728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 08 Juni 2017

    Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa, Jokowi Memberantas Hoax

    Joko Widodo, atau kerap disapa dengan panggilan Jokowi, namanya sudah tidak asing lagi. Bagaimana tidak ? Nama presiden kita yang satu ini disebut-sebut tokoh muslim berpengaruh abad ini. Sosoknya terkenal ke berbagai penjuru dunia. Bangga dong, kita memiliki pemimpin sepertinya. Presiden jujur dan rendah hati yang fokus membangun tanah air.

    Menjadi seorang presiden di zaman sekarang tidak mudah. Di era globalisasi, di mana banyak pengaruh yang masuk ke dalam negeri, berita berlalu begitu cepat, seakan tidak ada jeda antara berita satu dengan berita lainnya. Dengan berbekal sebuah ponsel genggam saja, kita sudah bisa memviralkan suatu berita. Sayangnya fasilitas ini ada yang disalahgunakan, entah untuk menaikan pamor dan membuat dirinya populer atau hanya kesenangan biasa ? mungkin sih, tapi akan sangat berbahaya jika digunakan untuk menebar kebencian.

    Tebaran kebencian berkeliaran di sana sini, negeri kita semakin kaya akan fitnah. A menyebut B, B menyebut C, C menyebut A dan B. Ya begitulah potret kehidupan Indonesia masa kini. Tidak bisa dipungkiri, Indonesia adalah negara dengan tingkat hoax yang tinggi. Hm… suatu pencapaian yang bisa dibilang wow, karena Indonesia dapat mengalahkan ratusan negara dalam bidang ini.

    Tentu, sebagai presiden yang baik, Jokowi tidak bisa tinggal diam melihat hal tersebut. Presiden Joko Widodo mengingatkan bahaya berita bohong atau hoax yang makin marak di media sosial. Jokowi menyebut berita hoax bisa memecah belah bangsa.


    Begitulah, memang berbahaya sekali, dengan satu klik saja kita bisa memecah belah bangsa ini. Bayangkan, perjuangan beratus-ratus tahun rakyat Indonesia menginginkan merdeka dan akhirnya terbentuklah kata “Negara Kesatuan Republik Indonesia” akan terpecah hanya karena satu berita hoax. NKRI yang telah diperjuangan para leluhur bangsa hanya akan bertahan secepat ini ? NKRI kita baru 71 tahun masak mau pecah dalam waktu secepat ini dan penyebabnya hanya karena hoax saja ? mau jadi apa negeri kita jika hal ini terjadi ? rusak semua, negeri yang dikenal dengan keberagamannya sudah tak ada lagi, Indonesia binasa.

    Tapi inikan tidak terjadi, atau setidaknya belum terjadi. Pemerintah mulai bergerak dalam melakukan pemberantasan hoax. Jokowi mengajak kita cermat dalam menyaring isu-isu, mana yang benar mana yang hoax.

    “Akhir-akhir ini, terutama di media sosial, kita sering lihat penghasutan, fitnah, berita bohong, ujaran kebencian yang, kalau ini tidak diwaspadai, bisa memecah belah bangsa kita,” kata Jokowi saat berpidato diperingatan HUT PKPI di Hotel The Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Minggu (15/1/2017)

    Namun, menurut Jokowi, bangsa Indonesia telah memiliki Pancasila. Pancasila mampu menangkal perubahan-perubahan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai bangsa.

    “Seperti sering saya bilang, kita patut bersyukur sebagai bangsa karena mempunyai Pancasila. Pancasila bisa mendeteksi setiap perubahan yang ada, mengukur nilai-nilai yang tidak sesuai dengan budaya kita, seperti aksi radikalisme dan terorisme yang tidak sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika,” jelas Jokowi.

    Ya, kita seharusnya bersyukur memiliki ideologi yang sempurna. Sebuah anugerah dari Tuhan, membekali negara majemuk ini dengan Pancasila. Dengan Pancasila, kemajemukan bangsa ini terus terjaga. Nilai-nilai luhur yang terkandung didalam Pancasila dapat mematahkan berbagai isu. SARA dan hoax tentu tidak ada apa-apanya di depan Pancasila.


