, dan semua itu masuk dalam pelukan pembangunan jokowi.

    Juga carilah informasi lewat “syeckh” google, berapa jumlah waduk yang dibangun di jalam Jokowi. Jokowi sadar bahwa pangan menjadi kunci kemakmuran dan tidak akan ada kemakmuran jika tidak ada kecukupan pangan. maka demi mendukung kemajuan pertanian, dibangunlah waduk-waduk ( LINK ) demi pengaturan pengairan. dan itupun juga menjadi fokus Jokowi.

    Melihat semuanya itu, bisa dibayangkan ketapa lawan-lawan politik Jokowi tidak akan galau tingkat raja dewa. Lawan-lawan yang semenjak pilpres 2014 sudah mulai menyerang secara brutal dan membabi buta, dan Jokowi diam saja seolah tidak punya keberanian, namun ternyata “Jurus Gebug Tendang” itu benar-benar dimiliki Jokowi.

    Jokowi menggunakan jurus gebug tendang tidak sembarangan, namun dengan perhitungan yang matang dengan bekal ajain kesabaran yang luar biasa. Jokowi menunggu saat tepat dan kini semua saat itu dirasakan tepat dengan mulai “mencuatnya” hasil-hasil pembangunan Jokowi.

    Kini para lawan politik Jokowi malah sibuk menangkis serangan Jokowi. Mereka sibuk membuat berita hoax dengan berbagai tentara konyol  bernama cyber army dan kacangan untuk menyerang Jokowi, namun semuanya mental. Sebenarnya, fenomena hoax, serangan fitnah dan yang lain itu adalah wujud lain kegalauan dan kebaperan para lawan politik Jokowi melihat prestasi Jokowi yang bekerja dengan cinta untuk Indonesia.

    Belum lagi ketika perangkat pemerintahan Jokowi juga semakin merapatkan barisan, khususnya Polri dan KPK. Polri bekerja trenggunas, semua pengancam negara disikat, tidak peduli itu apa, mau pejabat, anak pejabat, mau imam kecil,imam besar dan imam sanga besar sekali, jika melawan sistem pemerintahan, maka Jokowi akan menggebug dan menendang mereka. KPK juga begitu, tidak peduli apa dan siapa, asalkan melanggar, sikat. Tidak peduli dia itu pejabat, ketua partai, korupsi besar atau kecil, tidak peduli itu blessing in the disguise, semuanya disikat di jaman Jokowi.

    Dan menatap ke 2019, saat pilpres akan kembali digelar, lawan-lawan politik Jokowi semakin minder dan menggigil melihat setumpuk prestasi Jokowi. Ranah agama yang beberapa waktu lalu efektif menyerang Jokowi dan aparatur negara bersih sudah mulai ompong karena taringnya satu-persatu dicopoti Jokowi. HTI dibubarkan dan disertai ancaman bahwa ormas sejenis yang menantang pancasila, siap-siap disikat, digebug dan ditendang. FPI juga sudah kebingungan karena “imam sangat besar sekali” mereka, Rizieq Shihab kini sibuk mencari tempat persembunyian untuk menghadapi sistem apatarur negara demi mempertanggungkan perbuatannya.

    Akhirnya, ketulusan, kejujuran dan kebenaranlah yang akan kuat bertahan. Dan Jokowi tetap teguh dan setia meniti jalur tulus,jujur dan benar itu sehingga tetap dijaga oleh kekuatan semesta yang tidak pernah mampu ditaklukan oleh kekuatan apa dan manapun. Ke depan, Indoensia akan semakin kokoh berdiri megah diantara bangsa-bangsa dan masyarakatnya semakin bangga menyebut aku Indonesia. Dan ingat, dibalik semua itu ada sosok ndeso,kerempeng,lugu dan polos bernama Joko Widodo.

    Salam Hormat Pakde..


    Penulis :   Dony Setyawan   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Prestasi Jokowi Dan Galaunya Lawan-Lawan Politiknya Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top