728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 15 Juni 2017

    Mari Mencari-cari Kemiripan Aa Gym dengan Bung Karno

    Terpampangnya Aa Gym sebagai pemilik popularitas tertinggi pada hasil survei Pilkada Jawa Barat tentu membuat banyak orang tambah bersemangat. Apalagi bagi orang-orang yang bekerja pada partai politik. Mulailah dilakukan bisik-bisik asyik hingga lirik-lirik cantik. Tidak ketinggalan tentu saja para konsultan politik yang sudah mulai menyiapkan aneka macam trik supaya tetap main cantik dan menarik sertaa tidak dibilang munafik.

    Aa Gym tinggal digenjot dan didongkrak elektabilitasnya. Bila genjotan tersebut berhasil tentu makin serulah perhelatan menuju Jawa Barat 1 dan 2. Maklum suami Teh Rini dan Teh Ninih ini masih kalah untuk urusan elektabilitas. Sementara ini Kang Emil-lah yang merajai elektabilitas menuju Gubernur Jabar. Namun demikian potensi meningkatkan elektabilitas bagi Aa Gym tentu tetap terbuka lebar. Selebar pintu surga yang terbuka pada bulan suci Ramadhan ini.

    Hal apa yang bisa dilakukan supaya elektabilitas Aa Gym meningkat dengan cepat? Pamor proklamator tetap pantas jadi acuan. Aa Gym harus dicarikan kemiripannya dengan Bung Karno.

    Lihat saja Presiden Joko Widodo yang melekat sebagai anak ideologis Soekarno. Hal mana sejak kampanye sudah ditegaskan ketika Jokowi mendengungkan Trisakti Bung Karno melalui naskah Revolusi Mentalnya. Program Nawacita atau sembilan cita-cita yang dilakukan Pemerintahan Jokowi pun merupakan penjabaran dari konsep Trisakti. Jadilah Trisakti Bung Karno menjadi pembeda Jokowi dibanding rivalnya, Prabowo Soebianto.

    Ketua Umum Partai Gerindra itu lebih memilih meniru gaya Soekarno. Baik dari cara berbusana maupun gaya bicaranya. Sampai-sampai Permadi, tokoh paranormal yang sekarang jadi politisi Gerindra menyebut Prabowo sebagai titisan Soekarno. Namanya saja kata-kata paranormal harus dimaklumi bila sedikit abaikan rasionalitas. Tidak mengapa, yang penting tidak provokatif.

    Sayang, untuk urusan wanita, Pak Prabowo belum sebanding ditandingkan Presiden pertama Republik Indonesia. Hingga hari ini belum tersiar kabar akan menikah lagi atau tidak. Padahal kalau Bung Karno menikah hingga sembilan kali.

    Kelemahan Prabowo ini hendaknya bisa dimanfaatkan Aa Gym dengan sebaik-baiknya. Keberadaan Teh Rini dan Teh Ninih di samping Aa Gym tentu bisa menjadi modal sosial yang besar menuju citra Soekarnois. Alhamdulilah sudah tiga kali menikah walau istri baru dapat dua. Maklum untuk mendapatkan Teh Ninih Aa Gym perlu perjuangan ekstra kurikuler. Wanita kelahiran Ciamis, 28 Januari 1967 ini mendapat hukum wajib dinikahi dua kali.

    Untuk menyamai Bung Karno tinggal kurang enam kali lagi. Masih ada waktu dan semoga Aa tetap semangat. Para wanita Jawa Barat dan sekitarnya pantas dag dig dug dan berdebar kencang menunggu kelanjutan prediksi ini. Hanya saja, dalam waktu dekat ini yang bisa diupayakan segera adalah perlunya Aa Gym menikah dengan perempuan Jepang seperti Soekarno yang menikahi Naoko Nemoto atau dikenal dengan Ratna Sari Dewi. Menikah dengan perempuan luar negeri bisa diproyeksi menaikkan citra diri seorang Abdullah Gymnastiar.

    Hanya saja apabila perempuan Jepang menimbulkan ketakutan karena berbau kafir, Aa Gym tentu lebih dianjurkan menikah dengan perempuan Timur Tengah atau Afrika yang islami. Perempuan Arab Saudi hingga Maroko tentu layak jadi prioritas. Bagaimana bila para wanita Arab dan Maroko tiada yang mau? Tetap tidak boleh putus asa. Haram hukumnya bila cita-cita memuliakan wanita membuat orang putus asa. Paling tidak, perempuan serambi Mekkah, Aceh tetap bisa jadi alternatif.

    Sebagai catatan, karena ini dunia politik, tema pencitraan dengan bayang-bayang Soekarno ini tetap memerlukan survei. Para konsultan politik layak berhitung cermat. Baik itu harus berapa kali lagi Aa Gym menikah, dengan wanita mana saja, janda atau anak gadis, semua harus dipertimbangkan. Khusus bagi janda, batasan usia dan punya anak berapa perlu masuk dalam instrumen survei. Siapa yang perlu disurvei juga perlu dipilah sehingga hasil akurat. Misalnya sejauhmana kesetujuan kaum Adam, kaum Hawa hingga pemilih pemula.

    Hasil survei ini tentu punya dampak pada perumusan visi dan misi. Citra sebagai pemimpin berpoligami adalah keunggulan pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhid ini. Sebuah tagline yang mengena di hati patut diakomodasi. Kalau pasangan Anies-Sandi berhasil menggebrak dengan tagline ‘bahagia warganya maju kotanya’, Aa Gym bisa mempromosikan ‘bahagia wanitanya poligami para prianya’. Apalagi, menurut MUI poligami hukumnya juga halal.

    Paling tidak, Aa Gym bila dipaksakan sudah memiliki kemiripan dengan Bung Karno untuk urusan wanita. Sekalipun level kemiripannya masih perlu ditingkatkan secara sistematis dan masif. Silahkan para pembaca mencari-cari lagi, apa saja yang bisa dimirip-miripkan. Dengan cara demikian niscaya Pilkada Jabar berhak menyandang gelar memang beda.



    Penulis :  Setiyadi RXZ   Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Mari Mencari-cari Kemiripan Aa Gym dengan Bung Karno Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top