728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 04 Juni 2017

    Lebaran Sebentar lagi, Mudik Tahun ini Bisa Lewat Sebagian Besar Tol TransJawa. Ini Jalurnya!

    Mudik lebaran adalah satu tradisi yang masih sangat digandrungi oleh seluruh rakyat Indonesia yang merayakan lebaran. Istilahnya bukan digandrungi tapi seperti menjadi sebuah budaya, terutama bagi orang yang berasall dari daerah Jawa Tengah dan Jawa timur yang bekerja dan tinggal di Jakarta dan Jawa Barat, mereka akan berbondong-bondong dengan menggunakan motor berkonvoi mudik ke Jawa. Sungguh satu perjalana panjang yang melelahkan dan membahayakan.

    Banyak perusahaan yang menyediakan mudik gratis, sepeti yang dilakukan oleh PT Sido Muncul, misalnya. Berpuluh-puluh bis disediakan dengan jurusan yang berbeda bagi karyawan yang akan mudik ke Jawa.

    Tahun lalu, mungkin masih segar dalam ingatan, tragedi kemacetan yang sangat panjang sampai memakan korban di pintu tol Brebes exit atau lebih dikenal Brexit. Pemerintah dan jajaran terkait mendapatkan teguran yang sangat keras dari masyarakat karena pengaturan yang tidak tepat.

    Tahun ini, Pemerintah melalui Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi sendiri mengatakan akan membuka sejumlah ruas tol baru pada mudik Lebaran guna mendukung penyelenggaraan mudik yang lebih baik. Ruas-ruas tol baru ini akan dilalui secara fungsional atau darurat, sehingga bisa dilalui tanpa biaya.

    Semoga mudik lebaran tahun ini akan lebih mengasikkan dan makin singkat dari sisi waktu.

    TranJawa Proyek Infrastruktur Jokowi Yang Paling Dramatis

    Disebut proyek yang dramatis karena sebenarnya proyek TranJawa ini dimulai sejak 400 tahun lalu yaitu dimulai dari sejak jama Deanles. Setiap tahun tidak selesai.

    Proyek jalan tol sepanjang 615 kilometer yang menghubungkan Cikampek dengan Surabaya belum juga tersambung total. Presiden demi presiden telah berganti, tapi proyek yang digagas sejak 20 tahun lalu ini masih menyisakan beberapa ruas yang terputus.

    Memasuki masa era SBY, proyek TransJawa diperkirakan selesai tahun 2009. Namun karena masalah pembebasan lahan, proyek ini ditargetkan ulang harus rampung pada tahun 2014. Kemudian target diperlonggar menjadi tahun 2019 namun SBY harus segera menyerahkan jabatan kepresidenannya kepada Jokowi di bulan Oktober 2014. Jadi, sebenarnya proyek Trans Jawa ini adalah proyek mangkraknya Presiden keenam Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Keterlambatan pembangunan yang berkepanjangan akhirnya tidak bisa diselesaikan dan menjadi proyek mangkrak. Alasan keterlambatannya sangat standar, yaitu sulitnya proses pembebasan lahan yang diperuntukkan bagi jalan tol.

    Mengherankan bukan?

    Memasuki era Jokowi, seolah kesulitan yang menjadi alasan utama di era SBY terpecahkan dalam waktu yang sangat singkat. Saya yakin, “kalau uangnya ada”, pasti tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Mungkin itu perbedaan antara era SBY dan era Jokowi. Ruas jalan tol Trans Jawa yang mangkrak sebelumnya ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Bila total jalan tol Trans Jawa sepanjang 615 kilometer tuntas tahun 2018, maka Merak hingga Surabaya tersambung non-stop dengan jaringan jalan tol. Langkah ini menjadi pembuktian Presiden Jokowi.

    Pada masa pemerintahan Presiden Jokowi, proyek ini dikebut dan harus tuntas pada 2018. Pada Juni 2015, ruas Cikampek-Palimanan yang merupakan ruas terpanjang Trans Jawa (116 kilometer) tuntas. Tentunya ini jadi modal awal Jokowi menggeber Tol Trans Jawa.

    Jokowi melakukan percepatan pembangunan ruas-ruas tol “tidur” dengan mendorong BUMN masuk antara lain ruas Tol Pejagan-Pemalang (57.51 kilometer), Pemalang-Batang (39 kilometer), dan Batang-Semarang (75 kilometer). Hasilnya, tahun 2016, ruas tol tersebut diharapkan sudah siap beroperasi sempurna.

    Jokowi Kebut Pembangunan Trans Jawa Untuk arus Mudik 2017

    Perkembangan proyek tol Trans Jawa yang kian nyata membuat Presiden Jokowi semakin yakin terhadap target-target yang ditetapkannya. “Insya Allah 2018 dari Merak ke Surabaya sudah harus nyambung tanpa alasan apapun” kata Presiden Jokowi ketika meresmikan pengoperasian jjalan tol Surabaya-Mojokerto, di Mojokerto, Jawa Timur.

    Tidak main-main, keinginan Presiden Jokowi mengejar target ini membuat dia meminta para kontraktor untuk bekerja 24 jam yang dibagi dalam 3 shift kerja. Dan dia benar-benar memantaunya setiap ada kesempatan kunjungan kerja ke daerah. Namun tidak bisa dipungkiri, memang masalah lama masih tetap ada yaitu masalah pembebasan lahan. Ditambah susahnya meminta para investor sebagai pemegang konsesi.

