728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 30 Juni 2017

    Mari Bersabar & Optimis Menunggu Buah-Buah Hasil Karya Jokowi

    Catatan sejarah memperlihatkan bahwa pemimpin yang “gila” kekuasaan dan harta untuk kepentingan pribadi, keluarga, atau kroni, relatif banyak. Datangi saja Mbah Google maka akan ketemu beberapa nama. Sebut misalnya, Adolf Hitler, Idi Amin, Pol Pot, Kim Jong Il, dan lain sebagainya. Bagaimana dengan pemimpin yang “gila” KERJA dan “gila” MELAYANI guna memenuhi felt needs dan real needs para pengikut, umat, atau rakyatnya? Ironis, relatif sedikit. Kecuali kalau pakai kategori “penemu,” maka sangat banyak. Di antaranya James Watt, Johannes Guttenberg, Samuel F.B. Morse, C. Marconi, Thomas Alfa Edison, dan lain sebagainya. Oh ya, berhubung penulisan artikel ini dibatasi jumlah katanya, terpaksa hanya membahas 2 pemimpin yang “gila” KERJA dan MELAYANI seperti di atas. Lalu  baru mencoba untuk mengkorelasikanya dengan keberadaan Jokowi selaku Presiden Republik Indonesia saat ini.

    Yesus

    Catatan yang sudah menyejarah memperlihatkan ± 2000 tahun yang lalu hadir seorang tokoh bernama Yesus. KehadiranNya yang kharismatis membuat banyak orang menjadi pengikut, sekaligus mengangkat dirinya sebagai “pemimpin.” Di saat para pengikutNya semakin hari semakin bertambah banyak, sedang di sisi lain ketika para pemimpin lain berlomba-lomba mendapat pelayanan VVIP, Yesus justru melakukan hal yang sangat bertolak-belakang. Dengan lantang, Yesus berkata: “Aku datang bukan untuk DILAYANI, tetapi untuk MELAYANI!” Yesus tidak hanya sekedar beretorika. Secara konkrit, Ia MELAYANI para pengikutNya. Pengikut yang sakit, Ia sembuhkan. Pengikut yang kerasukan setan, Ia pulihkan. Pengikut yang butuh perhatian apapun bentuknya, Ia penuhi. Selain itu, tanpa henti Yesus selalu mengajarkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan TUHAN berlandaskan hukum KASIH kepada para pengikutNya dan siapapun.  Hebatnya, semua ini Yesus lakukan tanpa pamrih sebagai konsekuensi dari komitmen diriNya untuk MELAYANI, bukan DILAYANI. Padahal kalau menganut “AJI MUMPUNG” seperti perilaku mayoritas para pemimpin lain, pasti minta untuk DILAYANI. Kalaupun ini yang terjadi, dijamin para pengikut Yesus dengan senang hati akan melayani semua kebutuhan Yesus sehingga tidak akan berkekurangan. Namun, Yesus tetap konsisten terhadap komitmen.

    Buah-buah apa yang Yesus hasilkan pasca wafatNya di Kayu Salib sekitar tahun ± tahun 33 Masehi?  Salah satunya adalah pengikutNya semakin hari semakin bertambah banyak.Tidak hanya berasal dari daerah sekitar di mana Yesus hidup dan hadir, yaitu Israel. Namun terpencar ke seluruh penjuru dunia. AjaranNya pun, utamanya tentang hukum “Kasih” menyebar pesat. Para pengikut Yesus ini akhirnya dikenal dengan sebutan umat Kristen.

    Muhammad SAW

    Beratus-ratus tahun kemudian, fenomena seperti Yesus kembali muncul kembali tapi dalam konteks berbeda. Tepatnya pada abad ke-7 di Jazirah Arab di mana saat itu sedang mengalami masa “jahiliyah.” Tokoh tersebut bernama Nabi Muhammad SAW.  Semua berawal ketika di “Gua Hira,” diriNya menerima wahyu ALLAH untuk pertama kalinya. Sejak saat itu Nabi Muhammad SAW mulai menyiarkan ajaran baru yang kemudian dikenal sebagai Agama Islam. Kehadiran Nabi Muhamad SAW di tengah-tengah zaman “jahiliyah” tersebut mendapat respon positif sehingga dirinya mendapat banyak pengikut. Namun di sisi lain, tetap ada yang menentangNya sehingga memaksa untuk pindah (hijrah) ke Madinah pada tahun 622. Nabi Muhammad SAW mendirikan wilayah kekuasaannya di Madinah. Pemerintahannya didasarkan pada pemerintahan Islam. Nabi Muhammad SAW kemudian berusaha menyebarluaskan Islam dengan memperluas wilayahnya. Dari sinilah Islam berkembang ke seluruh dunia.

