728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 07 Juni 2017

    Ketika Pak Kifli Bikin Geli

    Kata-kata Pak Kifli bener-bener bikin geli. Menurut Ketua Umum Partai Amanat Nasional ini, Komisi Pemberantasan Korupsi menerima orderan atau pesanan. Masalahnya, nama politisi uzur yang belum bau kubur yaitu Amien Rais, disebut dalam persidangan kasus korupsi Siti Fadillah Supari.

    Ada transfer enam kali, masing-masing seratus juta, menuju rekening Amien Rais sebagaimana dibacakan jaksa. Hal ini tentu saja menjadi fakta persidangan. Tidak heran bila politisi kawakan PAN ini meradang. Ingin ketemu KPK dan memberi penjelasan sebelum ibadah umrah alias menyusul Habib Rizieq yang hampir kehabisan visa.

    Mencermati kasus seniornya ini, Zulkifli pun hingga melontarkan tuduhan, kalau KPK menerima orderan kasus. Ini kata-kata Pak Kifli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Senin (5/6/2017).

        “Saya tahu persis ya. Pasti ini orderan (pesanan) lah menurut saya,”

    Kok logika Kifli pun mendadak aneh ya pada bulan Ramadhan ini. Kok bisa, Bung Kifli menuduhkan bahwa ada pesanan yang ditujukan kepada KPK untuk membidik Amien Rais sebagai alumni 212 yang belum dijerat kasus. Ketika yang lain sudah dibidik lalu kini Pak Amien.

        “Saya enggak paham betul soal hukum. Jadi yang [aksi]212 dibidik dan sekarang tinggal Pak Amien,” ujarnya.

    Zulkifli Hasan kelihatan begitu bangga dengan aksi 212 sebagai senjata andalan Wiro Sableng gadungan. Pak Amien pun dianggap sebagai pendekar renta yang bersohib dengan pendekar gadungan murid Sinto Gendeng. Tinggal Pak Amien yang belum dibidik. Bikin geli, bukan?

    Bunyi ujaran Ketua MPR tersebut pantas disayangkan. Nama aksi 212 dibawa-bawa lagi pada bulan puasa ini. Bahkan Pak Zul sengaja memberi angin segar supaya alumni 212 berempati dan membela Amien Rais. Oh Pak Kifli, mengapa logika demikian yang Anda bangun?

    Akankah ada aksi bela Amien Rais yang disokong alumni 212 setelah Shalat Iedul Fitri 1348 H nanti? Tidak terbayang bila pada hari yang suci nanti malah disibukkan kegiatan aksi yang tidak produktif.

    Tanda sebuah kemunduran logika ketika ibadah kemudian diboncengi dengan aksi ini dan itu seperti yang beberapa kali sengaja digalang orang-orang mabuk kepentingan.

    Benarlah yang pernah disampaikan Buya Syafii Maarif bahwa bangsa ini krisis negarawan. Ciri negarawan adalah menjunjung supremasi hukum. Ciri politisi kalau sudah level politisi busuk, kurang lebihnya kalau omong mirip kentut yang terperangkap dalam celana seragam polisi yang tentu alami kesulitan untuk keluar.

    Sosok negarawan, kurang lebihnya seperti Basuki Tjahaja Purnama yang sangat menghormati supremasi hukum. Tidak pernah absen ketika hukum memanggil. Aksi pendukungnya juga lebih simpatik karena tidak menebar ketakutan di tengah masyarakat. Benar-benar menjadi pembeda.

    Semestinya selaku Ketua MPR, Pak Kifli bisa mencerminkan sosok kenegarawanannya dengan memberi dorongan secukupnya kepada mantan Ketua MPR sesama politisi PAN itu. Tentu tidak perlu dorongan yang sangat kuat supaya dengkul Pak Amien Rais tetap berdaya menuju persidangan. Biarlah apa yang dikatakan Amien nanti juga menjadi fakta persidangan.

    Tidak perlu berbicara kepada banyak media selayaknya politisi kebingungan amunisi untuk mencari simpati. Tidak perlu juga mencari-cari pimpinan KPK supaya tidak diduga macam-macam. Kiranya lebih baik Pak Amien bersabar saja. Siapa tahu nanti dipanggil persidangan untuk turut menjadi saksi. Ketika sudah duduk di kursi persidangan kan mantap. Di sana bisa bicara panjang lebar dan menjadi fakta persidangan.

    Dalam hal ini apa yang disampaikan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah dalam acara primetime news MetroTV sangat tepat. Tudingan Zulkifli Hasan bahwa ada pesanan untuk mengkriminalisasi Amien Rais pun terbantahkan.

    Febri Diansyah menerangkan bahwa KPK harus mengusut fakta persidangan yang menyebutkan Amien Rais menerima aliran dana korupsi alat kesehatan. Hal ini tentu penting bagi Pak Amien untuk menunggu kesempatan dipanggil menjadi saksi. Bicara dengan gagah di depan majelis hakim.

    KPK juga meminta Zulkifli Hasan untuk menjelaskan maksud pernyataannya. Pak Kifli diminta menyebutkan siapa pihak yang memesan KPK untuk mengkriminalisasi Amien Rais, jika itu benar.

    Nah, beranikah Pak Kifli menerima tantangan KPK? Menyebutkan siapa pihak yang yang memesan KPK untuk mengkriminalisasi Amien Rais. Layak ditunggu siapa yang memesan KPK kalau ada. Masak KPK disamakan dengan FPI yang bisa dipesan kapan saja untuk demo? Pak Kifli, Pak Kifli… bikin geli aja.



    Penulis    :  Setiyadi RXZ      Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ketika Pak Kifli Bikin Geli Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top