728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 15 Juni 2017

    ‘Menebak’ Siapakah Pelaku Teror Bom Molotov

    Hari ini, kita disuguhi banyak berita tentang pelemparan bom molotov yang menyasar kediaman Dirut TransJakarta Budi Kaliwono. Berikut kronologi kejadian pelemparan bom molotov.

    Selasa (13/6/2017)

    Sekitar Pukul 20.00 WIB

    Budi tiba di rumahnya di Pulogadung, Jakarta Timur. Dia langsung menonton TV dengan keluarganya.

    Pukul 20.30 WIB

    Budi terkejut karena melihat api. Budi dan istrinya keluar dari rumah melihat letupan kecil.

    Sekitar Pukul 21.00 WIB

    Budi langsung melaporkan kejadian ke Polsek Pulogadung.

    Dari kronologi kejadian menurut Pak Budi sendiri. Saya setuju dengan Pak Djarot, saya beranggapan pelaku hanyalah seorang pengecut yang tidak berani keluar di siang bolong, beraninya kok pas malam-malam hehehe…

    “Menurut kamu, kalau rumahnya dilempar bom molotov, itu ancaman nggak? Nah, itu cara-cara yang kuno, nggak bagus,” kata Djarot di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (14/6/2017).

    “Tapi sebagai seorang pejabat, seperti itu sih ya risiko ya. Itu menurut saya, cara-cara yang tidak jantan,” lanjutnya.

    Mantap sekali Pak Djarot ini, spiritnya sama seperti Pak Jokowi. Kita tidak boleh takut dengan teror-teror semacam ini.

    Oke, kita langsung saja ke siapakah pelaku dibalik pelemparan bom molotov tersebut ? Oke berikut akan saya ungkapkan argumen saya mengenai hal tersebut.

    1. Karyawan TransJakarta

    Pertama Staf Ops TransJakarta Budi Marcelo yang juga merupakan salah satu ‘pendemo’ mengatakan ratusan pekerja akan kembali mogok kerja jika pihak manjemen tidak memberi jawaban.

    Jika mengikuti alur dari perkataan salah satu staf TransJakarta, cukup jelas bahwa bawahan TransJakarta sangat menentang kebijakan atasannya. Sampai-sampai Staf Ops ikut turun dalam aksi demo. Tentu kita tahu, demo-demo legal di negeri ini, tapi tentu banyak pelanggaran terjadi. Walaupun seorang pimpinan demo memiliki niat yang baik dan ingin berdemo dengan damai, tetapi mungkin saja bawahan yang nakal melanggar dan keluar dari jalur. Masuklah ke jalur radikal dan meneror atasan mereka sendiri.

    2. Orang iseng

    Banyak orang iseng di negeri kita. Kita tidak bisa mengelak bahwa pendidikan tidak menjamin karakter seseorang. Contohnya anak kecil banyak yang bermain mercon/petasan, loh kan cuma main doang ? bukan itu masalahnya. Kalau main saja sih tidak apa-apa. Tetapi terkadang mereka melempari orang yang sedang lewat di jalan, tentu itu akan sangat menyenangkan buat mereka.

    Nah mungkin saja, pelaku teror bom molotov ini hanya orang asing yang iseng-iseng lempar molotov ke rumah dirut TransJogja tanpa motif tertentu dan hanya untuk kesenangan belaka. Sebenarnya saya kurang setuju soal argumen saya yang satu ini, tapi apa salahnya kita mengira-ira Hehehe…

    3. Orang politik

    Sebagai elit politik, tentu kita tahu, elit politik bisa melakukan apa saja seperti yang mereka inginkan. Bisa saja ada perbedaan pandangan dalam internal TransJakarta. Menjatuhkan direktur utama dan menumbangkan sistem TransJakarta yang telah terbangun.

    Lalu membuat sistem yang baru sesuai yang diinginkannya. Keuntungan yang didapatpun banyak, yang berbahaya adalah munculnya korupsi uang oleh pemimpin baru jika sampai Pak Budi tumbang. Pemimpin jujur sangatlah jarang, jika sampai Pak Budi ditumbangkan melalui politik tentu akan sangat disayangkan. Bisa-bisa permainan politik uang dimainkan oleh aktor yang dipilih oleh lawan Pak Budi.

    4. Orang cari sensasi alias ‘teroris’

    Apalagi nama yang cocok untuk seorang peneror selain ‘teroris’. Jadi saya kira itu cocoklah, sama aja.

    Sekarang banyak sekali orang yang mencari sensasi. Banyak sensasi berbahaya guna mengundang perhatian banyak orang, salah satunya penggunaan bom. Dan akhir-akhir ini negeri kita sering diteror oleh kelompok radikal. Sudah banyak teror dilancarkan di negeri ini untuk mencari sensasi.

    Mungkin salah satunya dengan cara mengebom rumah dirut TransJakarta, mengadu domba karyawan dan atasan. Salah satu cara licik yang biasa digunakan kaum teroris untuk memecah belah kesatuan. Dengan mengadu domba bawahan dan atasan TransJakarta, maka TransJakarta akan runtuh, ini tentu membuat sistem transportasi di Jakarta yang semakin kacau. Keuntungan yang didapat dari teror ini adalah menjadikan Jakarta kota yang kacau dan saling bentrok satu sama lain. Sehingga masyarakat akan mudah untuk diprovokasi.

    Itu sekiranya dari saya tentang pelaku bom molotov. Tapi semua itu hanyalah argumen dari saya, bisa jadi benar dan tidak.

    Terakhir, saya sendiri salut dengan Pak Budi.

    “Saya nggak tahu, saya nggak bisa duga (pelakunya). Tapi kok saya yakin ini (pelaku) bukan karyawan (TransJakarta). Saya yakin bukan,” kata Pak Budi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (14/6/2017).

    Menurut Pak Budi, keyakinannya tersebut karena selama ini tidak ada persoalan pribadi antara dirinya dengan para karyawan. Meski saat ini sedang ada permasalahan dengan karyawan, Pak Budi menganggap itu tidak dibawa ke persoalan pribadi.

    “Kenapa saya yakin bukan, tuntutan adalah tuntutan, silakan. Permintaan petisi setelah mereka kita juga nggak masalah. Ada beberapa keluhan yang menurut kami itu juga harus diperbaiki, kita langsung perbaiki kok,” tutur Pak Budi.

    “Karena kan walau bagaimana pun hubungan atasan dengan bawahan, perusahaan dengan karyawan, itu penting ya. Tapi nggak mungkin sampai kayak begini, harusnya ya,” lanjutnya.

    Begitu kata-kata Pak Budi yang membuat saya salut dengan beliau. Walaupun sudah didemo oleh bawahannya, dan telah diteror kediamannya, beliau tidak menyimpan dendam kepada bawahannya. Dan percaya bahwa bawahannnya tidak melakukan hal tersebut.

    Maaf jika banyak kekurangan dalam penulisan artikel ini, sekian saja sekuranya dari saya dan terima kasih…



    Penulis :  Eugenius Mario   Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: ‘Menebak’ Siapakah Pelaku Teror Bom Molotov Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top