728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 12 Juni 2017

    Pendapat Beberapa Ulama tentang Proses Hukum Habib Rizieq

    Saya sebanrnya agak heran dengan istilah “kriminalisasi ulama” yang di buat oleh antek-antek FPI. Mereka selalu meneriakkan ini seolah-olah jika polisi meminta Habib Rizieq untuk menjalani proses hukumnya, itu artinya sama dengan mengkriminalisasi ulama. Padahal sebenarnya hanya menjalani proses hukum seperti layaknya kasus kriminal lainnya.   Dengan menjalani proses hukum, secara tidak langsung akan terjalin yang namanya proses tabayyun, sehingga kita semua bisa tahu apakah orang tersebut bersalah apa tidak.

    Namun selama ini Habib Rizieq terlihat seperti menghindari proses tersebut. Wajar jika banyak orang yang mencibir dan banyak pula orang yang berpikiran bahwa Habib Rizieq positif bersalah. Seperti kata pepatah: Berani karena benar, dan takut karena salah.

    Jadi, sebenarnya sama sekali tidak ada kriminalisasi ulama. Bahkan beberapa ulama yang ternama di Indonesia pun ikut memberikan komentar terkait kasus Habib Rizieq. Mereka mendukung agar pimpinan tertinggi FPI tersebut untuk patuh dalam menjalani proses hukum. Berikut ini adalah serangkaian komentar ulama terkait Habib Rizieq.

    Ma’aruf Amin

        Kasus dugaan pornografi berupa percakapan seks di media sosial telah menyeret Firza Husein menjadi tersangka. Namun, pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab belum juga kembali ke Indonesia untuk memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya.

        Hingga kini, polisi terus menelusuri posisi Rizieq Shihab, yang juga saksi dalam kasus tersebut. Menanggapi hal itu, Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin menyebut seluruh warga negara harus taat terhadap hukum, tak terkecuali Rizieq Shihab.

        “Iya harus (taat hukum), kalau mematuhi hukum semua harus mematuhi kita sebagai warga negara. Sebagai negara hukum kita harus mematuhi proses hukum,” ujar Ma’ruf Amin usai acara Wisuda Pendidikan Kader Mubaligh di Balai Kota Jakarta, Rabu (17/5/2017).

        Dia menyebut tidak mengetahui permasalahan yang kini menjerat Rizieq Shibab, sehingga dia enggan berkomentar banyak. “Saya tidak tahu masalahnya apa,” ucap Ma’ruf.

        Selain itu, Ma’ruf juga tidak tahu apakah kasus Rizieq termasuk kriminalisasi ulama atau tidak sehingga dirinya menyerahkan penyelesaian kasus ini kepada pihak kepolisian.

        “Saya enggak tahu masalahnya apa, kasusnya apa, benar atau tidak, apa kriminalisasi apa bukan, saya enggak tahu persis. Kalau bilang kriminalisasi nanti bukan, kalau dibilang bukan nanti kriminalisasi,” ucap Ma’ruf.

        Dia menyebut sudah tak ada komunikasi antara dirinya dengan Rizieq. “Enggak ada lah,” tutup Ma’ruf.

        Sumber: Ketua MUI Imbau Rizieq Shihab untuk Patuhi Hukum

    KH Anwar Iskandar

        TEMPO.CO, Kediri – Kiai sepuh Nahdlatul Ulama yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Amien Ngasinan Kediri KH Anwar Iskandar meminta imam besar Front Pembela Islam Rizieq Syihab pulang ke tanah air. Sebagai ulama, Rizieq diminta memberi contoh menghormati proses hukum.

        Ditemui usai mengikuti apel kebangsaan peringatan Hari Lahir Ansor di lapangan Pondok Pesantren Lirboyo, Kiai Anwar Iskandar mengatakan apa yang dilakukan Rizieq Syihab dengan menolak panggilan polisi untuk menjalani pemeriksaan tak bisa dibenarkan. “Kalau tidak salah saya pikir dia harus gentle, apalagi membawa nama ulama,” kata Kiai Anwar, Sabtu 20 Mei 2017.

        Ulama yang akrab disapa Gus War ini menambahkan Habib Rizieq harus memberi contoh dan tauladan kepada pengikutnya dalam penegakkan hukum yang baik. Jika Rizieq pulang dan memenuhi panggilan polisi, akan terbuka dengan sendirinya apakah tudingan yang disangkakan kepadanya benar atau tidak. Hal itu juga tidak akan membingungkan umat yang selama ini menjadikan Rizieq sebagai panutan.

        Sikap imam besar FPI yang memilih tak pulang ke tanah air ini dinilai polisi merugikan dirinya sendiri. Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan Rizieq melewatkan kesempatan membela diri jika tak bersedia memenuhi panggilan polisi.

        Melalui kuasa hukumnya, Rizieq menolak pulang karena merasa dikriminalisasi penyidik Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya dalam kasus pornografi antara dirinya dengan Firza Husein. Hingga kini polisi juga belum menerbitkan red notice untuk meminta bantuan Interpol melacak dan memulangkan sang habib.

