728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 18 Juni 2017

    Menebak Langkah Politik Kubu Sebelah Dengan Kaburnya Dua Tokoh Mereka Ke Arab

    Kemarin saya baru saja membandingkan dua sosok kubu sebelah, dengan dua tokoh populer dalam epos Mahabarata. Dua tokoh di epos Mahabarata itu adalah Sangkuni dari sisi politik dan Durna atau Drona dari sisi Agama atau kepercayaan. Sebuah perbandingan yang saya harapkan supaya warga negara ini berhati-hati bahwa “peristiwa” dalam epos tersebut bisa saja terjadi beneran di negeri ini.

    Dalam tulisan ini, saya akan mencoba menerka atau menebak kira-kira langkah politis apa yang menjadi tujuan “kelompok sebelah” dengan membuat kerasan si Durna, eits..si Rizieq Shihab dan malahan disusul oleh Amin Rais. Padahal mereka berdua sebenarnya sama-sama sedang menghadapi proses hukum untuk membuktikan salah atay tidaknya mereka terkait dugaan yang diarahkan kepada mereka. Tetapi bukannya taat hukum sebagai bukti bahwa mereka warga negara yang ulama dan juga bapak reformasi, mereka malah sibuk berkelit dan akhirnya ngacir ke Saudi Arabia.

    Pelarian mereka berdua telah membuat masyarakat negeri ini bingung. Bingung untuk melihat kebenaran yang sebenarnya. Pada satu pihak, masyarakat sudah jengah dengan polah tingkah mereka berdua, dari demo dan ujaran-ujaran povokatif dan juga ajakan-ajakan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah serta suara-suara kebencian yang mereka dengungkan. Namun pada pihak lain, masyarakat dibuat gemas dengan peemerintah yang nampaknya mengulur waktu “menindak” mereka.

    Bagaimana masyarakat tidak bingung dengan dua tokoh tersebut, si ulama sangat besar fpi, si Rizieq Shihab yang menampilkan diri bak orang tersuci sejagad bumi datar, ternyata terduga melakukan tindakan amoral dengan perempuan yang bukan muhrimnya. Sedangkan kolega sejatinya, orang yang bangga disebut bapaknya reformasi, yang awalnya dilihat juga sebagai sosok jujur, teryata juga terpeleset licinnya rute kehidupan di mana uang menjadi tantangannya.

    Pihak negara mencoba untuk memposes mereka berdua. Awalnya si imam sangat besar fpi namun kemudian kabur. Alasan kaburnyapun terkesan relegius, Umroh. Namun kemudian saat ada banyak upaya klarifikasi, alasan yang dimunculkan si imam sangat besarnya fpi berubah-ubah. Sembari mengulur waktu kepulangan ke Indonesia, si imam sangat besar fpi ini terus saja menyebarkan hembusan-hembusan bernuansa provokatif melalui para pengacaranya.

    Nah, di sinilah yang unik dan juga menarik. Ada info bahwa demi membela si imam sangat besar mereka, kaum sebelah sudah menyiapkan 700 pengacara. Lha kalau benar, maka betapa sesaknya ruangan sidang. Ini mau sidang atau mau menggeruduk jaksa serta hakim. Inipun menurut penulis hanyalah langkah politis demi menggertak pemerintah dan orang-orang waras di negeri tercinta ini. Bukitnya, bisakah mereka memberi daftar para pengacara itu?

    Yang menarik berikutnya adalah bahwa selalu berita tentang si imam besar fpi selalu muncul dari para pengacaranya, namun yang aktif Cuma dua, yaitu Sugito Atmo Prawiro dan Kampita Ampera, merekalah “dua mikrofonnya” si imam sangat besar fpi. Dari “dua mikrofon” si imam sangat besar fpi inilah semua berita tentang si Rizieq meluncur deras. Namun ada yang lucu dan mungkin juga unik, karena jaman ini jaman modern, super modern malahan, meskipun sudah memberikan berita melalui dua mikrofon-nya, tetap saja banyak orang bisa mengakses berita tentang si imam sangat besar fpi ini. Dan semakin unik ketika berita yang disemprotkan dua mikrofon mereka berbeda dengan fakta yang terjadi.

    Di tengah segala situasi ini, si Amin Rais, tokoh kita yang terkenal sebagai bapak reformasi-namun tidak tahu siapa ibu reformasi– menyusul (atau disusulkan ya?)ke Saudi Arabia. Si Rais menyusul umrohnya si imam sangat besar fpi dan setelah bertemu, mereka melepas rindu dengan selfi dan kemudian diunggah. Dari foto yang mereka berdua ada, sebenarnya mereka hendak memberi pesan kepada negara, kepada pemerintah. “Ini loh gua..gua di Arab Saudi neh..Mana buktinya si Jokowi mau membeantas korupsi?Wong menangkap saya saja sulit. Mana buktinya mau merevolosi mental, lha ane di sini umroh jangka panjang juga kaga dikejar.”

    Mereka hendak membuat kekacauan untuk negeri ini. Dan kekacauan mereka dibungkus dengan tindakan agamis, yaitu umroh. Mereka hendak menantang pemerintah untuk mengejar mereka. Dengan mengejar mereka maka akan ada energi dan juga biaya yang terkuras dan ini bisa mempengaruhi semangat pembangunan yang sedang enar-benar membangun, yang berbeda dengan sebelum-sebelumnya yang membangun hanya dalam slogan.

    Sementara mereka berdua bersama kolega-koleganya yang sedang “umroh” itu menyusun strategi mereka yang baru. Mereka sibuk dan masif mengatakan kepada siapa saja melalui media sosial, bahwa mereka adalah “ulama” yang sedang dikriminalisasi. Mereka akan berteriak, bahwa negara tidak menghargai bapak reformasi, yang hanya karena menerima 600 juta saja dikejar bagaikan mengejar maling. Uang 600 juta kan tidak seberapa jika dibandingkan dengan “jasa” si bapak reformasi.

    Mereka ingin membuat bingung masyarakat. Dan dengan kebingungan ini mereka berharap masyarakat akan berkurang kepercayaannya kepada negara,kepada pemerintah yang sah. Pada titik inilah sebenarnya krisis dan area kritis sedang dihadapi bangsa Indonesia. Ada pusaran persoalan yang mengambang, ada rasa geram mencuat. Rasa geram bukan saja kepada dua tokoh itu yang tidak segera menemui nasip tidak baik, namun juga geram kepada pemerintah yang tidak segera melakukan tindakan tegas kepada mereka.

    Sebagai penutup tulisan ini, saya hendak mengajak kepada semua pembaca untuk tetap mempercayakan semuanya kepada pemerintah. Tugas kita yang yang utama adalah mendukung pemerintah yang sah, sembari memberikan kritik-kritik yang membangun. Dukungan bisa dilakukan dengan serius dan jujur dalam bekerja erta memberikan informasi yang actual tentang apa saja.

    Semoga Dugaan Saya Terkait gerakan kubu sebelah bermanfaat.

    Salam NKRI Jaya




    Penulis    :     Dony setyawan    Sumber   :   Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Menebak Langkah Politik Kubu Sebelah Dengan Kaburnya Dua Tokoh Mereka Ke Arab Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top