    Hal yang luar biasa dari Nabi Muhammad SAW adalah konsisten  terhadap komitmen di mana  Ia menerapkan semua “syariat” Islam sesuai dengan wahyu ALLAH. Artinya, Ia tidak hanya sekedar memimpin para pengikutNya untuk mematuhi “syariat” Islam, tetapi  sekaligus MELAYANI kebutuhan para pengikutNya. Orang-orang miskin mendapat perhatian serta bantuan. Yatim-piatu selalu menjadi skala prioritas PELAYANAN Nabi  Muhammad SAW. Demikian juga dengan para janda miskin. Nabi Muhammad SAW hadir di tengah-tengah pengikutNya untuk BEKERJA tanpa henti sambil MELAYANI guna menghadirkan  kemaslahatan umatNya.

    Setelah wafat pada tahun ± 600-an Masehi, hasil karya Nabi Muhammad SAW juga menghasilkan buah-buah nyata. Di antaranya, sebelum wafat Ia menunjuk para kalifah untuk tetap melanjutkan penyebaran agama Islam. Puncaknya, sampai tahun ± 700 an Masehi, wilayah Islam sudah meliputi Jazirah Arab, Palestina, Afrika Utara, Irak, Suriah, Persia, Mesir, Sisilia, Spanyol, Asia Kecil, Rusia, Afganistan, dan daerah-daerah di Asia Tengah. Dalam proses waktu yang berjalan, sama seperti kekristenan, kini agama Islam pun sudah berkembang ke seluruh penjuru dunia pula.

    Jokowi

    Jelas TIDAK BOLEH dan TIDAK BISA membandingkan Jokowi dengan Yesus dan Nabi Muhammad SAW. Sebab, Jokowi hanya seorang manusia biasa yang atas kehendak ALLAH, menjadi Presiden Republik Indonesia.  Kalau demikian, pertanyaannya: “Apa korelasi antara keberadaan Jokowi dengan 2 tokoh utama ini?”

    Sebelumnya menjawab pertanyaan di atas, seperti diketahui selama ± 72 tahun merdeka, Indonesia baru punya 7 presiden. Sudah pasti, masing-masing presiden punya gaya sendiri dalam mengekspresikan diri. Utamanya saat memimpin NKRI tercinta.

            Soekarno terkenal sebagai orator ulung yang mampu membakar semangat juang rakyat dengan pekikan yang sangat terkenal, yaitu: Merdeka!;
            Soeharto lain lagi. Dirinya akan selalu diingat sebagai The Smiling General pecinta kekuasaan sejati yang otoriter;
            Habibie, sesuai dengan latar belakang pendidikannya, dikenal sebagai seorang teknokrat yang “jenius” di bidang yang ia geluti dan cintai, yaitu aeronotika;
            Soal nyeleneh, tidak ada yang bisa menandingi Gus Dur. Namun di balik itu, Gus Dur adalah seorang pancasilais sejati dan sangat menghormati Bhineka Tunggal Ika. Itu sebabnya, dirinya dikenal sebagai seorang yang inklusif-pluralis sejati;
            Pengganti Gus Dur, yaitu Megawati lain lagi. Sebagai satu-satunya presiden wanita di NKRI tercinta sampai saat ini, Megawati hadir dengan sosok keibuan, namun sangat tegas dan lugas dalam memimpin;
            Presiden ke-6 yaitu SBY? Terkenal dengan penampilan  yang ciamik. Tutur kata sangat tersusun rapih saat memberi “speech.” Dan hobi bernyanyi sambil tidak lupa bikin “album.”

    Sekarang bagaimana dengan Jokowi? Presiden ke-7 Republik Indonesia ini dikenal sebagai sosok yang sederhana dan bersahaja. Namun sangat memegang prinsip dan tegas. Juga jujur dan tulus dalam  “kegilaan” BEKERJA serta MELAYANI rakyat Indonesia. Memang hasil KERJA dan PELAYANAN Jokowi selama ± 3 tahun terakhir belum mampu mewujudkan kemaslahatan bagi rakyat Indonesia. Maklum, baru ± 3 tahun mengabdi di negara kepulauan yang sangat luas ini. Jadi tidak semudah seperti “membalikkan telapak tangan.” Ditambah dengan perilaku KKN warisan masa lampau yang sudah membudaya.

