728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 09 Juni 2017

    Miris! Ulama London Tolak Solatkan Ketiga Jenazah Teroris, Di Indonesia Tolak Solatkan Pendukung Ahok

    Sekelompok imam dan para pemuka agama Islam di London menolak menyalatkan pelaku penyerangan teror di Jembatan London. Mereka bukan orang sembarangan. Mereka adalah imam dan pemuka agama yang cukup kredibel.

    Dalam pernyataan mereka di medsos, kelompok ulama menyatakan sikap mereka. Mereka menolak menyalatkan para teroris yang tewas di tempat. Bukan hanya tidak menyalatkan para teroris, mereka pun mengutuk serangan yang menewaskan tujuh orang dan melukai 48 orang lainnya pada Sabtu malam.

    Kejadian terjadi di waktu malam, ketiga pria menabrakkan mobil van rental yang diarahkan ke trotoar penuh dengan orang dan secara acak menusuk dan menikam orang-orang yang sedang berjalan dan bersenang-senang di bar dan restoran dekat Borough Market.

    Wakil dari imam tersebut, melalui East London Mosque mengatakan bahwa mereka akan berupaya melawan pemutarbalikan agama yang dilakukan oleh para penganut agama Islam garis keras. Melawan ekstrimisme sulit dari luar, melawan ekstrimisme harus dari dalam, dan itulah yang dikerjakan oleh kaum pemuka agama Islam di London.

    Polisi telah mengumumkan tiga nama penyerang di London Bridge, Youssef Zaghba, warga Moroko-Italia, Khuram Butt, 27, yang lahir di Pakistan dan Rachid Radouane, 30,tahun. Pada hari pertama seruan penolakan salat jenazah teroris dikeluarkan lebih dari 130 imam. Mereka menandatangani statement tersebut dan sekarang sudah lebih dari 200 ulama dan cendekiawan Islam yang menyatakan penolakan sholat jenazah.

    Pernyataan itu pun ditandatangani oleh berbagai imam dari berbagai masjid di Inggris. Mulai dari Imam Masjid di Leeds, Imam Qari Asim, hingga ahli agama Islam dari Universitas Cambridge, Timothy Winter.


        “Kami rasa penting untuk (terus) mendorong imam lain untuk menolak melakukan salat jenazah untuk teroris-teroris ini … kami tak ada kaitan dengan tindakan itu, ini tidak ada hubungannya dengan Islam, dan kami tidak terima,” Rehana Sadiq, ustadzah dari Birmingham yang ikut menyusun pernyataan para imam.

    Menurut Imam Abdullah Hasan, yang tergabung dalam organisasi dan aliansi Imams Against Domestic Abuse (IADA), sikap ini tidak terlepas dari aksi yang dilakukan oleh para pelaku teror di Jembatan London.

    Terlebih lagi, pelaku berani-beraninya mengatasnamakan Islam saat melakukan aksi teror tersebut. Padahal, menurut Abdullah Hasan, Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan. Semua memang tergantung kepada interpretasi masing-masing.

    Setiap agama dapat dipelintir sedemikian rupa, namun alangkah baiknya jika kita menginterpretasi ajaran agama, sesuai dengan konteks perdamaian yang ada di dunia ini. Maka dalam pernyataan penolakan solat jenazah bagi teroris, para teroris harus dianggap bukan mencerminkan Islam yang sesungguhnya.

    Jumlah Muslim di Inggris tercatat lebih dari tiga juta jiwa, atau sekitar 5,4% dari total populasi. Serangan teror ini tentu akan berdampak kepada umat Muslim lain. Mereka yang membawa agama di dalam melakukan penyerangan, akan melepaskan segala agama yang pernah ia bawa, ketika masuk ke dalam ruang ‘penghakiman’. Alih-alih ingin masuk sorga dan bertemu 72 bidadari, mereka malah masuk neraka dan disiksa oleh kenangan kematian terus menerus.

    Terorisme dan ancaman keamanan sudah menjadi sebuah hal yang melanggar hak hidup manusia. Setiap manusia di dalam berbagai agama, memiliki sebuah kebebasan untuk dapat menikmati kehidupan di dunia ini dengan tenang. Tindakan teror yang terjadi, harus ditumpas dan diselesaikan tanpa pandang bulu.

    Melihat aksi penolakan jenazah teror di London Bridge, justru kita melihat satu realita. Inilah aksi bela Islam yang sebenarnya. Tidak seperti di Indonesia, para laskar membawa-bawa spanduk besar berjudul ‘Aksi Bela Islam’. Namun kenyataannya, seperti yang kita sudah lihat, bahwa yang dibela adalah para politisi busuk yang bersembunyi di balik jubah kesalehan agama.

    Mereka yang membela para tersangka KPK, menunjukkan citra diri aslinya satu per satu, sebulat-bulatnya. Mereka menelanjangi diri mereka dengan membela para tersangka. Mereka membela Rizieq, Amien Rais, dan tersangka lainnya. Inikah yang namanya bela Islam? Maka saya lebih suka menggunakan istilah ‘aksi bela (katanya) Islam’.

    Betul kan yang saya katakan?



    Penulis :   Hysebastian  Sumber :  Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Miris! Ulama London Tolak Solatkan Ketiga Jenazah Teroris, Di Indonesia Tolak Solatkan Pendukung Ahok Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top