728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 03 Juni 2017

    Ketegasan Kapolri Tito Melindungi Warga dari Persekusi, Kapolresta Solok Dimutasi

    Sebuah kata yang tiba-tiba tenar belakangan ini adalah persekusi. Sudah tahu artinya? Atau bingung membedakannya dengan alat musik perkusi? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia versi online persekusi itu diartikan pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah, atau ditumpas.

    Kehebohan persekusi ini terjadi ketika seorang dokter perempuan diintimidasi, dan diinterogasi oleh sebuah ormas radikal karena status facebook terkesan menyindir pemimpinnya. Karena kasus persekusi ini menyebabkan dokter tersebut bersama kedua anaknya yang masih kecil terpaksa harus keluar dari daerah kelahirannya dan menuju ke Jakarta dengan pengawalan ketat GP Ansor. Mengapa harus hijrah ke Jakarta? Karena dirinya sudah tidak tahan terhadap intimidasi yang diterimanya, bukan hanya dari ormas radikal tersebut tetapi warga di kota tersebut juga mencibir dirinya.

    Karena adanya kejadian tersebut, membuat Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian murka. Dan beliau menganggap bahwa Kapolresta Solok tidak tegas menghadapi kasus persekusi ini. Bukan saja Kapolresta Solok yang terkesan tidak tegas terhadap ormas radikal tersebut, bahkan Kapolda Sumatera Barat dan Gubernur Sumatera Barat menganggap bahwa tidak ada kasus persekusi yang menimpa seorang dokter perempuan di Solok.

    Tentu saja hal ini membuat Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian tambah gusar, karena kasus tersebut jelas-jelas menimpa seorang dokter perempuan tetapi masih dianggap tidak terjadi persekusi. Karena bukti-bukti dengan jelas memperlihatkan adanya tekanan kepada dokter tersebut untuk menandatangani surat pernyataan minta maaf diatas materai Rp.6.000,- serta pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya di kemudian hari.

    Bahkan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menegaskan sudah beberapa kali menegur Kapolda Sumatera Barat, Irjen Fakhrizal untuk melindungi warganya dari tindak persekusi. Tito menambahkan, jika Kaporesta Solok tak mampu menghadapi sekelompok massa yang melakukan persekusi, maka dia tak segan mencopot kapolres.

    “Di Solok, saya beberapa kali menegur kapolda-nya untuk melindungi warganya dari persekusi. Kalau saya nilai kapolres di Solok lemah, ya saya ganti dengan yang berani dan tegas,” ujar Tito setelah berbuka puasa bersama di kediaman Ketua MPR Zulkifli Hasan, kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, kemarin.

    Ketidaktegasan dari Kapolresta Solok terhadap arogansi ormas radikal tersebut, membuat Kapolri memberikan peringatan keras. Jika Kapolresta Solok tidak tegas menghadapi kasus persekusi, maka Kapolresta Solok akan digantikan dengan orang lain yang lebih tegas dan kompeten.

    “Bahkan sudah saya sampaikan, kalau saya anggap nanti menurut penilaian saya Kapolres di Solok saya anggap lemah, takut, ya saya ganti. Ganti dengan yang berani dan tegas,” ujar Tito dengan nada suara yang meninggi.

    “Saya tidak akan segan-segan untuk mencari dan mengganti dengan orang yang lebih tegas. Saya pikir itu langkah-langkah kami ya,” lanjut Tito.

    Karena Kapolri Tito sangat serius melindungi warga dari persekusi, maka Kapolri memberikan apresiasi kepada Kapolres Jakarta Timur yang telah menindak tegas pelaku persekusi yang meresahkan masyaakat.

    “Kalau nanti ada yang merasa diancam, apalagi dengan kekerasan fisik terutama, maka silakan melaporkan ke kepolisian, kami akan berikan perlindungan,” tukas Tito.

    Jika Kapolri mengapresiasi Kapolres yang tegas menumpas persekusi, maka Kapolri juga tidak segan-segan untuk memutasi Kapolres yang tidak tegas menghadapi kasus persekusi dan yang takut menghadapi ormas radikal.

    Dan pada Jumat, 2 Juni 2017 Kapolri telah memutasi AKBP Susmelawati Rosya, polwan yang memimpin Polres Kota Solok. AKBP Susmelawati dipindah sebagai Kabagwatpers Biro SDM Polda Sumbar.

    Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1408/VI/2017, yang diberikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto kepada wartawan, Sabtu (3/6/2017). Jabatan Kapolresta Solok akan diamanahkan ke AKBP Dony Setiawan, yang kini menjabat sebagai Kanit II Subdit IV Dittipid Narkoba Bareskrim Polri.

    Untuk ini kita mengapresiasi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian yang dengan sigap melindungi warga dari persekusi. Karena tindakan persekusi ini mencederai hak asasi manusia. Dan ketegasan Kapolri mencerminkan bahwa negara hadir untuk melindungi warga negaranya.


    Penulis :   Daniel Setiawan    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ketegasan Kapolri Tito Melindungi Warga dari Persekusi, Kapolresta Solok Dimutasi Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top