    Beruntungnya, semua kriteria untuk mewujudkan semua cita-cita para founding fathers ada pada diri Jokowi. Pertanyaannya kini adalah: “Apa yang membuat Jokowi mampu berbuat seperti semua ini? Apa yang membuat Jokowi  sangat berbeda dengan para elite negara, politik, dan agama busuk yang belakangan ini terus bergentayangan di NKRI tercinta?” Jawabannya tentu hanya TUHAN dan Jokowi sendiri yang tahu. Namun kalau boleh mencoba jawab, kurang lebihnya, kira-kira begini:

            Jokowi adalah seseorang yang “sudah selesaikan menemukan kedirian sejati” sehingga tidak tergoda dan tergiur dengan iming-iming “surga dunia;”
            Semua ini berkat didikan dari orang tua dan keluarga tercinta, serta ajaran agama yang Jokowi yakini dan imani, yaitu Islam yang Rahmatan Lil’Alamin;
            Hebatnya, semua ajaran ini tidak hanya sekedar menjadi pengetahuan saja, melainkan ia renungkan, hayati, maknai, dan lalu merefleksikannya secara sosio-budaya teologis tanpa henti;
            Kristalisasi semua ini adalah terciptanya sistem nilai dan paradigma dalam diri Jokowi bahwa BEKERJA dan MELAYANI dengan BENAR, TULUS, dan JUJUR, merupakan bentuk pengabdian kepada ALLAH SWT dan Nabi Muhammad SAW dan hukumnya WAJIB;
            Lalu secara konsisten Jokowi implementasikan dalam mengekspresikan diri, baik tutur kata maupun perilaku atau perbuatan.

    Berdasarkan hal ini, maka tidak perlu kaget kalau mendapati sosok Jokowi: Anti korupsi dan turunannya, yaitu kolusi dan nepotisme; Anti bermalas-malasan dalam mengemban amanat rakyat Indonesia; Anti mempraktekkan “aji mumpung,” yaitu mumpung jadi presiden lalu bergaya hidup ala “borjuis,” dan lain sejenisnya. Sebaliknya, dalam kesederhanaan dan kebersahajaan, Jokowi justru mengisi hari-hari hidupnya sebagai seorang presiden dengan KERJA KERJA KERJA untuk MELAYANI tanpa henti guna  menjawab semua felt needs dan real needs rakyat Indonesia. Dan semua ini adalah bentuk pengabdian Jokowi terhadap ALLAH SWT dan Nabi Muhammad SAW sesuai dengan apa yang ia yakini dan imani sebagai seseorang yang “sudah selesai” dengan dirinya sendiri.

    Penutup

    Hasil KERJA Yesus dengan cara MELAYANI tanpa henti, sudah menghasilkan BUAH-BUAH yang tak terperi. Salah satunya adalah  agama Kristen yang tersebar ke segala penjuru dunia. Demikian pula dengan hasil KERJA Nabi Muhammad SAW dalam MELAYANI. Di mana salah satunya adalah agama Islam yang Rahmatan Lil’Alamin juga sudah tersebar ke segala penjuru bumi.

    Bagaimana dengan Jokowi? BUAH-BUAH apa yang akan Jokowi hasilkan lewat KERJA yang MELAYANI  tanpa henti? Pastinya TIDAK akan menghadirkan sebuah agama baru. Melainkan kemaslahatan untuk rakyat Indonesia, dan bahkan Indonesia Jaya. Tidak percaya? Bersabarlah sejenak seraya tetap memupuk rasa optimis tinggi! Dan jangan lupa untuk mendoakan Jokowi dan keluarga tanpa henti, sampai akhirnya waktu yang akan membuktikannya. Itulah bentuk dukungan konkrit untuk Jokowi di ± 2 tahun tersisa, sambil tidak lupa memilih Jokowi kembali untuk periode 2019-2024. Niscaya BUAH-BUAH manis akan menjadi santapan nikmat para penghuni bumi bulat yang waras dan bernurani dan penghuni bumi datar sumbu pendek tanpa terkecuali.



    Deo servire vera libertas (Mengabdi ALLAH merupakan kemerdekaan yang sesungguhnya).

    Ever Onward No Retreat Jokowi. GOD Bless Jokowi & Family always & more & more.


    Penulis :   Rohadi Sutisna    Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Mari Bersabar & Optimis Menunggu Buah-Buah Hasil Karya Jokowi Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top