728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 03 Juni 2017

    KPK Tetapkan Markus Nari Golkar Jadi Tersangka di Kasus Miryam! Kapan Giliran Papa?

    Agus Raharjo, Ketua KPK mengonfirmasi hal mengenai penetapan status tersangka dari politisi Golkar, Markus Nari. Namun Agus enggan membeberkan lebih lanjut terkait dengan sangkaan yang dikenakan kepada Markus. Agus lebih cenderung untuk melimpahkan kasus ini kepada Febri yang adalah Kabiro Humas KPK.

    Terkait kasus yang menjerat Miryam, KPK menggeledah rumah Markus dan menyita sejumlah barang bukti, termasuk salinan berita acara pemeriksaan (BAP) dalam kasus dugaan mega korupsi e-KTP. Penyidik KPK kini mendalami dari mana BAP dan penyidikan e-KTP bisa ada di tangan Markus. Penelusuran juga dikaitkan dengan perkara Miryam Haryani yang menjadi tersangka karena memberikan keterangan palsu.

    “Kita akan dalami lebih lanjut dari para saksi atau info lain, copy BAP itu dapat dari mana dan apakah ada kaitannya dengan peristiwa ketika Miryam mencabut keterangan di PN dalam kasus itu. Kami akan lakukan pencarian informasi lebih lanjut dan sudah memeriksa sejumlah saksi,” imbuh Febri Diansyah yang adalah Kabiro Humas KPK

    Lantas bagaimana kita melihat keterkaitan antara Markus dan Miryam? Apakah karena sama-sama memiliki nama depan M, dan membuat mereka memiliki kedekatan emosional? Rasanya tidak sesederhana itu. Sebenarnya penggeledahan rumah Markus Nari dilakukan sudah pada tanggal 10 Mei lalu.

    Ada dua rumah Markus Nari yang digeledah KPK. Kediaman pribadi dan rumah dinas Markus menjadi target penggeledahan KPK untuk mencari bukti-bukti kuat yang akan menjerat mereka di dalam kasus mega korupsi e-KTP. Miryam merupakan tersangka dalam pemberiaan keterangan palsu yang dilakukan di dalam persidangan e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto.

    Selain itu, dalam surat dakwaan tersebut, Markus disebut pernah meminta uang dengan jumlah yang fantastis, yakni lima miliar kepada Irman yang pada saat itu menjabat selaku Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.

    Permintaan itu dianggap sebagai sebuah “pelicin” atau oli untuk memperlancar pembahasan APBN-P pada tahun 2012 yang mengusulkan anggaran yang harus ditambah untuk proyek e-KTP yang sampai sekarang mempersulit jutaan warga Indonesia, termasuk saya yang belum mendapatkan e-KTP sama sekali! Tolong Kak Emma.

    Markus yang sempat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang, pernah membantah menerima uang haram tersebut. Anggota Komisi II DPR Golkar periode 2009-2014 membantah menerima uang sebesar 4 miliar dalam kasus korupsi proyek e-KTP. Hal ini dikatakan Markus saat memberikan keterangan sebagai saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis 6 April 2017.

    Namun menurut kedua terdakwa Irman dan Sugiharto, Markus pernah meminta dan menerima uang yang saat itu dilakukannya di kantor Gedung Kementerian Dalam Negeri. Lantas mengapa ia ditetapkan sebagai tersangka? Tentu tidak lain dan tidak bukan, karena ada bukti kuat yang menjerumuskan Markus dan memaksanya untuk mengiyakan tuduhan jaksa KPK.

    Sebelumnya KPK juga sudah memanggil Elza Syarief dan Anton Tofik sebagai saksi terkait kasus dugaan pemberian keterangan palsu Miryam. Anton diduga memengaruhi Miryam untuk mencabut BAP saat menjadi saksi dalam kasus e-KTP.

    Dalam persidangan, Miryam juga menyebut nama Elza Syarief dengan kunjungannya ke kantor hukum tersebut. Seperti bermain pingpong, orang-orang semakin banyak disebut, seolah membentuk rajutan yang rumit dari jaringan orang-orang yang terkait dengan kasus korupsi e-KTP.

    Satu lagi politisi Golkar berambut tipis, Markus Nari sudah menjadi tersangka kasus korupsi e-KTP. Kasus korupsi ini merupakan kasus besar yang harus diselidiki sampai ke akar-akarnya. Tidak berlebihan kita menyebutnya mega korupsi e-KTP. Agama apapun tidak menjamin seseorang untuk berlaku bersih, jika mereka lebih mementingkan uang daripada harga diri.

    Setelah Markus Nari, tentu pembaca Seword sedang menunggu-nunggu kapan si ‘papa’ yang tidak terlihat dan licin itu, akan diusut. Kita tahu bahwa ada indikasi kuat baginya untuk terikat di kasus korupsi ini. Dari rekam jejak yang diperoleh, si papa juga memiliki sebuah kecenderungan untuk melakukan tindakan korupsi. Namun prediksi tetaplah prediksi, kesalahan bisa tetap ada. Kita lihat saja nanti.

    Betul kan yang saya katakan?


    Penulis :   hysebastian    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: KPK Tetapkan Markus Nari Golkar Jadi Tersangka di Kasus Miryam! Kapan Giliran Papa? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top