728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 04 Juni 2017

    Presiden Jokowi, Seorang Pemimpin Muslim yang Patut Dibanggakan

    Belum pernah saya melihat ada Presiden sesibuk Pak Jokowi. Saat ia menjadi Gubernur DKI, ia mengaku dirinya adalah orang lapangan. Ia tidak suka duduk di kursi empuk Istana dan menerima laporan saja. Pak Jokowi tahu betul bahwa setiap rupiah yang digunakan untuk pembangunan harus bisa dipertanggungjawabkan pada pimpinannya, yaitu rakyat. Oleh karena itu setiap proyek pembangunan ia awasi, setiap pekerjaan harus berjalan tidak boleh mangkrak.

    Jokowi terbang kesana kemari, ia sudah seperti Superman saja. Mengunjungi setiap pelosok Indonesia, mengawasi sambil memperhatikan dan mendengarkan kebutuhan warga setempat. Di kepala saya terbayang aktifitas yang sangat luar biasa sibuk dan melelahkan dijalankan oleh beliau. Entah darimana ia mendapatkan tenaga sebesar itu, mungkin karena begitu besar kecintaannya pada rakyat Indonesia.

    Ditengah-tengah kesibukan dan jadwal yang luar biasa padat, ia tetap tidak lupa untuk sholat. Berhenti sejenak dari kesibukannya untuk menjalankan ibadah sholat. Seperti saat ia berhenti dulu di Masjid Sarbini Dusun Jumbleng, Taman Agung Muntilan. Saat itu Pak Jokowi meninggalkan SMA Taruna Nusantara Magelang, menuju Jogyakarta sekitar pukul 18.15 WIB. Karena perjalanan kembali bertepatan dengan sholat Magrib, maka dalam perjalanan singgah di Masjid Sarbini Dusun Jumbleng, Taman Agung Muntilan, berhenti guna menjalani sholat Magrib.

    Pak Jokowi menjadi Imam sholat berjamaah bersama rombongan yang terdiri dari Menteri, Panglima TNI, Kapolda Jateng dan rombongan lainnya. Ia pun tidak lupa membagikan buku, kaos dan kain kepada ibu-ibu yang berada di masjid tersebut. (sumber, polresmagelang.com).

    Saat di Ambon, Jokowi tidak lupa melakukan ibadah sholat Maghrib secara berjamaah di Masjid Raya Al Fatah kota Ambon. Di mesjid yang menjadi ikon kota Ambon tersebut, Jokowi tiba beberapa menit sebelum adzan Maghrib berkumandang.  Usai sholat ia langsung disambut warga yang ingin bersalaman. (sumber, republika.co.id)

    Saat keluar negeri pun beliau tidak lupa akan agamanya. Salah satunya ketika mengunjungi China, ia menyempatkan diri mengunjungi masjid bersejarah disana. Tidak hanya mengunjungi ia juga sholat sunnah tahyatal masjid di Masjid Niujie, Beijing. Mesjid yang sempat heboh karena seseorang menuduh Jokowi sholat di klenteng yang ternyata adalah masjid tertua di China yang dibangun pada tahun 966.

    Disana Jokowi memberikan cinderamata kaligrafi Arab, Mushaf Al-Qur’an yang berasal dari Indonesia, kopiah hitam dan sarung kepada Imam Ali, Imam mesjid tersebut. Jokowi juga mendapatkan kenang-kenangan berupa kaligrafi Arab bertuliskan kalimat tauhid lengkap dengan terjemahan bahasa Mandarin dan buku mengenai perjalanan Islam di China. (sumber, telegraf.co.id)

    Ada yang mengatakan bahwa perkembangan Islam di Indonesia juga disebarkan oleh etnis Tionghoa. Maka kunjungan Pak Jokowi ke mesjid di China seperti pertemuan dua saudara yang telah lama terpisah dan terlupakan.

