728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 15 Juni 2017

    Meraba Keengganan Pulang Rizieq Shihab

    Terima atau tidak terima, setujua atau tidak setuju, popularitas sosok yang satu ini memang luar biasa. Memang “keluarbiasaan” dari sosok ini cenderung destruktik jika dilihat dari kacamata waras. Namun jika dilihat dari kacamata tidak waras, sosok ini merupakan sosok fenomenal,sosok pejuang tiada tandingan, sosok pemimpin yang posisinya “sejajar” dengan malaekat.

    Dialah Rizieq Shihab. Kontroversinya dalam segala hal membuatnya sangat popular, melebihi artis dan juga olahragawan paling terkenal di jaman ini. Silakan Tanya kepada anak-anak dan para ibu yang sedang nongkrong di pinggir jalan sembari menunggu buka puasa di ramadhan 2017 ini, siapa yang lebih terkenal antara Christiano Ronaldo atau Leonel Messi dibandingkan dengan sosok Rizieq Shihab?Patilah jawabannya, Habib Rizieq!
    Popularitas itu memang menggiurkan. Dengan popularitas maka semua kebutuhan seolah terpenuhi. Dan juga kebutuhan kepuasanpun terlampiaskan. Semua itu pernah dialami oleh si imam sangat besar kaum fpi,Rizieq Shihab. Namun popularitas pulalah yang pada akhirnya menjerumuskan si imam sangat besar fpi ke lingkaran permasalahan yang tak diketahui mana ujung dan pangkalnya.

    Karena merasa terkenal,merasa populer, dank arena itu diikuti serta disanjung banyak umat (di Jakarta saja sekitar 7 juta), maka takaburlah si imam sangat besar fpi. Merasa di atas angina, semua dilabarak dan ditabrak. Aturan ditabrak, lambing negara dihina, presiden diancam, apalagi agama minoritas yang dikalimnya kafir. Diejek seenak perutnya sendiri. Itulah kelakuan manusia yang lupa diri. Manusia yang merasa seolah popularitas dan kebranian dengan topeng “kesucian” adalah segala-galanya.

    Seperti pepatah, sepandai-pandainya Tupai melompat, suatu waktu dia akan jatuh juga. Dan si imam sangat buesuuuuaarr fpi, Rizieq Shihab, akhirnya terpeleset. Ada sosok pelaksana pemerintahan negara ini yang berani dan nampaknya sangat tegas. Ketegasan itu pulalah yang membuat hukum berjalan dalam jalannya. Si imam sangat buesuar fpi, Rizieq Shihab mesti menjalani proses hukum di negara hukum karena diduga telah melanggar hukum.
    Namun apa yang terjadi?Si imam sangat buesuaar fpi yang biasanya garang dan seolah beringas, yang kurang puas dengan satu microfoon karena sering pegang dua micofoon, yang sering mengancam dan menghujad dan yang sepertinya hanya kenal satu jenis pakaian itu ternyata penakut. Baru mau dipanggil untuk diperiksa saja sudah kabur terbirit-birit meninggalkan alasan-alasan yang amat sangat tidak logis.
    Si imam suangat besuaar fpi itu ke Saudi Arabia, untuk umroh. Namun umrohnya seperti paketan internet, tak terbatas. Menarik untuk meraba kemungkinan-kemungkinan mengapa bang toyib sihab ini tidak segera pulang ke Indonesia. Ini kan negerinya Firza yang dirindukan ta?
    Saya hanya akan mengulas satu sisi namun dalam dua perspektif. Satu hal itu adalah ketakutan atau rasa takut berlebihan yang menghinggapi Rizieq Shihab. Dan nampaknya memang si imam sangat buesuaar fpi ini selalu berlebihan dalam segal hal. Microfoon minta lebih, ceramah lebih juga, pasangan cinta, juga berlebihan.
    Mengapa si imam sangat buesuar fpi tidak segera pulang?Karena dia takut, bahkan sangat takut. Baik takut kepada pemerintah yang berwenang mengatur tatana negara dan takut kepada para donator gerakan demo berangka togel.
    Takut kepada pemerintah memang jelas. Pemerintah sedang tegas berjuang menegakan supremasi hukum. Artinya siapa yang diduga salah mesti melewati “jembatan” hukum untuk menentukan kebenarannya. Tidak ada pemilahan di sini,oleh karena itu, si Rizieq Shihab, imam sangat buesuarr fpi juga terkena pisau hukum negeri ini.
    Nampaknya si imam sangat besar ini sudah sadar bahwa dirinya bersalah. Dan untuk itu dia tidak akan pulang-pulang sebelum Jokowi lengser. Karenamerasa salah dan karenanya takut, maka dari negeri perantauanpun si imam sangat buesuar fpi ini tetap menghembuskan semangat untuk membela dirinya. Mengapa minta dibela?Karena yakin seyakin-yakinnya bahwa dirinya salah. Kalau tidak salah, mengapa musti takut?Lihat tuh..yang dituduh kafir dan sangat berjasa di DKI malah mendekam di penjara,meski tidak salah.

    Ketakutan berikutnya adalah ketakutan si imam sangat buesuaar fpi ke para donator gerakan togelisasi, baik 411,212 dan selanjutnya. Mengapa takut Bib?Ya ialah takut, lha wong demi menggalang massa demo, dengan jargon bela agama, sudah ada yang mendatangi dengan senyum manis ala bajak laut. Merekalah yang disuruh oleh boss-bss besar untuk menemui si imam sangat besar ini. Tujuannya membuat kekacauan dan itu diimbali sejumlah uang.

    Mungkin uangnya banyak sehingga sang ketua tidak bekerja di instrnasi apapun atau wirausaha apapun malah asyik mengendarai mobil-mobil mewah buatan para kafir Uang telah menggelapkan mata banyak manusia, takterkecuali imam sangat besar itu. Karena uang, dia rela menjual harga dirinya, demi uang siapa saja bisa melupakan siapapun.

    Dan kini, cerita tentang tokoh dan uang nampaknya sedang merindu Rizieq Shihab. Karena uang dia gadaikan negeri ini. Dan “kantor gadainya” adalah tokoh-tokoh bergaya priyayi yang tidak pernah merasa puas.
    Kembali kesoal,mengapa Rizieq Shihab, mengapa dia enggan balik Indonesia. Nampaknya ancaman pemeriksaan dan juga (mungkin) ancaman para konglomerat,yang membuat si imam sangat buesuar fpi enggan pulang. Tidak pulang ada ancaman deportasi, dan jikapun pulang kembali, pastilah akan membuat heboh. Karena seorang imam suangat besar malah dideportasi karena persoalan berat. Pastilah para tifosi sport jantung melihat kondisi ini semua “anak buah” yang sedang bermain itu dhe.

    Rizieq Shihab sedang takut, sangat akut malahan. Oleh karenanya dia hanya akan pulang jika keadaan aman, sangat aman. Namun nampaknya orang banyak sudah paham akan gerakannya. Tinggal ditunggu saja akan sampai kapan si imam sangat besar fpi itu akan bertahan.

    Salam Kuat.



    Penulis :  dony setyawan   Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Meraba Keengganan Pulang Rizieq Shihab Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top