728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 05 Juni 2017

    Kerja Nyata (Baca: Gila) Jokowi, Ribuan Km Jalan Baru di Batas Negara Seluruh Indonesia

    Pemerintah gencar sekali di dalam membangun kawasan perbatasan. Kebijakan ini merupakan salah satu wujud dari program Nawa Cita, yaitu membangun Indonesia dari bagian perbatasan atau pinggiran. Hal ini dilakukan Jokowi, jelas karena ia sadar bahwa perbatasan merupakan ujung Indonesia yang sering kali terlupakan oleh era sebelumnya.

    Kita tahu bahwa program Nawa Cita dan keterkaitan dengan dimensi pembangunan dapat dilihat dari dimensi yang dipaparkan di dalam visi misi program kerja Jokowi (dan katanya) JK. Entah bagaimana cara kerjanya, kita melihat kinerja Jokowi ini patut disejajarkan dengan pembangunan era Soekarno, namun bedanya Jokowi fokus ke daerah pinggiran.

    Pertama, dimulai dari Dimensi pembangunan manusia dengan prioritas, sektor pendidikan , kesehatan, perumahan, revolusi karakter bangsa, memperteguh kebinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia, dan menjalankan revolusi mental. Kedua, dimensi pembangunan sektor unggulan dari kedaulatan pangan, energi dan listrik, maritim, pariwisata, industri dan iptek. Ketiga, dimensi pembangunan pemerataan dan kewilayahan dengan prioritas pada upaya pemerataan antar kelompok. Keempat kondisi perlu yang memuat program peningkatan kepastian dan penegakan hukum (gakum), keamanan dan ketertiban, politik dan demokrasi, tata kelola dan reformasi birokrasi.

    Permasalahan daerah perbatasan menjadi mencuat belakangan ini, tidak lain dan tidak bukan, karena warga yang tinggal di tempat tersebut, seringkali merasa dirinya adalah orang yang terpinggirkan.


    Mereka sulit untuk memiliki kesadaran bahwa mereka adalah orang-orang Indonesia. Maka Jokowi mengakomodir dan mengakui keberadaan mereka dengan salah satu program kerja nyata yang sudah diusung sejak ia melakukan masa kampanye pada tahun 2014.

    Mengacu pada program Nawa Cita tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan akan membangun sekitar 258 km jalan baru di berbagai wilayah perbatasan Indonesia. Jalan perbatasan ini akan mendukung akses ke wilayah perbatasan Pos Lintas Batas Negara yang sudah dibangun.

    Nusa Tenggara


    Secara lebih terperinci, menurut data kementerian PUPR di provinsi NTT, tetangga kampung Fahri Hamzah akan dibangun 104,10 km jalan baru, sehingga total akan ada sekitar 25,10 km jalan lagi yang belum tembus dari total perbatasan di NTT sepanjang 176,20 km. Pulau NTT memiliki luas daerah 48.718 km2. Kita asumsikan saja jika pulau tersebut berbentuk lingkaran, jari-jarinya sekitar 124,6 km.

    Perhitungan didapatkan dari rumus luas lingkaran = π x jari-jari x jari-jari. Untuk mencari jari-jari akan menggunakan persamaan berikut. Jari-jari = akar kuadrat dari Luas bagi π. Maka keliling pulau NTT adalah π x diameter = 3,14 x 124,6 x 2 = 782,5 km. Dengan keberadaan Pak Jokowi, ia akan membangun lagi 176,2 km artinya hampir 30% jalan perbatasan daerah pinggiran NTT. Gila bukan?


    Kalimantan

    Pertama, di Provinsi Kalimantan Barat, dari total panjang jalan 849,8 km, tahun 2017 ditargetkan akan terbangun 81,2 km jalan baru sehingga total yang akan tembus hingga akhir tahun 2017 diharapkan menjadi 742,4 km dan jalan yang belum tembus sepanjang 107,3 km.

    Kedua, Provinsi Kalimantan Timur, dari total 243,6 km, akan dibangun jalan baru sepanjang 40 km tahun ini dengan akumulasi hingga akhir tahun jalan yang akan tembus adalah 167,1 km dan jalan yang belum tembus 76,5 km.

    Ketiga, di Provinsi Kalimantan Utara, dari total 826,7 km jalan perbatasan, untuk penanganan tahun 2017 akan dilakukan pembangunan 24,8 km jalan baru, sehingga jalan tembus hingga akhir tahun 2017 menjadi 672,7 km dan yang belum tembus adalah 153,9 km. Dengan demikian total jalan di Kalimantan yang sudah terbangun adalah 1638,6 km dari total 1920,1 km. Luar biasa.


    Papua

    Dari total panjang 1.098 km yang akan dibangun, hingga akhir tahun ini Jokowi menargetkan akan tembus 892,3 km dengan jumlah pembangunan jalan baru tahun ini sekitar 8 km. Sehingga masih ada 205,9 km jalan lagi yang belum ditembus di perbatasan Papua.

    Adapun seluruh jalan di perbatasan yang dibangun ini dilapisi oleh aspal. Aspal yang hitam, membuat jalan lebih nyaman dilalui oleh kendaraan. Aspal memiliki fungsi untuk memperkuat jalan. Aspal dapat mengikat batuan agar tidak mudah lepas akibat lalu lintas. Aspal juga berfungsi sebagai bahan pelapis dan perekat. Aspal yang cair dalam bentuk panas, berfungsi juga untuk mengisi ruang kosong antara setiap agregat kasar, halus dan filler.


    Sebenarnya masih banyak lagi jalan-jalan yang dibangun di berbagai daerah. Sumatera dan Sulawesi pun kebagian, namun bukan jalan pinggiran. Jalan di pusat pulau pun dibangun oleh Jokowi. Heran sekali bagaimana Pak Jokowi dapat membangun sebanyak ini proyek. Hal ini membuka mata kita bahwa ternyata anggaran pembelanjaan itu sangat besar, jika tidak di korupsi.

    “Jadi dalam pemotongan anggaran benar-benar presisi sehingga tidak membuat pemerintah paralyze, dan kegiatan ekonominya berhenti,” kata Sri Mulyani.


    Jadi tidak berlebihan jika saya mengatakan bahwa Jokowi adalah presiden satu-satunya yang membangun banyak sekali jalan di perbatasan. Kita tahu bahwa Soekarno yang adalah bapak pembangunan pun juga membangun pusat kota, bukan pinggiran kota.

    Setelah Soekarno berhasil melakukan pembangunan Jawa, kita melihat Jokowi melanjutkan dengan pembangunan pinggiran Indonesia. Kita sadar betul bahwa apa yang dikerjakan Jokowi, merupakan perwujudan dari perekatan NKRI, dari pinggir. Bahkan dengan pemotongan anggaran kabinet kerja, pembangunan tetap berjalan. Artinya, sejarah inflasi mata uang pada era Soekarno dijamin tidak terulang!


    “Jalan, walaupun tahun 2016 sudah dipotong Rp 165 triliun, kita waktu itu targetnya membangun jalan 3.149 kilometer (km), capaiannya 2.528 km. Not bad,” tutur Sri Mulyani, dalam kuliah umum di Institut Teknologi Bandung (ITB), di Aula Barat ITB, Jumat (24/3/2017).

    Betul kan yang saya katakan?



    Penulis   :  Hysebastian    Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Kerja Nyata (Baca: Gila) Jokowi, Ribuan Km Jalan Baru di Batas Negara Seluruh Indonesia Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top