728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 17 Juni 2017

    Ketika ISIS Tidak Lebih dari Pemuja Syahwat, WNI Ini Akhirnya Kecewa

    Propaganda ISIS sangatlah masive di dunia maya, semua dibuat serba indah. Mereka menjanjikan negara impian, walaupun mimpi tersebut hanya sekedar angin surga yang tidak dapat direalisasikan. Pemberi Harapan Palsu ( PHP ), mungkin itu yang tepat disematkan untuk ISIS.

    ISIS tidak lebih dari segerombolan orang yang ingin memuaskan syahwatnya dengan mengatas namakan agama. ISIS sudah jelas, penista agama yang sebenarnya. Karena ISIS, agama Islam menjadi tercoreng. Hanya orang labil dan kurang rasional yang termakan propaganda ISIS.

    Pencucian otak ala ISIS  saja menggunakan janji surga yang sangat indah. Dengan bunuh diri, dijanjikan dapat melakukan hubungan sex dengan puluhan bidadari di surga. Hak Tuhan diambil alih oleh mereka, dari hak pemberian surga sampai hak penghakiman manusia.

    Minim rasional, tidak kritis menjadi mudah termakan propaganda

    Bukan masalah pendidikan yang tinggi, bukan masalah kepintaran dalam menghafal suatu ilmu, tetapi tepatnya masalah rasionalitas. Banyak orang yang berpendidikan tinggi, tetapi masih minim rasionalitas, karena kerjaannya Cuma bisa dicekoki untuk menghafal saja dalam dunia pendidikan. Tidak heran jika bertitel mentereng tetapi kurang rasional dalam berfikir dan bertindak.

    Mengikuti ISIS, sudah jelas bukti otak hanya digunakan untuk menghafal saja, tidak untuk berfikir kritis. Jika membunuh orang tidak bersalah dianggap bisa masuk surga, kan sudah somplak otaknya. Belum lagi pemerkosaan dan penghancuran rumah-rumah ibadah non muslim. Sungguh ini sangat mencoreng ajaran Islam .

    Selain selangkangan, propaganda hidup enak serba gratis juga dilakukan ISIS. Sungguh menyedihkan, ketika mengetahui, ada WNI yang termakan propaganda kenikmatan surga dunia ala ISIS.

    Nur yang berusia 19 tahun menceritakan, dia meninggalkan Indonesia sekitar 22 bulan yang silam lantaran ingin berada di negara yang telah diklaim dikuasai oleh ISIS, yaitu Raqa, Suriah.

    Nur merupakan korban propaganda surga palsu ISIS. Melalui foto dan video tentang Negara Islam atau Daulah Islamiyah yang diunggah ISIS ke internet.

    Sudah menjadi hal yang mengkhawatirkan, ketika masyarakat kaum bumi datar mulai beranak pinak dan menyebarkan kebodohan di negara kita. Jika memiliki mental yang pemberani seperti Nur, maka mereka akan berlaku nekat dengan meyakini apa yang ingin di yakini tanpa berfikir secara rasional sehingga mudah ditipu.

    Nur bersama 15 warga Indonesia lain yang menjadi korban virus bumi datar akhirnya sadar,bahwa mereka telah dibohongi pakek surga palsu ala ISIS, dan akhirnya mereka meninggalkan Raqqa.

    “Semua bohong … ketika kami memasuki wilayah ISIS, masuk ke negara mereka, yang kami lihat sangat berbeda dengan apa yang mereka katakan di internet,” kata Nur kepada wartawan AFP di kamp pengungsi Ain Issa, sekitar 50 kilometer di utara Raqqa. Yang dilansir oleh kompas.com.

    Ribuan orang juga pergi meninggalkan Raqqa, yang telah digempur oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung militer Amerika Serikat.

    Surga diharap, neraka didapat, mungkin itulah yang terjadi pada Nur. Berharap mendapatkan pekerjaan dengan gaji tetap, berujung pada pemaksaan oleh ISIS kepada Ayah dan saudaranya untuk bergabung menjadi milisi. Ahirnya Nur harus menerima kenyataan, ayah dan orang tuanya masuk penjara.

    Nafsu birahi ISIS dan nafsu membunuh

    Tidak hanya orang tua dan saudara Nur yang mengalami pemaksaan, Nur juga dikejar-kejar oleh milisi ISIS  untuk dijadikan pemuas nafsu birahi.

    “Banyak milisi ISIS yang duda … mereka menikah hanya dua bulan atau dua pekan saja. Banyak laki-laki datang ke rumah dan mengatakan ke ayah saya, saya ingin anakmu,” kata Nur.

    “Yang mereka bicarakan hanya soal perempuan,” lanjut Nur seperti yang dilansir laman kompas.com.

    Sudah tidak kaget, jika dari doktrinnya saja sudah jelas memasukkan kenikmatan sex secara tidak wajar ke dalam otak, tentu saja perilakunya akan terpengaruh juga.

    Selain Nur, ada Leefa  seorang perempuan berumur 38 tahun yang pada awalnya ingin menikmati hidup sebenarnya sebagai Muslim sejati di bawah kekuasaan Daulah Islamiyah menurut dia, dengan harapan pengobatan gratis, enak nyaman, tetapi yang didapat malah kekecewaan, kembali kepada surga yang diharap, neraka yang didapat.

    Nasib serupa juga menimpa seorang perempuan bernama Nora Joko. Dia memberi pernyataan serupa, bahwa kenyataan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

    “Kami datang ke sini demi Islam, namun ketika kami berada di sini, yang kami saksikan adalah pemenggalan, penyiksaan, dan perampokan,” kata Nora.

    Menurut  pemerintah, ada 500-600 WNI berada di Suriah saat ini. Sekitar 500 orang lagi mencoba masuk, tapi dideportasi sebelum tiba di wilayah kekuasaan ISIS. Ini sudah cukup membuktikan, kaum bumi datar sudah menebarkan virus kebodohan, sehingga dengan mudah dapat membohongi targetnya.




    Penulis    :        Cak Anton      Sumber   :   Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ketika ISIS Tidak Lebih dari Pemuja Syahwat, WNI Ini Akhirnya Kecewa Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top