    Saat kunjungan dinas ke kawasan perbatasan di Papua, Jokowi tidak lupa untuk sholat. Saat itu Jokowi akan meresmikan Pos Lintas Batas Negara Terpadu Skuow di Distrik Muara Tami, Jayapura. Jauh sekali dipelosok Papua sana. Ditengah perjalanan Jokowi bersama rombongannya beristirahat makan siang di sebuah rumah makan di Distrik Koya Kaso. Jokowi menyempatkan diri melaksanakan sholat Dhuhur di sebuah mushola kecil yang indah.

    ” Sebuah mushola kecil berdiri di pekarangan Rumah Makan Harangan Bagot, di Distrik Koya Kaso, sekitar satu jam perjalanan dari Jayapura. Atapnya dari seng, berdinding kayu, dengan pintu ayun sederhana,” tulis Jokowi di akun Facebook Presiden Joko Widodo, Selasa 9 Mei 2017. Bertepatan dengan sahabatnya Ahok yang akan menerima vonis dari hakim. Menurut kabar, saat itu Pak Jokowi berdoa cukup lama (sumber, dream.co.id)

    Jamaah masjid Al Muslimun, Bogor, Jawa Barat sempat dikagetkan oleh kehadiran Jokowi yang turut serta sholat tarawih di masjid tersebut. Disela-sela kesibukannya Jokowi tetap menyempatkan diri untuk sholat tarawih di masjid. Saat itu Jokowi tiba sesaat sebelum adzan Isya berkumandang. Lalu beliau sholat Isya bersama seluruh jemaah. Sebelum menunaikan shalat Tarawih yang diimami Ustad Syaifullah M,  Presiden dan para jemaah mendengarkan ceramah agama oleh Ustad Tarwono. (sumber, kompas.com).

    Jokowi juga akan menyampaikan khotbah dan menunaikan sholat di Masjid Raya Hasyim Asy’ari, Jakarta Barat. Jokowi rencananya akan berkhotbah tepat pada malam ke 17 Ramadhan.

        “Nanti ceramah ada 30 orang (selama Ramadan), itu ada dari Menteri Agama (Menag), termasuk Presiden Republik Indonesia Pak Jokowi yang akan menyampaikan ceramah pada 17 Ramadan. Beliau sudah oke,” ucap Ketua Bidang Peribadatan Masjid Raya Hasyim Asy’ari, Gus Ronggo (sumber, news.liputan6.com)

    Setiap perjalan dinas Pak Jokowi selalu menyempatkan diri untuk melaksanakan sholat. Ia seorang pemimpin muslim yang tidak perlu diragukan lagi ke-Islamannya. Ia lahir sebagai seorang muslim dari orangtua yang sejak dulu sudah muslim. Insya Allah, pribadinya yang sederhana, jujur, rendah hati dan sabar namun tegas adalah hasil dari sholat khusyu yang selama ini ia jalankan.

    Dari beliau kita bisa belajar bahwa Presiden yang sibuk luar biasa pun masih tetap ingat dan menyempatkan diri untuk sholat.

    Pak Jokowi juga dekat dengan para ulama. Ia tidak melupakan guru-gurunya dalam beragama. Beberapa kali beliau mengundang para ulama ke Istana. Seperti saat mengundang Yusuf Mansur, Arifin Ilham hingga Mahfud MD pada tanggal 17 April 2017.

    Pertemuan berlangsung tertutup selama kurang lebih dua jam. Ma’ruf Amin mengatakan, banyak hal yang dibahas dalam pertemuan, mulai dari redistribusi aset, narkoba, terorisme dan radikalisme. “Beliau meminta agar para ulama ikut tenangkan supaya situasi kondusif jangan sampai rusak suasana dan menimbulkan perpecahan bangsa dan membuat bangsa ini terpecah,” kata Ma’ruf.

    Ketua Majelis Ulama Indonesia ini mengatakan, para ulama dan tokoh agama yang hadir setuju untuk mendukung pemerintah menjaga kondusifitas pilkada DKI. Hal tersebut menunjukkan bagaimana Pak Jokowi menghargai dan mengakui peran penting para ulama dalam menjaga persatuan bangsa. (sumber, nasional.kompas.com)

    Tak jarang pula setiap kunjungan ke berbagai pelosok di Indonesia, selain memantau kemajuan pekerjaan ia juga mengunjungi pesantren-pesantren, sowan ke para ulama.

