728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 04 Juni 2017

    Penampilan Sederhana Tapi Prestasi Mentereng Namun Tetap Rendah Hati

    Dengan seorang istri yang menolak menggunakan pakaian dari perancang busana dan seorang anak perempuan yang mengantri di klinik kesehatan masyarakat, keluarga Presiden Indonesia Joko Widodo memberikan contoh sederhana bagi negara tetangga di mana sebagian para pemimpin lebih dikenal karena keserakahan dan korupsi.

    Keluarga penguasa Asia Tenggara pada umumnya tidak menganut penghematan – dari anak-anak kontroversial seorang diktator Indonesia Soeharto sampai istri perdana menteri Malaysia, yang dikritik sebagai pemboros, dan kemewahan berlebih dari bangsawan Brunei.

    Sebaliknya, istri, anak perempuan dan dua putra Pak Jokowi tampil rendah hati dan merakyat, mereka lebih mewakili kelas menengah yang berkembang pesat dari pada kelompok elit.

    Begitulah sebuah tulisan di media asing, Weekend Australian yang menggambarkan betapa merakyatnya keluarga Pak Jokowi ini. Anggit Nugroho, seorang teman dari Pak Jokowi mengatakan bahwa “hingga saat ini pun, meski telah menjadi President, keluarga Pak Jokowi tetap ingin menjalankan hidup seperti orang kebanyakan.”

    Kita harus bersyukur memiliki Presiden seperti beliau, bayangkan pemimpin-pemimpin di negara lain bermewah-mewahan sementara kita memiliki seorang Presiden yang sederhana, rendah hati dan merakyat. Betapa irinya warga negara lain terhadap kita.

    Selain penampilannya Jokowi juga lebih menyukai makanan yang sederhana dan murah-murah. Yup, makanan sehari-hari yang biasa kita makan. Pak Jokowi pernah mengundang tukang nasi goreng ke Istana.

        Rohmad dan teman-temannya biasa berdagang di dekat RS Gunung Salak, Kota Bogor. Tetapi hari ini spesial, mereka diundang ke Istana Bogor untuk menyajikan hidangan andalan mereka.

        Bicara soal nasi goreng kaki lima, pengalaman Rohmad memang sudah diukir sejak tahun 1999. Kini dia mendapat kesempatan istimewa.

        “Ini sudah dua kali saya ke sini. Kemarin hari Senin (2/1) saya juga ke sini karena dipesan Pak Jokowi,” ujar Rohmad.

        Dia tak menyangka hari ini kembali diorder oleh Presiden Jokowi. Tetapi kali ini dia diminta menyajikan untuk pewarta dan beberapa staf Istana Kepresidenan.

        “Saya sih pingin suatu hari diundang lagi, buat Pak Presiden, supaya lebih dekat,” ungkap Rohmad.

        Seporsi nasi goreng ataupun mi dihargai Rp 12 ribu. Hari ini dia dan teman-temannya bisa menyajikan 100 porsi, sehingga Rp 1.200.000 mereka kantongi, yang kemudian sebagian dibelanjakan untuk bahan baku. (sumber, news.detik.com)


    Bayangkan betapa gembiranya pedagang nasi goreng tersebut. Dalam sehari mereka berhasil menjual 100 porsi. Kalau kita makan disebuah rumah makan mewah maka kita membantu pemiliknya untuk membeli mobil baru. Tapi kalau kita makan nasi goreng murah seperti dari Pak Rohmad dan teman-temannya, kita membantu seorang ayah membiayai anaknya bersekolah, atau membantu seorang ayah menyajikan makanan bagi keluarganya. Itulah Pak Jokowi, dengan kesederhanaannya justru membantu ekonomi warga disekitarnya.

    Saat di Batam, Pak Jokowi berencana mencicipi masakan di sebuah restoran. Pemilik restoran tersebut sudah bersiap-siap memberikan pelayanan lebih termasuk memberikan taplak meja karena selama ini meja disana tidak pernah pakai alas. “Tapi pihak istana nggak mau, cukup apa adanya saja,” katanya.


