728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 03 Juni 2017

    Ketika Jokowi dan Istana dituduh PKI, Siapakah yang diuntungkan?

    Tuduhan bahwa Jokowi dan istana adalah PKI tidaklah didasarkan pada pemahaman atau kajian yang benar tentang komunis, sebab dari berbagai tuduhan-tuduhan yang bertebaran di media, tidak ditemukan ulasan yang mendalam dan obyektif tentang apa itu komunis.  Tuduhan ini hanya memanfaatkan sesuatu yang dibenci oleh kebanyakan masyarakat Indonesia selama tigapuluhan tahun selama masa rezim Orde baru, untuk menjatuhkan Jokowi dan pemerintah yang berkuasa saat ini.

    Jelas-jelas tidak ada indikasi bahwa Jokowi dan pemerintahannya ingin membangkitkan partai yang sudah terlarang itu, dan juga Jokowi sedikitpun tidak memiliki keterkaitan dengan paham komunis. Pemerintahan saat ini sudah berjalan sesuai dengan dasar Pancasila dan Konstitusi UUD 1945.

    Lalu siapakah yang diuntungkan dengan politisasi isu PKI ini? Mari kita menganalisanya, kelompok mana yang sangat diuntungkan.

    1. Mereka Yang Merindukan Rezim Orde Baru
     
    Rezim Orba sangat kental dengan “gebukannya’ terhadap PKI, walaupun gebukannya sering yang tidak sesuai dengan prosedur hukum. Banyak orang-orang yang dituduh PKI dipenjara atau diasingkan tanpa melalui proses hukum yang berlaku. Namun penguasa pada masa itu berhasil membuat masyarakat yakin bahwa mereka yang dituduh terkait dengan PKI pantas dibenci, dimusuhi dan dihukum. Jika isu PKI kembali digembor-gemborkan saat ini, maka diharapkan masyarakat kembali pada nostalgia “keberhasilan” Orba menggebuk PKI. Orba dirindukan kembali dengan slogan Isih Penak Zamanku Toh?, sebagaimana sering kita lihat di bagian-bagian belakang truk dan pernah juga dipakai oleh Aburizal Bakrie dan partainya pada masa Pileg dan Pilpres 2014. Mereka yang merindukan Orba tentu bisa saja bagian dari rezim itu atau kelompok yang memakainya sebagai alat politik yang sedang menatap pertarungan perebutan kekuasaan pada tahun 2019 yang akan datang.

    2. Mereka yang Ingin Menggantikan Ideologi Negara
     
    Kekuatiran terbesar bangsa Indoensia saat ini adalah adanya gerakan-gerakan yang ingin menggantika ideologi negara Pancasila dengan yang lain, seperti gerakan HTI yang ingin mendirikan Khilafah tanpa negara. Mereka menolak pemerintah saat ini dan ingin meruntuhkannya. Untuk mencapai tujuan tersebut mereka menyebarkan paham mereka kepada masyarakat melalui aksi ‘dakwah’ yang hingga kini telah merambah ke kampus-kampus. Tuduhan pemerintah sebagai antek komunis tentu saja akan mempermudah mereka mencapai tujuannya, sebab ketika masyarakat mulai kehilangan keprcayaan kepada pemerintah karena dianggap sebagai bagian dari PKI, maka mereka yang sudah terperdaya semakin mudah digiring untuk menjatuhkan pemerintahan saat ini.

    3. Mereka Adalah Lawan Politik Jokowi


    Lawan politik Jokowi bisa disebut mereka yang tersingkir atau yang kalah pada kontestasi pada Pilpres 2014 yang lalu yang akan kembali maju dan ingin mengalahkan Jokowi pada Pilpres 2019 yang akan datang. Kekuatan ini tentu saja semakin besar jika kita lihat partai lama dan partai baru yang akan bersama-masa ingin merebut kekuasaan. Jika nama baik Jokowi dan Istana rusak dengan isu-isu PKI ini, maka tentu saja berpengaruh pada persepsi publik dan akan mempengaruhi elektabilitas Jokowi nantinya. Pertanyaannya, apakah lawan politik ini ikut menggoreng-goreng isu PKI ini? Secara terang-benderang tentu saja tidak mungkin.

    Namun hal yang umum terjadi bahwa yang diuntungkan tentu saja akan berusaha mendukung aksi-aksi yang semakin memperbesar keuntungannya. Itu sudah menjadi sesuatu yang wajar dalam politik kekuasaan. Paling tidak mereka akan membiarkan aksi fitnah itu terus bergulir seperti bola salju tanpa berniat ingin menghentikannya.

    Dalam kasus penulis buku “Jokowi Under Cover” yang abal-abal yang isinya memfitnah Jokowi dan keluarganya, polisi mensinyalir adanya pendukung dana yang besar yang memungkinkan penerbitan buku tersebut.

    Meskipun sampai saat ini Polisi belum mengungkapkan siapa penyandang dananya, namun dari kasus ini kita melihat bahwa adanya orang atau kelompok yang memang sengaja menggunakan isu ini untuk mencari keuntungan politis. Oleh sebab itu, masyarakat harus semakin cerdas untuk menolak fitnah yang yang tidak tidak bermoral dan yang bertentangan dengan nilai-nilai yang ada pada semua agama.

    Jokowi sendiri dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa dirinya dan keluarganya orang Indonesia yang berpegang teguh pada Pancasila. Pembelaan diri Jokowi bukanlah sekedar menyelamatkan diri sendiri atau pencitraan. Apapun yang dilakukannya selalu dalam kerangka KERJA. Ini dibuktikan dengan pembentukan Unit Kerja Pemantapan Ideologi Pancasila yang sudah ditetapkan pada hari peringatan hari lahirnya Pancasila pada haris kamis 1 Juni 2017 yang lalu.

    Jokowi dan pemerintahannya akan terus bekerja untuk menghadapi ancaman ideologis terhadap bangsa dan negara ini. Secara khusus melalui unit kerja ini akan menjadi pembuktian kerja dan sekaligus sebagai fakta yang berbicara bahwa Jokowi bukanlah PKI.



    Penulis :   Jamson Siallagan    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ketika Jokowi dan Istana dituduh PKI, Siapakah yang diuntungkan? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top