728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 13 Juni 2017

    Menakar Isi SMS Hary Tanoe yang Mendiskreditkan Pemerintahan Jokowi

    Membaca SMS-nya Hary Tanoe ke Yulianto, Kasubdit Penyidik Tipikor Kejaksaan Agung yang saat itu sedang menyidiki kasus mobile 8 membuat saya merasa sangat geli.

    Dipikirnya Kasubdit Penyidik Tipikor Kejaksaan Agung itu karyawan MNC Group yang bisa diomel-omelin semau-maunya. Belum jadi pejabat negara saja sudah berani intervensi Jaksa, bagaimana kalau sudah jadi pejabat beneran?

    Begini isi SMS Hary Tanoe yang hebat itu.

    “Mas Yulianto kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar, siapa yang profesional dan siapa yang preman.

    Anda harus ingat kekuasan tak akan langgeng, saya masuk politik karena ingin membuat Indonesia maju dalam arti yang sesungguhnya, termasuk penegakan hukum yang profesional, tidak transaksional, tidak bertindak semena mena demi popularitas, dan abuse of power.

    Suatu saat saya akan jadi pimpinan negeri ini, di situlah saatnya Indonesia akan berubah dan dibersihkan dari hal hal yang tidak sebagaimana mestinya. Kasihan rakyat yang miskin makin banyak sedangkan yang lain berkembang dan makin maju.”

    Hebat banget ini pengusaha. Dia tidak perlu ikut campur dengan mengirim SMS yang aneh-aneh karena kasus itu sedang dalam tahap penyelidikan oleh Jaksa. Segala bentuk ikut campur, dalam bentuk apapun, bisa dikategorikan sebagai intervensi dan ancaman terhadap pejabat negara yang sedang bertugas.

    Mendiskreditkan Pemerintahan Jokowi

    Dalam SMS-nya tersebut, Hari Tanoe menantang untuk buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar, siapa yang profesional dan siapa yang preman. Kalimat ini secara tidak langsung menuding bahwa pemerintahan Presiden Jokowi saat ini isinya penuh dengan pejabat-pejabat yang tidak profesional dan bermental preman.

    Justru yang memiliki mental preman itu yang kirim SMS dengan maksud untuk mengintervensi penegak hukum yang sedang menjalankan tugasnya. Kalau merasa benar dan tidak bersalah, kenapa harus uring-uringan? Memangnya dia siapa? Buktikan di Pengadilan nanti, bukan dengan sok-sokkan mau menekan pejabat negara seolah-olah sudah punya power di negara ini.

    Hari Tanoe juga bilang bahwa kekuasan tidak akan langgeng. Dengan jumawa, dia bilang bahwa dia masuk politik karena ingin membuat Indonesia ini maju dalam arti yang sesungguhnya, termasuk penegakan hukum yang profesional, tidak transaksional, tidak bertindak semena mena demi popularitas, dan abuse of power.

    Ini adalah bentuk tuduhan yang tidak mendasar terhadap pemerintahan Jokowi bahwa penegakan hukum dalam pemerintahan Jokowi saat ini tidak profesional, transaksional, bertindak semena mena demi popularitas, dan penyalahgunaan kekuasaan. Apa ada bukt?

    Pertanyaan saya, mampukah Hary Tanoe membuktikan di Pengadilan nanti bahwa pemerintahan Jokowi tidak profesional, transaksional, bertindak semena mena demi popularitas dan penyalahgunaan kekuasaan?

    Semua orang juga tahu Hary Tanoe itu pengusaha keturunan Tionghoa. Pernyataannya bahwa dia masuk politik karena ingin membuat Indonesia maju adalah pernyataan yang ingin menunjukkan keakuannya, pongah dan angkuh.

    Ancaman Terhadap Pemerintahan Jokowi

    Di paragraph ketiga dalam SMS-nya itu, Hari Tanoe bilang bahwa suatu saat nanti dia akan jadi pimpinan di negara ini, di situlah saatnya Indonesia akan berubah dimana dia akan bersihkan hal-hal yang tidak sebagaimana mestinya.

