728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 04 Juni 2017

    Mengapa Ustadz Solmed Dia Ditahan Di Bandara Changi Singapura?

    Kejadian penahanan Ustadz Soleh Mahmoed Nasution atau lebih dikenal dengan nama Ustadz Solmed di bandara Changi Singapura bisa saja menjadi catatan untuk para Ulama dan Ustadz Indonesia lain yang akan bepergian ke luar negeri. Bukan hal yang mustahil kalau negara-negara tetangga mulai pada ketakutan akan keberadaan para Ulama atau Ustadz Indonesia di tanah mereka. Bagaimana tidak, peristiwa demi peristiwa kebrutalan yang dilakukan pihak radikal memang benar-benar menakutkan.

    Ustadz Solmed boleh saja berkomentar bahwa pihak Bandara Changi tidak memiliki etika atau sebangsanya, tapi apa yang saya pahami dari apa yang dituturkan Ustadz Solmed, menurut saya masih jauh lebih baik dan lebih sopan dibanding kalau Ustadz Solmed ditahan seperti itu di Bandara yang ada di Timur Tengah atau di Bandara di Amerika. Aduh, jangan mau deh, karena saya pernah mengalaminya!

    “Iya ini bukan Imigrasi, tapi polisi yang tahan sekarang. Jadi saya ke Singapura, belum sampai keluar dari bandara saya baru di Imigrasi tahu-tahu saya dibawa, diperiksa paspor, paspor saya ditahan, terus saya dibawa ke ruang tahanan, di ruang isolasi yang akssesnya itu pakai kartu untuk keluar masuk,” ujar Ustaz Solmed saat dikonfirmasi detikcom Sabtu (3/6/2017). Ustaz kondang Solmed mendapat perlakuan kurang mengenakkan dari Imigrasi Bandara Changi Singapura. Ditahan di ruang isolasi, Ustaz Solmed disita paspor dan sempat ditahan telepon genggamnya.

    Bagi pihak imigrasi negara lain, demi melindungi negari mereka, tindakan apapun yang sekitanya diperlukan pasti mereka lakukan. Adalah menjadi hak mutlak pihak imigrasi Bandara untuk tidak mengatakan alasan atas penangkapan. Biasanya mereka tidak membuka pembicaraan dan standar operasional procedure seperti itu sudah biasa dilakukan di Bandara Internasional, kecuali di Indonesia. Entah kenapa, Indonesia sangat ramah walaupun pada penjahat sekalipun. Kalau kita lihat di berita televisi, saat pihak imigrasi menangkap penyelundup narkoba, mereka masih terlihat tertawa-tawa. Coba kalau di Amerika, bahasa Inggris yang digunakan sudah seperti bahasa slank saja.

    Setelah menunggu sekian lama di ruang isolasi, petugas yang menahannya tak juga datang dengan membawa kabar. Ketika petugas yang menahannya datang, alasan penahanan Solmed tidak diberi tahu.

    “Pulang pergi kayak hantu saja, saya tanya salah saya apa dia bilang ‘diam kamu’ saya bilang saya punya hak untuk mengetahui salah saya apa kalau saya ditahan seperti ini. Dia bilang diam kamu, kamu punya medsos apa, kamu punya Facebook apa, email apa, nomor telepon kamu berapa, saya lihat handphone kamu. Loh kok semuanya begini, saya bilang saya salah apa,” kisahnya.

    Apa yang terjadi pada Ustadz Solmed, bisa jadi adalah efek dari kegaduhan dan maraknya kelompok Islam radikal dan Intoleran. Dan maraknya ajakan-ajakan untuk membuat kekacauan seperti ajakan persekusi, ajakan demo, ajakan penyerangan dan lain lain yang sifatnya kekerasan. Ini bisa saja menimpa semua Ulama Indonesia yang hendak melancong ke luar negeri. Kecuali mereka yang sudah dikenal atau terkenal sebagai seorang Ulama agama Islam Nusantara. Misalnya Bapak Ketua PBNU Said Aqil Siroj, Bapak Quraish Shihab dan masih banyak lagi para Ulama yang benar-benar berpenampilan seorang Indonesia.

    Ustadz Solmed kemudian meminta untuk dipulangkan kembali ke Indonesia. Namun hingga jam tiket keberangkatannya ke Indonesia hangus, Solmed belum juga diizinkan pulang.

    “Saya tanya salah saya apa, saya punya tiket ini untuk pulang jam setengah lima, kalau saya salah pulangkan saja saya ke Indoneia walaupun saya tidak tau salah saya apa. Kata dia ‘okay kamu pulang jam setengah 5’ saya punya tiket jam setengah 5 tidak dipulangkan juga. Saya sudah beli tiket jam setengah 5 tadi, saya beli lagi yang jam 5, dihangusin lagi, saya minta jam setengah 7, katanya dikasih ternyata tidak dikasih. Sampai sekarang saya masih di sini saya nggak tahu saya pulang apa nggak, saya nggak paham,” imbuhnya. Ustadz Solmed juga ngeyel yah orangnya. Dia membeli tiket sampai tiga kali dan tiga kali hangus karena tidak diijinkan pulang. Kenapa dia harus beli tiket dulu sebelum dia berada diluar ruangan? Apakah dengan dia membeli tiket, pihak imigrasi Bandara akan mengijinkan dia pulang? Tidak kan?

    Padahal kalau kita lihat dari sisi penampilan Ustadz Solmed bisa dibilang cukup trendi yah, tidak terlihat seperti para ustad kaum cingkrang  yang berpenampilan seperti orang Arab Saudia. Ulama kaum cingkran demi lancarnya perjalanan ke luar negeri, mereka harus mau mengganti kostum arab mereka dengan kostum Indonesia. Kalau perlu mencukup atau memangkas janggut juga agar tampak seperti orang Indonesia biasa.

    Aa Gym, dia kalau jalan-jalan keluar negeri, sorbannya ditinggal di hotel. Tapi kalau mau ceramah di kedutaan Besar Republik Indonesia, dia pakai lagi sorbannya. Jarang kita melihat Aa Gym berceramah tanpa sorbannya. Well, mungkin sorban bagi dia sudah menjadi merek dagang. Kalau tanpa sorban, rasanya proses penanaman paham pada umat kurang afdol. Mungkin….

    Benar-benar sebuah pengalaman yang berharga untuk pak Ustadz!



    Penulis :   Erika Ebener   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Mengapa Ustadz Solmed Dia Ditahan Di Bandara Changi Singapura? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top