728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 03 Juni 2017

    Mari Memahami Logika Politik Fahri Yang Ciamik

    Fahri Hamzah telah berhasil merebut panggung perpolitikan nasional. Mulut dan bibirnya menjadi modal yang berharga. Apalagi ketika gerak bibir dan mulutnya alami gravitasi bumi. Bagi penggemar Fahri tentu mendapatkan hiburan tersendiri.

    Bagi pembaca yang penasaran mengapa gerakan bibir Fahri bisa seritmis itu, tentu perlu memahami logika berpolitiknya. Bagaimana logika politik seorang Fahri bekerja? Seciamik apakah kira-kira?

    Nah, supaya mendapatkan kejelasan tentang mutu berpikir wakil Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) ini, maka perlu diambil contoh komentarnya ketika menanggapi suatu kasus. Dalam rangka ini dipilihlah kasus yang sudah sangat populer. Ini akan memberi kemudahan tersendiri untuk memberi penilaian terhadap logika politik Fahri.

    Mari kita simak bagaimana tanggapan politisi PKS yang sudah tidak diakui fraksinya sendiri ini tentang kasus chat mesum Habib Rizieq Shihab dengan Firza Husein. Dari sini mudah-mudahan membantu pembaca melihat dan menilai kualitas logika politik seorang Fahri Hamzah. Dengan penilaian yang diberikan nanti, mudah-mudahan kita bisa memaklumi ketokohan seorang Fahri di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Seberapa besar relevansinya untuk kemajuan peradaban bangsa Indilonesia.

    Sebagaimana diberitakan GATRAnews, Fahri Hamzah menilai, pihak kepolisian tidak bisa menggolongkan percakapan antara Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) dan Firza masuk dalam kategori pornografi. Percakapan via whatsapp tersebut berada dalam ruang private.

    Jelas kalau Fahri punya logika tersendiri, bukan? Percakapan Habib Rizieq dengan Firza bukan pornografi. Alasannya berada dalam ruang private. Mungkin Si Fahri ingat dengan hubungan Habib Rizieq dengan Firza sebagai guru dengan murid. Apa yang dikatakan kuasa hukum imam besar FPI Habib Rizieq Syihab, Kapitra Ampera, kayaknya terngiang-ngiang di telinganya. Sebagaimana diketahui bersama bahwa menurut Kapitra, hubungan keduanya layaknya seorang guru dan murid.

    Oleh karena itu sebagai orang yang sholeh, mari berpikir positif bahwa chat Habib Rizieq dengan Firza Hots bukan chat mesum. Justru itu adalah contoh chat tausiyah keagamaan antara seorang guru sekaligus ulama besar dengan muridnya. Begitukah yang dimaksud Ampera? Mari tepuk jidat berjamaah. Puk.

    Atas dasar logika di atas, bagaimana kecenderungan Fahri selanjutnya? Ini dia kata-katanya:

    “Saya lebih cenderung, pemerintah tidak mengikuti logika seperti ini apalagi itu percakapan pribadi orang yang belum tentu benar, di dalam medium kondisi sosial media saat ini yang sangat dahsyat. Jangan kemudian negara masuk ke ruang itu yang nantinya membuat negara kewalahan sendiri,” jelasnya di Kompleks Parlemen, senayan, Jakarta, Selasa, (30/5/2017).

    Negara dilarang masuk ke ruang private Habib Rizieq. Apalagi, bagi Fahri, percakapan itu belum tentu benar. Seolah dari logika yang dibangun itu, Fahri hendak membangun citra sebagai politisi yang bijaksana. Pertanyaannya, mungkinkah dengan modal gestur mulut dan bibirnya itu Fahri tampil sebagai sosok bijaksana? Mari kita ikuti dulu jalan pemikirannya.

    Menurut Fahri, jika negara masuk dalam ruang private tersebut, maka apa yang terjadi dengan Rizieq, harus berlaku juga untuk semua orang termasuk percakapan private antara suami dan istri. Sebab di dalam UU menyebutkan ‘Segala warga negara bersamaan kedudukan di depan hukum dan pemerintahan.’

    Nah, terjawab sudah. Benarkah Fahri bijaksana? Mari cermati analogi yang disodorkan.”…termasuk percakapan private antara suami dan istri.” Yes! Mengapa tidak menganalogikan kasus Habib-Firza dengan kasus Ariel-Luna Maya? Tentunya biar tidak berbelit-belit dan ribet.

    Tapi menarik juga bila analogi Fahri kita ikuti dulu dengan sabar. Apalagi pada bulan puasa ini. Toh bagi yang sabar besar pula pahalanya. Ini dia penjelasan Fahri tentang analogi percakapan suami-istri.

    “Ada suami istri yang komunikasi privatnya seperti itu, dia kirim foto ke istrinya dan sebaliknya. Apa kemudian itu harus di kriminalisasi, tidak boleh lah! Jika ini dibiarkan justru menjadi chaos,” terang Fahri. Polisi justru harus menangkap pihak yang menyebar konten percakapan pribadi Rizieq dan Firza melalui situs ‘Balada Cinta Rizieq’.

    Ups! Makin jelas saja model berpikir Fahri. Kalau konteksnya relasi suami-istri jelas-jelas sudah bersertifikasi halal. Lah, kalau hubungan Habib Rizieq dengan Firza Hots? Kapan hubungan keduanya mendapat sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia? Kok belum ada beritanya? Apa karena dia sebagai ulama, imam besar Front Pembela Islam, lantas bisa meng-HALAL-kan segala cara? Termasuk chat mesum pun halal karena dilakukan oleh ulama besar berdaster putih? Pusing ndak?

    Harus diakui, memahami logika politik Fahri tidaklah mudah. Saya sadar, pemahaman di atas bisa salah. Oleh karena itu silahkan pembaca Seword menyampaikan pandangannya. Dengan begitu kita semua akhirnya bisa paham, betapa ciamik logika politik Fahri.


    Penulis :   Setiyadi RXZ    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Mari Memahami Logika Politik Fahri Yang Ciamik Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top