    Kalimat dalam SMS-nya yang mengatakan bahwa suatu saat nanti ketika dia jadi pimpinan di negara ini akan dia bersihkan semuanya dari hal-hal yang tidak semestinya, secara tidak langsung adalah bentuk ancaman terselubung bahwa tunggu nanti saat dia sudah jadi Presiden dan Jokowi sudah tidak lagi jadi Presiden, maka akan dia libas semuanya.

    Selanjutnya, masih dalam paragraph ketiga dalam SMS-nya, Hary Tanoe juga menuding rakyat yang miskin makin banyak sedangkan yang lain berkembang dan makin maju. Kalimat ini bersifat tudingan bahwa di era Presiden Jokowi, rakyat miskin semakin banyak, sedangkan yang lain berkembang dan makin maju, dengan kata lain yang kaya semakin kaya.

    Apakah Hary Tanoe mampu membuktikan secara stastistik dengan angka-angka yang akurat bahwa saat ini orang miskin di era Jokowi semakin banyak? Berapa jumlah orang miskin pada era Presiden-Presiden sebelumnya dengan jumlah orang miskin di era Presiden Jokowi saat ini? Lalu ada berapa juta orang kaya yang semakin kaya, berapa presentasenya?

    Mampukah Hary Tanoe membuktikan dengan angka-angka yang akurat jumlah kekayaan orang kaya yang katanya semakin kaya, maju dan berkembang? Berapa presentasenya dan siapa-siapa saja mereka? Berani menuding harus berani membuktikan.

    Memang hebat kata-katanya Hary Tanoe dalam SMS-nya tersebut, penuh dengan makna yang tersirat. Untungnya pihak Kepolisian tidak melupakan kasus itu. Hari ini Hary Tanoe telah dipanggil dan diperiksa oleh Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

    Artinya Polisi telah bertindak profesional dengan menindaklanjuti semua laporan yang masuk sesuai prosedur. Hal ini mematahkan tudingan Hary Tanoe dalam SMS-nya bahwa penegakan hukum tidak profesional.

    Nafsu Ingin Jadi Presiden RI

    Dengan meyakini akan jadi Pemimpin di negara ini, artinya Hary Tanoe sangat yakin sekali bahwa dia akan jadi Presiden Republik Indonesia. Ini namanya penistaan terhadap kodrat, sudah kayak Tuhan aja sampai yakin bahwa dia pasti akan jadi Presiden. Dipikirnya jadi Presiden itu semudah mengakuisisi media Televisi. Mbok ya ngaca.

    Kelihatan sekali ambisi dan nafsunya ingin jadi Presiden Republik Indonesia. Coba saja lihat stasiun-stasiun TV miliknya, asal ada jam kosong, mulai deh, “MARILAH SELURUH RAKYAT INDONESIA, ARAHKAN PANDANGANMU KE DEPAN. RAIHLAH MIMPIMU BAGI NUSA BANGSA, SATUKAN TEKADMU TUK MASA DEPAN bla bla bla bla. Bikin mual aja.

    Yang lebih norak lagi, saat pilpres 2014 dulu ketika dia bergabung di Partai Hanura mencalonkan diri jadi Wapresnya pak Wiranto. Setiap malam acara pencitraannya ditayangkan secara live di RCTI miliknya.

    Acara tersebut yaitu mendatangi rumah warga yang kekurangan dan berlagak seperti Sinterklas dan dewa penolong dengan menjual omongan dan obral janji, sampai-sampai pak Wiranto pun dia setting sedemikian rupa dengan menyamar jadi kenek Kopaja segala. Bener-bener kebangetan.



    Begitulah kura-kura.




    Penulis  :  Argo    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Menakar Isi SMS Hary Tanoe yang Mendiskreditkan Pemerintahan Jokowi Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top