728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 15 Juni 2017

    Logika Buni Yani Sulit Dipahami, Maka Berhati-Hatilah!!

    Meledaknya kasus ahok, tidak bisa dipungkiri karena jasa SBY (Si Buni Yani). Jika tidak ada keisengan bicah sok imut itu, penulis yakin tidak akan terjadi kehebohan luar biasa untuk negeri tercinta nusantara ini melalui pilkada Jakarta. Geram dan kesal, itulah yang penulis rasakan ketika mengetahui perihal ini di awal-awal kasus. Namun rasa geram dan kesal itu perlahan sirna manakala akhirnya mengetahui Buni Yani melalui gerak-gerak serta sikapnya mengahdapi situasi yang dihadapinya.

    Tempo hari, sesaat setelah sidang yang tempatnya di pindahkan ke daerah sejuk, yaitu Bandung, agar si anak sok polos bernama Buni Yani ini tidak kepanasan, seusai sidang dia berkomentar seperti ini.

    “Terima kasih kepada teman-teman yang telah membela keadilan dan melawan kezaliman. Kita akan selalu mengawal NKRI untuk menuntut keadilan setegak-tegaknya di Indonesia karena kita cinta demokrasi kita cinta negara ini dan kita harus melawan kezaliman,” ucap Buni dengan menggunakan mikrofon.
    “Nah sekarang seperti dikatakan tadi sebetulnya ketika Pak Gubernur Ahok sudah dipenjara maka seharusnya kasus saya dihentikan. Tetapi mengapa sekarang kasus saya dinaikkan ke pengadilan? ini amat tidak masuk akal. Logika hukumnya dimana?,” ujar Buni dengan nada lantang  “Karena Pak Ahok itu sudah dipenjara dulu saya didakwakan ditersangkakan seolah karena saya memfitnah Ahok. Lalu Pak Ahok menjadi terdakwa, fakta hukum mengatakan bahwa Ahok sudah masuk penjara. Artinya saya tidak memfitnah tidak menistakan agama,” ( LINK )

    Cermati serta rasakan dengan seksama, apa yang diungkapkan bocah sok polos ini. “Membela Keadilan! Keadilan mbahmu!” Jelas-jelas dia mengubah video dengan segala kelicikannya dank arena video yang dia ubah lalu viral, negeri ini menjadi heboh sementara salah satu anak terbaik negeri ini dipaksa masuk penjara, masih bisa bocah culun ini bilang Membela Keadilan?!! Keadilan alam lain mungkin bisa. Wajah polos sok lugunya memang menjual untuk kaumnya, kaum bumi datar bersumbu sangat cupet. Apalagi dengan balutan pakaian yang dipahami sebagai pakaian relegius. Lengkap sudahlah sandiwara bocah culun bernama Buni Yani ini.

    NKRI mana yang kau maksutkan, hai Buni Yani?  NKRI yang sesuai dengan alam pikirmu, yang berbeda dengan tujuan mulia para pendiri bangsa? Justru kau sedang mengoyak tenunan indah NKRI dengan perilakumu, dengan gayamu, dengan tindakanmu yang sok memelas dan seolah korban kezaliman,padahal kaulah biang kegaduhan ini. Kau senaknya mengatakan sedang memperjuangkan keadilan setegak-tegaknya, keadilan yang mana dan untuk siapa? Berani kau menegakkan keadilan untuk Ahok? Atau keadilan untukmu yang terkencing-kencing ketakutan dipenjara?

    Logikamu dari dunia mana wahai Buni Yani, ketika kau sebut pemenjaraan Ahok sebagai anti premis masalahmu? Namun sejatinya kau sudah membuat blunder besar dengan premismu. Kau sebut pemenjaraan Ahok sebagai akhir dari kasus yang menimpamu. Artinya, kau sejatinya sedang “bekerja” untuk sesuatu. Dan pekerjaanmu hanyalah menggulirkan isu-isu tidak senonoh yang merusak keindahan kebersamaan negeri tercinta ini. Dan setelah isu yang kau lempar meledak dan sasaran tercapai, dengan seenakmu sendiri kau katakana persoalanmu usai?

    Semua tahu bahwa Ahok tidak bersalah namun dibuat bersalah dan dengan iklas menerima semua keputusan hakim. Beda dengan dirimu dan gerombolanmu, yang selalu berteriak sebagai korban meski kalianlah sang penindas dengan segala polah tingkah kalian. Dan sekarangm ketika sedang menghadapi proses peradilan, kau teriak-teriak seolah pahlawan negara dengan suara NKRI kau kumandangkan. Namun akhirnya gerakanmu bisa terbaca. Dulu kau “menjual” video Ahok di kepulauan Pramuka, dengan sedikit polesan dan berhasil. Kau dipuja-puja kaum bumi datar bersumbu cupet. Kau dianggap pahlawan media dan ini bukti betapa kelompokmu memang berlogika di luar logika manusia wajar.

    Dan kini, setelah sukses menjual video terpelesetnya Ahok kini kau hendak berjualan NKRI. Kau teriak-teriak seolah pejuang NKRI sejati, padahal sebenarnya kau sedang dilanda ketakutan luar biasa. Ketika kau berpidato di sekitar sidangmu, sebenarnya kau sedang menggigil ketakutan dengan dinginnya tembok penjara. Kau sedang ketakutan karena saat dalam penjara, tidak aka nada ribuan lilin dan karangan bunga. Kau takut dengan narasi harum Ahok.

    Untuk saudara-saudaraku warga Nusantara yang waras, hati-hati dengan ujaran-ujaran si Buni Yani ini. Wajah memelasnya memang sering memanggil elas kasih, namun sadarlah bahwa dibalik wajahnya yang nampak polos dan memelas itu tersembunyi belati tajam yang siap merobek-robek mulut..eits..malah keinget mas Thukul Arwana,,,merobek-robek jalinan kesatuan indah kita sebagai anak-anak nusantara.

    Logika Buni Yani itu bukan logika manusia lumrah,mekipun (katanya) dia seorang dosen. Oleh karena itu, berhati-hatilah dengan apapun yang orang ini lakukan serta katakan. Setelah jualan video editan, lalu jualan sok anak NKRI sejati, bisa jadi ke depan dia akan jualan budaya serta adat istiadat kita dan itu hanya untuk keuntungan dirinya serta kelompoknya, kaum bumi datar dengan sumbu sangat cupet.

    Salam NKRI Jaya



    Penulis :  Dony setyawan   Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Logika Buni Yani Sulit Dipahami, Maka Berhati-Hatilah!! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top