    “Kita memulai setiap pembangunan tidak harus menunggu proses pembebasan lahan itu selesai. Jadi 5 kilometer, langusng saja mulai. Nanti maju lagi, mulai lagi, Harus begitu. Kalau menunggu-nunggu, konektivitas tidak akan selesai-selesai” tegas Presiden Jokowi. Cara berpikir yang tidak dimiliki oleh pemimpin sebelumnya.

    Jurus kebut paling utama dari Presiden Jokowi adalah mengerahkan Badan Usaha Milik Negara atau BUMN seperti PT Waskita dan PT Jasa marga untuk turun tangan. Pemerintah sendiri mengucurkan dana talangan pembebasan lahan tol Trans Jawa ini  kepada investor dengan anggaran sebesar Rp 5.3 triliun!

    Untuk mudik tahun 2017, jalur Trans Jawa yang bisa dilewati tol secara fungsional dimulai dari tol Brebes Timur – Pemalang seksi 3 (Brebes Timur – Tegal) sepanjang 10 km dan dilanjutkan hingga ke seksi 4 (Tegal – Pemalang) 26,9 km. Setelah itu, pemudik bisa menggunakan tol fungsional lainnya di ruas Pemalang-Batang seksi 1 (Pemalang – Pekalongan) 23,3 km dan seksi 2 (Pekalongan – Batang) 15,9 km. Di ruas Batang-Semarang seksi 1 (Batang – Batang Timur) 3,2 km dan seksi 2 (Batang Timur – Weleri) 36,35 km direncanakan juga bisa dipakai untuk mudik Lebaran nanti.



    Sementara di ruas Semarang – Solo, seksi 1 yang telah beroperasi, bisa dilanjutkan ke seksi 3 (Bawen – Salatiga) sepanjang 17.6 kilometer yang juga kemungkinan akan dibuka secara fugsional. Di ruas Solo – Ngawi, ruas fungsional dimulai dari Kertosuro – Karanganyar (segmen Solo – Karanganyar) 20.9 kilometer, dilanjutkan seksi 1 Solo – Mantingan (segmen Sragen – Mantingan) 21.35 kilometer dan seksi 2 Mantingan – Ngawi 20 kilometer.

    Masuk perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur, tol Ngawi – Kertosono seksi 1 (Ngawi Interchange – Madiun Interchange) segmen Klitik – Gulungan sepanjang 11 kilometer juga bisa dilewati secara fungsional. Sementara seksi 2 (Madiun Interchange – Caruban Interchange) segmen Sawahan – Kedungjati sepanjang 6 kilometer dan seksi 3 (Caruban Interchange – Nganjuk Interchange) segmen Purworejo – Wilangan sepanjang 18 kilometer.

    Kemudian tol Kertosono – Mojokerto seksi 2 (Jombang – Mojokerto Barat) sepanjang 19.7 kilometer dan tol Mojokerto – Surabaya seksi 18 sepanjang WRR 4.3 kilometer, seksi 2 WRR – Driyorejo sepanjang 5.07 kilometer dan seksi 3 Driyorejo – Kriyan sepanjang 6.1 kilometer.

    Sedangkan tol Gempol – PAsuruan seksi 1 paket A1 (Gempol – Bangil) sepanjang 6.8 kilometer dan seksi 1 paket A2 (Bangil – Rembang) sepanjang 7.1 kilometer masih direncanakan bisa dibuka secara operasional pada mudik Lebaran mendatang.

    K e s i m p u l a n

    Saya cape membaca referensi dan menuliskannya. Seperti sedang menyetir mobil benar-benar dari Jakarta Sampai Surabaya. Tapi saya semangat!!

    Diatas kertas, Tol Tran Jawa masih memungkinkan akan selesai pada tahun 2018. Bila tercapai hanya terpaut kurang dari satu tahun dan batas waktu yang ditargetkan Jokowi. Ini tentunya jadi pembuktian Jokowi yang ditunggu-tunggu.

    Hal yang tidak boleh dilupakan, tahun 2019 digelar Pemilihan Presiden periode 2019 – 2024. Seluruh pencapaian Jokowi akan menjadi bukti yang tidak bisa dikalahkan oleh isu-isu yang siapkan lawan untuk menyerang dia. Namun, tetap akan menjadi hal yang wajar apabila ada pihak-pihak  yang menduga adanya hitungan-hitungan politis mengenai proyek-proyek strategi tadi dengan kepentingan Pilpres 2019.

    Bukan hal yang mustahil, pihak lawan akan lebih menggaungkan besarnya utang luar negeri selama Jokowi memimpin, Namun kita semua berharap, hal inipun bisa ditanggulangi. Karena saya yakin, Presiden kita melakukan percepatan pembangunan infrastruktur bukan untuk kepentingan Pilpres, tapi untuk kepentingan rakyat Indonesia dengan harapan apa yang dia lakukan benar-benar membuat perekonomian Indonesia bergerak di seluruh pulau yang ada di Indonesia.

    Jokowi dan kita hanya bisa berusaha untuk memenangkan ajang pemilihan Presiden ditahun 2019. Menang atau tidak menang, Presiden Jokowi akan selalu dikenang sebagai Presiden yang membuka dan menyambungkan Indonesia dari Sumatra sampai Papua. Akan dikenang sebagai Presiden dengan semua keputusan gilanya menggenjot pembangunan infrastruktur selama masa kepemimpinannya.


    Penulis :  Erika Ebener    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Lebaran Sebentar lagi, Mudik Tahun ini Bisa Lewat Sebagian Besar Tol TransJawa. Ini Jalurnya! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top