728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 03 Juni 2017

    Menakar Duet Jokowi-Susi Menuju Indonesia Hebat

    Persada Nusantara butuh pendekar bangsa. Pendekar yang punya kesaktian dan senjata andalan. Pendekar yang bernalar waras dan tidak sableng. Mengingat pendekar kesohor murid Sinto Gendeng, si Wiro Sableng sudah kehilangan kapak pusaka Naga Geni 212.

    Kisah itu terjadi berbareng dengan aksi bela ulama dan agama pada tanggal 2 Desember 2016. Aksi tujuh juta orang itu ternyata berhasil merebut kapak sakti Naga Geni 212. Karena aksi bela ulama dan agama itu dilabeli 212. Praktis ketenaran Wiro Sableng si empunya 212 pun tenggelam. Kasihan. Tidak ada yang membela Wiro Sableng.

    Belum lagi ketika banyak bisnis syariah akan dilabeli 212. Ini benar-benar mengancam eksistensi Wiro Sableng. Bila jadi ada prostitusi syariah pasti juga berplatform 212. Kalau sudah gini, lama-kelamaan nama Wiro Sableng pasti dilupakan.

    Namun demikian, bagi pecinta Wiro Sableng tidak usah kuatir. Sekalipun berlabel sebagai pembela kebenaran, dia hanya ada di dalam dunia cerita. Sekarang mari berpijak pada realita. Kita hidup di bumi Persada Nusantara. Rumah kebhinnekaan tengah terancam oleh ormas-ormas radikal bebas yang anti Pancasila. Nusantara butuh pendekar bangsa. Sosok pemberani yang cinta NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Siapakah pendekar-pendekar itu?

    Nama Joko Widodo dan Susi Pudjiastuti pantas dicatat. Joko Widodo adalah presiden kita yang kesaktiannya sudah terbukti. Tubuh boleh kerempeng, tapi nyali bagaikan banteng. Apalagi kalau sudah ada yang berani natoni (melukai). Jangan tanya ulah si banteng ini.

    Maka untuk membahasakan orang mengamuk sampai ada istilah dalam bahasa Jawa bagaikan “banteng ketaton” -banteng yang terluka. Kalau sudah level ini, tidak ada makhluk hidup di dunia ini yang pantas ditakuti. Termasuk setan atau iblis yang tidak kelihatan. Apalagi pada bulan puasa setan dan iblis pasti sudah takut duluan dengan Front Pembela Islam (FPI).

    Badan boleh kerempeng, tapi untuk urusan nyali jelas Jokowi jauh mengungguli Jenderal Susilo Bambang Yudoyono (SBY), Presiden keenam pendahulunya. Kalau SBY suka nyanyi dan bikin album, Jokowi suka main gas dan trabas di lintasan pedalaman Papua yang ganas. Benar-benar laki-laki sejati suami Iriana ini. Bila SBY suka ngetweet tentang berbagai keprihatinan, Jokowi mengedepankan kerja, kerja dan kerja.

    Ketika ada terbukti ormas radikal bebas anti dasar negara Pancasila, tunggu saja kena gebuk konstitusi. Pancasila sudah final sebagai dasar negara Indonesia. Bagi Indonesia hanya Pancasila, tidak ada yang lain. “Saya Indonesia, Saya Pancasila”, demikian Presiden menegaskan.
    Ketika ada politikus picik dengan kaum sejidat yang menyeret-nyeret Presiden hingga dikaitkan dengan Partai Komunis Indonesia, tahu yang disampaikan?

    “Ya kita gebuk, kita tendang, sudah jelas itu. Jangan ditanyakan lagi. Jangan ditanyakan lagi. Payung hukumnya jelas, TAP MPRS,” ujar Jokowi.
    Sebagaimana kita ketahui bahwa Ketetapan MPRS Nomor 25 Tahun 1966 menyatakan bahwa Partai Komunis Indonesia adalah organisasi terlarang. Jokowi pun memastikan, negara tidak akan diam dalam menghadapi gerakan-gerakan yang merongrong keutuhan NKRI.

    Konstitusi begitu jelas, ada payung hukum TAP MPRS. Partai Komunis Indonesia dilarang! Politikus picik yang masih suka ngutak-atik isu PKI hanya memperlihatkan kalau sudah kehabisan akal. Sampai hantu PKI dihidupkan lagi. Hal semacam ini kalau dibiarkan akan merusak demokrasi. Berdemokrasi harus dengan akal sehat. Bukan akal-akalan apalagi akal orang sakit kepala, sakit gigi dan sakit mulut (loro omong) seperti Fahri dan Fadli.

    Pendekar lain yang juga pilih tanding adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Keberanian pendekar perempuan ini sudah tidak bisa dibicarakan lagi. Sekalipun soal pendidikan hanya level Sekolah Menengah Pertama, tapi soal prestasi dan keberanian jangan tanya.
    Kalau sampai ada kapal asing bertingkah, mencuri ikan, hanya ada dua kata. Bakar dan tenggelamkan! Mantabs, bukan?

    “Kami harapkan (penenggelaman) Sino ini adalah simbol dari kemenangan kita dalam memberantas pencurian ikan setelah beberapa tahun kita mengalami kekalahan, terutama di Indonesia Timur,” ujar Susi seperti dikutip dari keterangan tertulis yang disampaikan Kepala Biro Kerjasama dan Humas KKP, Lily Aprilya Pregiwati, Minggu (2/4/2016).

    Tak ayal, kewibawaan NKRI di wilayah laut kini pun dipulihkan. Negara asing tidak lagi berani berbuat macam-macam. Semua berkat keberanian pendekar perempuan dari Pangandaran. Sekarang, ikan-ikan milik Ibu Pertiwi tidak boleh ada yang mencuri.

    Dua pendekar dari Persada Nusantara dengan kesaktian dan senjatanya masing-masing telah memperlihatkan jurus-jurus saktinya. Jokowi dengan gebuk dan tendang, Susi dengan bakar dan tenggelamkan. Alangkah hebat dan jayanya Indonesia. Nah, mungkinkah Jokowi-Susi, akan dipersembahkan rakyat menuju Indonesia hebat 2019-2024?


    Penulis :   Setiyadi RXZ   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Menakar Duet Jokowi-Susi Menuju Indonesia Hebat Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top