728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 09 Juni 2017

    Mempertanyakan Ulang secara Cemerlang Kejantanan Habib Rizieq Shihab

    Kejantanan Habib Rizieq memang harus dipertanyakan ulang secara cemerlang. Bahasa populisnya dipertanyakan lagi secara intensif, massif dan persuasif. Apa boleh buat.

    Tidak ada tujuan lain supaya para pengikutnya sadar pada satu hal. Kejantanan Rizieq pantas dipertanyakan di ruang publik. Mengapa kejantanan Rizieq kalah dengan Ariel Peterpan? Ariel berani berproses dengan hukum, eh sang Habib melarikan diri.

    Pasalnya, kalau dia benar-benar jantan pasti berani pulang ke Indonesia dengan pakai daster dengan pilihan warna apa saja.Tidak ada larangan kok, dia mau pilih daster warna apa. Kurang bagus apa negara Indonesia dengan dasar negara Pancasila.

    Habib Rizieq mau pakai daster hitam, silahkan. Mau pakai daster kembang-kembang layaknya pemudi jatuh cinta, juga tidak ada pantangan. Mau pakai daster kotak-kotak ala pendukung Badja, sumangga saja. Yang penting Rizieq mau pulang. Toh Pilkada telah usai, warna kotak-kotak kembali menjadi busana biasa tanpa label pendukung paslon tertentu. Pokoknya bebas bagi Habib Shihab untuk mengekspresikan suasana hati. Yang penting tidak mengganggu ketertiban umum.

    Kepulangan Habib Rizieq penting karena pertama-tama untuk mengukur kejantanannya. Benarkah imam besar FPI ini cukup panjang kejantanannya? Atau jangan-jangan kerdil saja? Ujian ini penting bagi Habib Rizieq supaya kaum FPI masih layak percaya pada pimpinannya.

    Kalau berani pulang berarti kejantanannya standar ukuran warga Indonesia yang taat hukum. Kalau tidak berani pulang memang cukup kerdillah kejantanannya. Mengkeret ketika berhadapan dengan hukum.

    Habib Rizieq semestinya sadar itu. Kalau tidak pulang, dia akan mendapat cap sebagai imam besar FPI dengan kejantanan kerdil. Ini tentu akan sangat memalukan bagi kaum FPI. Kasihan kaum FPI kalau harus menanggung malu.

    Mengapa Habib Rizieq tidak mempertimbangkan masa depan FPI? Jangan-jangan karena terbukti imam besarnya berkejantanan kerdil nanti tidak dipercaya lagi oleh para ulama. Padahal dia sering mengaku selalu membela ulama. Kalau si pembela kejantanannya kerdil se-upil kan para ulama yang dibela lama-lama malu juga. Ini urusan hati dan martabat para ulama, Bib… Sadarlah. Tunjukkan kalau kejantananmu cukup panjang untuk menghadapi kasus hukum.

    Ingat, bahwa para ulama Indonesia sejak dulu itu punya keberanian. Cukup jantan. Hadapi penjajah juga berani. Tidak ada cerita para ulama kehilangan nyali. Lah ini? Sudah digelari imam besar FPI, nyalinya kalah dengan Ariel. Jangan sampai para penggemar Ariel gantian demo hanya untuk menertawakan Habib Rizieq secara berjamaah. Kalau ini terjadi, apa kata dunia Islam? Sungguh memalukan. Habib Rizieq bisa dituduh melakukan penistaan terhadap kejantanan karena tidak berani hadapi proses hukum.

    Bagi pengacara Habib Rizieq sebaiknya juga sadar diri. Tidak usah provokasi mau menutup bandara segala. Itu hanya mempermalukan umat Islam. Masak capek-capek pada bulan puasa harus kehilangan amal sholeh gara-gara membela Habib yang kejantanannya kerdil. Ini kan memalukan dunia dan akherat.

    Kata-kata Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan pantas didengar. Aksi begituan tidak perlu dilakukan. Sebaiknya himbauan Kapolda Metro diperhatikan dengan kesungguhan. Masyarakat jangan menghiraukan apabila ada ajakan melakukan aksi unjuk rasa terkait Habib Rizieq.

    Di atas sudah jelas hal tersebut hanya akan memperpanjang kemaluan. Orang pengecut kok dibela. Lebih baik didoakan supaya kejantanan Habib Rizieq muncul sehingga berani menghadapi kasus hukum. Toh menurut Iriawan kasus ini juga bukan kriminalisasi ulama seperti yang dituduhkan. Menurut Iriawan, sebagaimana dilansir republika.co.id, hal ini justru memalukan.

        “Buat apa? jangan (ikut aksi), malu. Orang pidananya ada, jangan ya, malu, ada peristiwa pidana negara kita negara hukum,” katanya di Mapolda Metro Jaya Senayan Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Kamis (8/6/2017).

    Mari kaum FPI kita dukung Pak Iriawan yang meminta agar Rizieq secepatnya pulang ke Indonesia guna menghadapi perkara hukum terkait kasus dugaan pornografi yang kini menjeratnya. Dukungan ini penting supaya masalahnya juga jelas. Halal atau haramkah percakapan via chat WA dengan Firza Husein itu. Hukum nanti yang memberi ketegasan. Fakta persidangan dan bukan lagi opini liar.

    Pak Iriawan menilai apabila Rizieq membantah terlibat kasus dugaan percakapan mesum dengan Firza Husein, mengapa tidak secepatnya mengklarifikasi kepada polisi?

    Oleh karena itu, pilihan Habib Rizieq kalau masih bisa dibilang jantan hanya satu. Pulang! Persis yang disampaikan Kapolda Metro.

        “Sudahlah, pulang, hadapi, kok takut banget sih, ada apa sih? Kenapa kok sulit banget, hadapi kalau enggak salah, kan nanti sidangnya nanti ada yang menyidangkan. Sudahlah nggak usah mengerahkan massa,” ujar Iriawan.

    Supaya semua makhluk di bumi tahu, Habib Rizieq Shihab ditetapkan menjadi tersangka pornografi, terancam Pasal 4, 6 dan 8 UU no 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Menindaklanjuti penetapan tersangka itu, polisi mengeluarkan surat perintah penangkapan pada Selasa (30/5/2017).

    Sekarang, pimpinan FPI itu pun masuk DPO setelah tidak ditemukan dalam pencarian polisi. Akhirnya Polisi berkoordinasi dengan Interpol untuk menerbitkan Red Notice untuk memulangkan Rizieq Shihab.



    Penulis    :    Setiyadi RXZ      Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Mempertanyakan Ulang secara Cemerlang Kejantanan Habib Rizieq Shihab Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top