    Jokowi adalah seorang pemimpin muslim sejati. Ia berusaha sekuat tenaga mensejahterakan rakyat Indonesia yang sebagai besar adalah muslim. Apa yang ia perbuat selama ini, terbang kesana kemari, kerja dari pagi hingga malam hari, semua ia lakukan untuk umat Islam, untuk rakyat Indonesia.

    Salah satu buktinya adalah sebuah penghargaan dari Royal Islamic Strategic Studies Centre yang berkedudukan di Amman, Jordan. Mereka melakukan riset tentang tokoh muslim yang berpengaruh, ‘The 500 Most Influential Muslim’ yang telah dilakukan sejak 2009.

    The Muslim 500 hanya mempublish secara gamblang daftar 50 muslim paling berpengaruh di dunia. Presiden Joko Widodo menduduki posisi ke-13 dalam daftar ini. Ketum PBNU Said Aqil Siradj masuk di urutan 20. Ketua Dewan Pertimbangan MUI yang juga mantan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin masuk di urutan nomor 41. Habib Luthfi Yahya, Ra’is ‘Amm dari Jam’iyyah Ahli Thariqah al-Mu’tabarah al-Nahdliyah masuk di urutan 45.

    Dan ternyata tahun sebelumnya pun tokoh-tokoh tersebut masuk dalam daftar yang sama. Di riset tahun 2016, Jokowi menempati peringkat 11, Said Aqil 18, Din Syamsuddin 44 dan Habib Lutfhi nomor 48.(sumber, news.detik.com)

    Jadi tidak benar bahwa Jokowi memusuhi Islam, bagaimana mungkin seorang muslim yang selalu menyempatkan diri sholat meski dipelosok perbatasan memusuhi agamanya sendiri. Tidak benar juga kalau Jokowi memusuhi ulama, tidak menghargai ulama atau habib. Ia selalu dekat dengan umat Islam dan para ulama yang juga mencintai NKRI dan Pancasila.


    Buktinya Jokowi hadir pada peringatan Maulud Nabi yang diadakan oleh Habib Lutfi. Saat itu Rais Aam Idaroh Aliyah Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (Jatman) Habib Luthfi bin Yahya mendukung sepenuhnya pemerintahan Indonesia yang ada saat ini agar kondisi negara tetap aman, tenteram, dan dijauhkan dari berbagai godaan.
    “Niat baca Alfatihah untuk Indonesia, khusus, supaya negara kita aman, tenteram, dijauhkan dari segala godaan-godaan, dan semua yang ada pada pundak presiden kami ini, yang saya banggakan. Presiden Jokowi,” ujar Habib Luthfi.

    “Sekarang sudah waktunya kita bangga, ternyata pemerintah Indonesia, tidak bisa dipisah-pisahkan dengan para ulama. Pemerintah Indonesia, ulama tidak bisa dipisah-pisahkan dengan TNI dan Polri… NKRI harga mati. Bukan basa basi. Inilah kekuatan Indonesia, ulama duduk dengan presiden, ulama duduk dengan panglima TNI, Polri, Kasad. Inilah benteng-benteng yang ada di Indonesia,” ujarnya (sumber, nu.or.id)

    Selama ini saya kerap mencari sosok pemimpin muslim yang patut dibanggkan. Seorang pemimpin jujur yang tidak tergiur uang 5 milyar, atau tidak korupsi meski hanya 600 juta saja. Jika kita tutup kuping, mengabaikan informasi-informasi sesat yang disebarkan melalui berbagai media mengenai Jokowi. Maka pencarian kita akan seorang pemimpin muslim yang bisa dibanggakan akan berakhir saat melihat Pak Jokowi.

    Akhir kata saya akan mengutip sebuah hadist terkenal yang mungkin banyak dilupakan orang-orang.

    “Tidaklah seseorang memvonis orang lain sebagai fasiq atau kafir maka akan kembali kepadanya jika yang divonis tidak demikian.” (HR Bukhari)

    Begitulah kelelawar



    Penulis : Gusti Yusuf      Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Presiden Jokowi, Seorang Pemimpin Muslim yang Patut Dibanggakan Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top