    Pancasila adalah basis filosofis “pluralitas Indonesia”. Pancasila merupakan kerangka politik, di dalamnya setiap warga Indonesia dari berbagai latar belakang yang berbeda menghayati dan menjalankan kewajiban sesuai dengan imannya.

    Maksud awal Pancasila ialah menempatkan dan membangun suatu negara modern, di mana semua orang Indonesia dari latar belakang agama dan kebudayaan yang berbeda kedudukan adalah sama tanpa diperlakukan secara diskriminatif. Ia adalah konsensus dasar pada level negara yang berpautan dengan nilai-nilai kehidupan bersama dalam suatu negara. (Mathias Daven [ms], 2015: 55-56)

    Namun perlu kita ketahui juga, Pancasila kita mulai digoncang. Berbagai isu tidak hanya menyerang perseorangan, tetapi mulai ganas dan menyerang Pancasila Sakti. Nilai-nilai luhur yang semakin luntur, ternodai oleh fitnah-fitnah dan cacian.

    Entah apakah menurut mereka, ada yang salah dengan Pancasila ? apakah mereka tidak mencintai keberagaman Indonesia ?

    Jika masalah ini hanya dibiarkan begitu saja, tentu akan berkembang biak semakin banyak. Akan lebih menakutkan jika sampai kita tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Tetapi, tentu saja pemerintah tidak akan membiarkan ini terjadi begitu saja. Jokowi merupakan seorang pekerja keras yang bergerak cepat dalam menghadapi masalah. Tidak terkecuali untuk kasus yang satu ini, “hoax”.


    Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan percepatan pembentukan Badan Siber Nasional, atau BSN yang akan memproteksi kegiatan siber secara nasional.

    “Presiden sudah memerintahkan harus segera dibentuk Badan Siber Nasional, yang nanti tugasnya memproteksi kegiatan siber nasional. Kalau perlu, bulan ini sudah harus selesai,” kata Wiranto di kantornya, Jakarta, Selasa (3/1/2016)

    Nah tuh, Jokowi tidak main-main dalam menangani kasus ini. Sampai-sampai dibentuklah badan baru untuk menangani kasus seperti ini.

      Beberapa tugas utama BSN ini adalah :
    1. Menekan maraknya penyebaran berita hoax
    2. Meningkatkan pertahanan keamanan
    3. menertibkan perdagangan elektronik


    Jadi pemberantasan hoax merupakan dari tiga tugas utama tersebut, sudahlah tidak usah main-main dengan hukum. Karena siapa berulah, langsung tangkap hehehe…
    sudah banyak kok orang yang ditangkap karena masalah ini hehehe… hebatnya Pak Jokowi nih, lembut dan tegas hehehe…

    Dengan adanya BSN, menurut mantan Ketua Umum Partai Hanura ini masyarakat tidak akan bingung dengan informasi yang beredar.

    “Karena kalau tidak diatur dan diawasi, dan tidak ada landasan hukumnya, negara ini mau jadi apa. Belantara hoax, jadi tidak jelas. Akan mengganggu proses pembangunan nasional,” katanya.


    Jokowi kami akan selalu mendukungmu, anda tidak sendiri pak, kami akan setia membantu bapak dalam melawan hoax. Tidak peduli siapa penyebarnya yang penting adalah kita membantu pemerintah dalam memberantasnya.

    Karena “hoax” tidak bisa dibiarkan begitu saja, Jokowi sadar akan hal itu. Hoax dapat memecah belah bangsa. Apakah bangsa yang kaya akan kemajemukannya akan hancur hanya karena hoax ?

    Bangsa kita tidak bisa dipecah belah oleh masalah apapun, selama kita masih memiliki Pancasila dan memegang teguh Bhinneka Tunggal Ika, kita tidak akan runtuh. Karena berbeda itu indah, keberagaman ini harus tetap dijaga. Sebagaimana sila ke tiga Pancasila yang berbunyi “Persatuan Indonesia” kita harus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, jangan sampai terjebak dalam adu domba.

    Semangat Pak Jokowi ! dalam membangun bangsa dan menjaga NKRI.

    Begitulah sekuranya dari saya, sekian dan terima kasih…


    Penulis :   Eugenius Mario   Sumber :  Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa, Jokowi Memberantas Hoax Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top