728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 06 Juni 2017

    Menimbang Duet Jokowi-Tito Demi Indonesia Makin Hebat

    Dalam rangka menggeliatkan helatan Pilpres 2019 yang sudah menjelang, berikut akan ditimbang kemungkinan duet Jokowi-Tito. Pada tulisan sebelumnya, duet Jokowi-Susi sudah ditakar juga demi Indonesia hebat. Dengan mulai bergulirnya opini seperti ini mudah-mudahan memicu adrenalin para wakil rakyat supaya segera kelar merampungkan UU Pemilihan Presiden 2019.

    Memang dirasa menggelitik ketika duet Jokowi-Tito diajukan demi Indonesia hebat. Melihat kesatuan hati keduanya, inovasi keduanya yang tiada henti, rasa-rasanya bisa membuat Indonesia semakin di depan. Kalau pakai kata-kata Ibu Megawati Soekarnoputri Indonesia hebat!

    Senanglah melihat kekompakan Presiden dan Kapolri ini. Apa pun titah Presiden segera diemban dengan segenap jiwa-raga oleh Jenderal Tito Karnavian. Sama-sama pemberani, tegas dan tanpa tedeng aling-aling. Para maling negara dijamin terkencing di celana. Para perongrong dasar negara yang berwatak garong pasti dibuat makin songong.

    Munculnya duet Jokowi-Tito jelas dan tegas bertujuan menandingi opini yang ingin melanjutkan duet Jokowi-JK. Maaf, Jusuf Kalla sudah terlalu tua, bro and sis… Untuk menghormat Sang Saka Merah Putih sudah sering lupa.

    Maklum bahwa namanya usia tidak bisa ditipu oleh siapa pun juga. Tetapi kalau masih saja ada yang ngotot melanjutkan duet Jokowi-JK silahkan saja. Namanya opini kan memang boleh begini atau pun begitu. Yang penting tidak memberi ujaran-ujaran kebencian. Ujaran kekecewaan mungkin masih boleh lah.

    Duet Jokowi-Tito patut dipertimbangkan dengan berbagai alasan. Selain kesatuan hati seperti telah dibahas di atas.

    Dari sudut pandang yang khusus, aura Jenderal Tito kelihatan manther kaya sada lanang (bercahaya bagaikan lidi laki-laki). Menurut asal-usul pengertian, sada lanang yang dimaksudkan adalah lidi pertama yang patah dan jatuh dari pelepah daun kelapa atau aren. Tentu lidi yang kering. Siapapun yang bisa mendapatkan lidi yang jatuh pertama dari pelepah daun kelapa atau aren ini diyakini akan mendapatkan kewibawaan dan kekuatan batin.

    Pada kenyataannya, mendapatkan lidi seperti itu pasti sulit. Menemukan lidi patah yang jatuh dari pelepah kelapa atau aren tentu mudah. Namun, siapa bisa menentukan bahwa lidi itu jatuhnya pertama kali? Ini misteri yang ditawarkan ketika memahami ungkapan ‘sada lanang‘.

    Oleh karena itu, ungkapan tersebut memang bersifat simbolik. Sada lanang adalah simbol kewibawaan dan kekuatan seorang laki-laki sejati. Jenderal yang punya aura demikian dijamin pemberani, tegas, pantang menyerah dan puasa mengeluh. Tidak suka pamer sikap prihatin karena lebih mengedepankan tindakan tegas penuh nyali.

    Jadilah, Tito Karnavian di mata seorang pelaku Kejawen yang namanya belum boleh disebut di sini benar-benar memiliki aura yang manther (bercahaya) seperti sada lanang. Mantap bila mendampingi Jokowi yang sama-sama memiliki jiwa pemberani. Masih ingat bukan? Ketika Wiro Sableng gadungan yang berisik dengan kapak Naga Geni 212 cukup dihadapi dengan payung biru?

    Indonesia yang saat ini mengalami ujian tentang paham kebhinnekaan, ketika dasar negara dirongrong ormas radikal bebas, butuh sosok seperti Jenderal Tito Karnavian untuk mendampingi Jokowi sebagai RI-2.

    Dengan mengkedepan duet Jokowi-Tito tentu dipenuhi harapan-harapan. Stabilitas keamanan dari ancaman terorisme global layak dikemukakan. Dalam hal ini, Jenderal Tito adalah ahlinya. Kecerdasan, keberanian, ketepatan tindakan, semua dimiliki Jenderal kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, 26 Oktober 1964 ini.

    Dialah yang dengan cemerlang berhasil membongkar jaringan teroris Nordin M. Top. Ketika tergabung dalam tim Bareskrim, Tito berhasil pula melumpuhkan teroris Dr. Azahari dan kelompoknya di Kota Batu,Jawa Timur, 9 November 2005. Tidak heran bila angkatan AKABRI 1987 ini mendapatkan kenaikan pangkat yang cepat. Bahkan, dialah yang tercepat mendapat kenaikan pangkat bintang empat dari satu angkatan yang sama.

    Kenaikan pangkat yang didapat berkat prestasi yang gemilang. Bukan karena uang sogokan kepada atasan. Dalam hal ini publik melihat. Tampilnya orang-orang baik dan berprestasi tentu pantas diapresiasi setinggi mungkin. Hal mana selaras dengan gerakan revolusi mental yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

    Darma bhakti untuk negeri ketika diapresiasi tentu akan melahirkan budaya politik yang bermartabat dan terhormat. Budaya politik benar-benar berciri rasional dan tidak emosional. Proses politik pun digerakkan akal sehat bukan akal bulus bersanding fulus. Sebuah budaya yang terus melahirkan semangat dan harapan baru bagi setiap generasi untuk berprestasi dan berdarma bhakti bagi Ibu Pertiwi.

    Semoga Ibu Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Demokrasi Perjuangan, Sang Ibu Bangsa yang begitu mencintai NKRI berkenan menimbang-nimbang. Duet Jokowi-Tito demi Indonesia semakin di depan dan pasti makin hebat!



    Penulis   :   Setiyadi RXZ   Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Menimbang Duet Jokowi-Tito Demi Indonesia Makin Hebat Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top