    “Pak Presiden ini orangnya sangat sederhana. Kita sempat menawarkan makanan yang baru, tetapi melalui paspampresnya, beliau mengatakan tidak usah. Cukup makanan yang biasa disajikan di sini saja,” lanjutnya. (sumber, tribunnews.com)

    Soal penampilan Presiden kita ini sangat sederhana. Setelan yang kerap digunakan tidak aneh-aneh seringkali hanya terlihat dengan celana hitam dan kemeja putih, lebih mirip sales ketimbang Presiden, atau karyawan yang sedang training. Pernah juga di saat pemimpin dunia lain menggunakan jas dengan harga puluhan juta, Jokowi justru memilih baju putih dan celana hitam seperti biasa.

    Saat berkunjung ke Manado, Pak Jokowi terlihat tengah berbelanja sepatu di sebuah pusat perbelanjaan di Manado. Dia mengatakan “Mumpung diskon, saya belanja sepatu.” Padahal berapa banyak orang biasa seperti kita ini yang segan belanja barang-barang diskon. (sumber, riauonline.co.id)

    Jokowi juga kerap bepergian menggunakan pesawat ekonomi, padahal sudah pasti ia mampu naik kelas bisnis. Kebiasaan beliau yang satu ini kerap menjadi pemberitaan berbagai media. Bahkan netizen Malaysia pun kagum melihatnya.

    Sebuah video berdurasi 1 menit 47 detik diunggah oleh pemilik akun Facebook Muhammad Yafi pada tanggal 12 Juni. Dalam video tersebut nampak Pak Jokowi duduk diantara penumpang kelas ekonomi lainnya. Sontak kehadiran Pak Jokowi mengundang perhatian penumpang lain.

    Penumpang lainnya berdiri, juga memotret, beberapa saat sebelum mantan Walikota Surakarta/Solo dan mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Seorang laki-laki mengenakan kemeja batik, berdiri di samping kiri kursi Jokowi. Rekaman memperlihatkan suasana keriuhan, dan gembira para penumpang mengetahui Jokowi satu pesawat bersama mereka. Video tersebut kemudian viral dan mengundang banyak komentar termasuk dari warga Malaysia.


    Mohamad Ihsan Jamaludin, seorang yang mencantumkan data di Fabook sebagai warga Sepang, Malaysia, memuji Jokowi.

    “Contoh pemimpin yg memahami kesusahan rakyat dan mungkin lahir dari keluarga yg sederhana beliau faham dan mengerti erti hidup rakyat’ kalau lahir2 dah senang itu yg jadi macam2 tu padahal anak2 raja ada yg bersedehana tapi pemimpin tak sedar diri,” tulis Ihsan.(sumber, kaltim.tribunnews.com)

    Hal yang sama dilakukan oleh sang anak, Gibran yang naik pesawat kelas ekonomi ke Jakarta tanpa pengawalan. Gibran Rakabuming pernah terlihat naik pesawat Garuda Indonesia dalam
    penerbangan dari Solo ke Jakarta. Dia duduk di kelas ekonomi di deretan nomor kursi 27 di pesawat Garuda yang terbang dari Solo pukul 11.05 WIB dan tiba di Jakarta 12.10 WIB.(sumber, news.detik.com)

     


    Masih banyak lagi kesederhanaan beliau yang akan terlalu panjang jika saya tulis disini. Kita bisa banyak belajar dari beliau, seorang Presiden pun tetap hidup sederhana. Keluarganya pun demikian, tetap sederhana dan rendah hati…dan sekali-kali usil juga. Penampilannya sederhana, baju dan sepatu yang ia kenakan harganya biasa saja. Makan pun suka makanan sederhana dan murah tidak minta macam-macam. Bukan lobster atau makanan mewah lainnya yang tagihannya bisa berjuta-juta.

    Tapi dibalik kesederhanannya, pencapaian beliau luar biasa sekali. Sejarah baru ditorehkan oleh beliau selama memimpin Indonesia. Pembangunan infrastruktur masif dilaksanakan sebagai fondasi pembangunan kedepannya. Ibarat ingin membuat pabrik supaya bisa berproduksi, sebelum beli mesin produksi yang harus ada adalah bangunannya dan fasilitas-fasilitas lainnya termasuk listrik, akses jalan dan air.