        Dalam kasus percakapan atau chat WhatsApp berkonten pornografi, Rizieq Syihab sudah dua kali mangkir panggilan pemeriksaan polisi. Pada panggilan pertama tanggal 25 April 2017, Rizieq berdalih sedang melaksanakan ibadah umrah. Dari Arab Saudi, Rizieq sempat bertolak ke Yaman untuk mengunjungi anaknya yang melahirkan. Ia juga terbang ke Kuala Lumpur Malaysia untuk menyelesaikan studinya.

        Sumber: Imbau Rizieq Syihab Pulang, Kiai NU: Harus Gentle Bawa Nama Ulama

    KH. Said Aqil Siraj

        Liputan6.com, Jakarta – Rabu (31/05) Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj meminta pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab pulang ke Indonesia. Sebab, Rizieq telah ditetapkan sebagai buronan Polda Metro Jaya terkait dugaan kasus pornografi berupa percakapan seks.

        ”Ya kalau warga negara yang taat, pulang,” imbau Said Aqil saat ditemui di Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan. Sebelumnya, penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya (PMJ) resmi memasukkan Rizieq Shihab ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

        Sumber: Ketum PBNU Imbau Rizieq Shihab untuk Pulang

    Gus Nuril

        Liputan6.com, Jakarta – Pemimpin Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal, Nuril Arifin Husein atau yang akrab disapa Gus Nuril, menanggapi tarik-ulur kepulanganRizieq Shihab dari Arab Saudi

        Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab melalui pengacaranya berencana pulang ke Indonesia pada 12 Juni 2017. Namun, belakangan diralat dengan menyatakan belum akan kembali dalam waktu dekat.

        “Sederhana itu. Itu untuk “mainan” apa atau untuk penegakan hukum? Kalau untuk sandiwara ya diulur-ulur begitu,” ujar Gus Nuril saat ditemui di Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu, 10 Juni 2017.

        “Kalau untuk penegakan hukum, tinggal (Dirjen) Imigrasi, Menko Polhukam, dan Menteri Luar Negeri berkoordinasi, memerintahkan pencabutan izin paspornya Rizieq. Selesai. Kepolisian juga seharusnya mengirimkan surat kepada (Dirjen) Imigrasi bahwa Rizieq sudah menjadi red notice dari Interpol,” ujarnya lagi.

        Gus Nuril bahkan menilai seharusnya aparat hukum dan pemerintah bisa lebih tegas lagi menangani persoalan terkait Rizieq.

        “Tembak kakinya aja atau kepalanya atau tangannya, selesai. Kalau mereka (Rizieq dan FPI) mau melakukan kegiatan ramai-ramai makar. Kita mau menangkap orang yang sudah dijadikan DPO dan melakukan kejahatan, kok, kemudian dibela? Itu sudah makar,” kata Gus Nuril.

        “Selesai, itu gampang. Enggak usah ribut-ribut. Mengancam sekian juta, sekian juta. Negara kok kalah sama preman? Wong tentaranya berapa jumlahnya, polisinya berapa jumlahnya,” pungkas Gus Nuril.

        Polisi menjerat Firza Husein dalam kasus dugaan pornografi berupa chat seks dengan pimpinan FPI Rizieq Shihab. Dia dijerat dengan Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 8 juncto Pasal 34 Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman penjara di atas lima tahun. Selain Firza Husein, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya juga telah menetapkan tersangka terhadap Rizieq Shihab terkait kasus yang sama dengan Firza. Saat ini, penyidik belum memeriksa kembali Rizieq karena dia berada di Arab Saudi. Usai menjalani umrah, dia belum kembali ke Indonesia. Rizieq juga telah ditetapkan sebagai buron.

        Sumber: Gus Nuril: Paspor Rizieq Shihab Seharusnya Dicabut

    Nah, sekarang, bagaimana anda menilai pendapat ulama di atas. Apakah langkah yang diambil polisi adalah “kriminalisasi ulama” atau murni pengakan hukum? Apapun penilaian kita, yang jelas jika proses hukum belum berjalan, setiap orang mempunyai hak berpendapat sesuai opininya masing-masing. Benar atau tidaknya opini tersebut, semua hanya akan terbuka, ketika proses hukum itu telah berjalan. Tapi bagaimana bisa berjalan kalau yang bersangkutan saja belum punya niat menjalani proses tersebut.

    Seharusnya, kalaupun memang merasa tidak bersalah dan berani mengklaim hal ini adalah “politisasi dari penguasa negara”, tetaplah jalani saja, tidak perlu takut. Orang yang benar-benar beriman pasti tidak akan pernah takut dan gentar menghadapi masalah apapun. Karena orang yang benar-benar beriman hanya akan percaya pada satu hal bahwa sang penguasa dunia alam (Allah) selalu berada di sisi orang-orang yang benar. Lalu, apa lagi yang masih membuatmu ragu untuk pulang, ya Habib?

    Wallahu a’lam.



    Penulis  :   Linggar Eisenring   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Pendapat Beberapa Ulama tentang Proses Hukum Habib Rizieq Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top