728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 11 Juni 2017

    Ketika Ada Polisi Mengajak Menertawakan FPI


    Kepolisian Republik Indonesia yang punya Pak Gamayel memang pantas bersyukur. Berkat finalis Stand Up Comedy Indonesia (SUCI 6) ini wajah polisi Indonesia kian punya aura beda. Tidak hanya dikenal sebagai tukang tilang. Polisi kini punya potensi mengembangkan selera humor di mana pun mereka bertugas. Jadilah polisi-polisi yang makin manusiawi.

    Apresiasi tinggi layak disampaikan kepada Jenderal Tito Karnavian yang makin memperkenalkan wajah humanis Kepolisian Republik Indonesia. Pak Gamayel telah dikenal publik berkat kepiawaiannya manggung berbekal satu microfon.



    Tidak perlu dua seperti Habib Rizieq. Satu microfon saja sudah cukup membuat penonton sulit berhenti ketawa. Apalagi kalau dua? Alamat akan ada demo bela ketawa berjilid-jilid kayak demo ala FPI yang bela ini dan itu.

    Selain di panggung komedi, para polisi juga mampu menyuguhkan hiburan menarik pada bulan Ramadhan 1348 H ini. #ArtiRamadhan yang sangat bermakna bagi polisi dan masyarakat.

    Adalah Bapak Kapolres Rembang AKBP Sugiarto, SH,SIK, Msi ketika dengan sangat ramah meminta anggota FPI berganti baju muslim yang baru. Maklum situasi Rembang memang beda dengan Masjid Istiqlal. Ketika Kapolres mendengar kabar rencana kedatangan personil FPI ke Rembang untuk mengikuti pengajian Haul Kyai Zubair di Pondok Pesantren Al Anwar Sarang, dilakukanlah antisipasi dini.

    Disampaikanlah himbauan agar FPI tidak menggunakan atribut ketika mengikuti kegiatan di Rembang. Daripada datang dengan seragam FPI malah kena gebuk orang-orang Rembang yang anti FPI, lebih baik baju FPI diamankan dulu.

    Dari sinilah humor level Dewa Budjana benar-benar ditunjukkan Bapak Kapolres di panggung dunia maya. Alkisah ditemukanlah sesosok anggota FPI yang bertato. Bukan sembarang tato tentu saja.

    Jangan dibayangkan mentang-mentang Front Pembela Islam, tatonya lafaz Allah sesuai syariah. Insya Allah, bukan itu. Karena tatonya betul-betul astafirullah. Setelah dicermati tatonya, dapat diduga dengan azas praduga tak bersalah kalau yang punya tato belum siap mendapat barokah qusnul qotimah.

    Mengingat, ini tato benar-benar level masya Allah. Percaya nggak percayalah pokoknya. Ada anak buah Habib Rizieq Shihab, imam besar Islam tingkat nasional, tatonya wanita telanjang. Kebayang ndak? Bener-bener bikin ah dan bikin uh bukan?





    Itulah yang ditunjukkan Bapak Kapolres. Benar-benar sebuah humor cerdas di atas pangggung komedi tingkat dunia, bukan? Humor yang sangat humanis dan berbuah manis.

    Begitulah kelakuan ormas yang mengaku membela Islam. Teriakan dari mulutnya tetap takbir, eh lengannya tato wanita telanjang. Dikatain munafik marah. Dikatain pengung, tersinggung. Memang bikin bingung kelakuan ormas ini. Tidak hanya habibnya, anak buahnya ternyata juga pemuja pornografi.

    Sampai kapan ormas kayak gini dipelihara negara, ya? Kalau saya lebih setuju negara memelihara anak-anak yatim dan yang terlantar daripada memelihara ormas yang menghalalkan pornografi di lengan dan di kandang kambing dekat pohon pisang.

    Lihat saja penampilannya. Bajunya sangat gamis dan klimis, eh dalamnya tatoan kayak gitu. Agama dan ulama yang dibela ormas kayak gini apa tidak malu dunia-akhirat, coba? Bagaimanapun almarhum Gus Dur lebih bijak dalam bersikap.

    Agama hingga Gusti Allah itu tidak perlu dibela. Gusti Allah sudah sejak dahulu kala maha kuasa sebelum FPI lahir di Indonesia. Agama Islam adalah rahmatin lil ‘alamin sudah jelas. Tidak perlu dibela dengan cara mengumbar pornografi ala tatoan dan pornoaksi kandang kambing ala Habib Rizieq.

    Tapi, kalau pada dasarnya sudah FPI, memang selalu saja ada cara untuk membela citra diri. Melalui akun facebook bernama ‘Front Pembela Islam – FPI’ dalam postingan yang diunggah pada Jum’at (9/6) sekitar pukul 13.00 WIB menyebutkan bahwa pihak kepolisian resor Rembang melakukan tindakan pelucutan atribut yang dikenakan FPI. Selain itu dituliskan juga bahwa dalam kegiatan tersebut pihak kepolisian bertindak secara arogan.

    Ini logika FPI memang terbalik. Soal arogan kan sudah jadi trade mark FPI. Kalau sampai pihak kepolisian arogan pasti harus bayar royalti kepada FPI. Kok ini malah nuduh kepolisian bertindak arogan.

    Terkait kabar pelucutan atribut personil Front Pembela Islam (FPI) yang datang ke Rembang pada Jum’at (9/6/2017), pihak Kepolisian Resor Rembang pun harus membantah dengan keras. Bahwa kabar yang tersebar melalui media sosial tersebut tidak benar. Demikian dikabarkan suaraislam.co. Kapolres Rembang AKBP Sugiarto, mengungkapkan, justru pihak Polres Rembang memfasilitasi para personil FPI dengan pakaian muslim baru.

    Atribut yang dikenakan oleh para anggota FPI yang datang ke Rembang kami minta untuk melepasnya, kemudian kami ganti dengan baju koko baru. Itu bukan melucuti, tapi kami mengganti, cara menyampaikannya juga dengan bahasa humanis ujarnya Jumat (9/6/2017).



    Terima kasih bapak-bapak polisi, telah memperlakukan anggota FPI yang bertato itu bagaikan artis. Mendapatkan kesempatan difoto dan diviralkan hingga membuat banyak orang hatinya senang bukan kepalang. Semoga setelah Habib Rizieq dengar berita ini segera pulang untuk memberi penghargaan pada anak buah yang kelakuannya tidak jauh-jauh dari dia sendiri sebagai pimpinannya.


    Penulis   :  SETIYADI RXZ  Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ketika Ada Polisi Mengajak Menertawakan FPI Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top