    Beberapa proyek pembangunan infrastruktur yang sedang ‎dikerjakan saat ini adalah pembangkit listrik 35 ribu MW, 163 pelabuhan baru, 621 mil jalan tol baru, 2024 mil rel kereta, sistem irigasi untuk 1 juta hektar lahan, dan 49 bendungan untuk mendukung sistem irigasi itu. (sumber, bisnis.liputan6.com)

    Berkaitan dengan lingkungan hidup, Indonesia ditangan Presiden Jokowi berhasil memecahkan Guinness Book of World Record atau rekor dunia. Melalui penanaman sebanyak 238 ribu batang pohon, dengan jumlah luas tanam mencapai 23 hektare di Desa Sumurgeneng dan Tasikharjo, Kecamamatan Jenu, Kabupaten Tuban,(sumber, katajatim.com)

    Salah satu prestasi lain yang dicetak pada era Jokowi ini adalah IHSG. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyentuh level tertingginya pada penutupan perdagangan jelang akhir pekan kemarin di level 5.540,43 poin. Tak hanya itu nilai kapitalisasi pasar BEI juga menyentuh level tertingginya di Rp 6.018,79 triliun

    Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengatakan angka tersebut merupakan capaian tertinggi sepanjang sejarah. Hal itu juga sebagai bukti atas janjinya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membawa IHSG tembus level 5.500.(sumber, finance.detik.com).

    Keberhasilan Tax Amnesty mendapatkan pujian dari dunia internasional. Director of Global Indicators Group Bank Dunia Augusto Lopez Claros memuji upaya serius pemerintah Indonesia memperbaiki kemudahan berusaha, terutama yang ditujukan untuk usaha kecil menengah. Bank Dunia menilai bahwa paket kebijakan ekonomi merupakan kunci bagi Indonesia untuk dapat keluar dari krisis ekonomi global sehingga tetap dapat mengalami pertumbuhan (sumber, bisnisliputan6.com)

    Masih buanyak lagi prestasi beliau selama 3 tahun memimpin Indonesia. Sama seperti kesederhanaan beliau, prestasi Pak Jokowi akan terlalu panjang jika saya tulis semua disini. Meski prestasinya cemerlang hingga diakui oleh dunia, Pak Jokowi tetap rendah hati.

    Beliau tidak segan-segan menuangkan air minum untuk Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan saat berkunjung ke Bandung.


    Meski banyak yang mengartikan berbeda-beda akan kejadian tersebut tapi saya melihatnya ini hanya ketulusan hati seorang Jokowi saja, tidak ada yang lain. Karena sebelumnya ia juga pernah menuangkan air minum untuk Megawati, ia juga pernah membagikan piring kepada para ulama saat diundang makan ke Istana.
    Saat dijalan pun sering kali Jokowi terlihat terjebak macet bersama warga Jakarta. Ia enggan menggunakan sirine untuk menerobos kemacetan. Seperti yang diceritakan oleh salah satu warga Jakarta yang sudah beberapa kali berpapasan dengan Pak Presiden dijalan.


        Ini kali ke-4 saya berpapasan dengan rombongan Pak Jokowi – RI 1, dijalanan. Lengkap dengan protokoler jalanan dengan mobil pengiring, dan sniper. Yang berbeda dari perjalanan rombongan RI – 1 ini adalah tidak ada suara sirine atau hingar bingar ngiung-ngiung suara sirene serta teriakan-teriakan pinggir pak.. pinggir pak….

        Dengan lemparan senyum pak Presiden ketika beradu pandangan dengan saya lalu saya anggukkan Kepala dengan senyum pula.(sumber, kinelblog)

    Banyak yang bisa kita pelajari dari Pak Jokowi, kehidupan sederhana yang ia tunjukkan layak kita tiru. Seorang Presiden saja makan di rumah makan yang sederhana, lah masa kita memaksakan diri makan di rumah makan mewah, nyicil mobil atau motor, nyicil ini itu. Rendah hati kepada siapapun termasuk pada bawahan, staff, Office boy, pokoknya siapapun. Tapi berprestasi lah setinggi-tingginya, kerja, kerja dan kerja tak perlu menghiraukan suara-suara sumbang selama apa yang kita lakukan adalah benar.

    Sehat selalu Pak Presiden Joko Widodo, jangan lupa beristirahat.



    Begitulah kelelawar.


    Penulis :  Gusti Yusuf    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Penampilan Sederhana Tapi Prestasi Mentereng Namun Tetap Rendah Hati Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top