728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 12 Juni 2017

    Kembalinya Penyakit Kalijodo Atas Terpiliihnya Gubernur Baru

    Seperti mendapat suaka, atau sebuah perlindungan dari sang Gubernur baru terpilih. Mereka kembali mulai berani menguasai Kalijodo yang sudah lama hancur luluh lantak dan berubah menjadi RPTRA Kalijodo.

    Teringat dalam beberapa waktu silam, saat Ahok tampil dalam debat.

        “Ini gambar orang pikir di luar negeri,” kata Ahok seraya menunjukkan foto berukuran besar yang dipegang Djarot calon wakil gubernurnya.

        “Bukan. Ini Kalijodo, tempat perempuan diperdagangkan, tempat narkoba diedarkan, tempat anak-anak dipekerjakan,” – Ahok.

    Tak terasa semua kini sirna.

    Kalijodo Penuh Dengan Sofa, Kasur, Kondom, Miras, Sabu.

    Gubuk-gubuk mulai kembali dibangun secara liar, di dalamnya berisi sofa, dan juga kasur. Para  Preman kembali datang, para pelaku pekerja seks komersial kembali melayani, bisnis prostitusi pun berjalan seperti sedia kala, bahkan di bulan puasa.

    Puluhan kondom baru, beberapa krat minuman keras dan senjata tajam, alat hisap atau bong sabu di salah satu bangunan liar di RPTRA Kalijodo itu juga ditemukan Polisi dalam pengerbekan dua hari silam. 9 Juni 2017.

            “Tentunya ini tidak sesuai dengan semangat bulan Ramadan untuk melakukan ibadah. Jadi penyakit masyarakat ini harus ditindaklanjuti, khususnya untuk bulan Ramadan,” kata Polisi bernama Bismo

    Sedih rasanya, penyakit moral masyarkat yang sudah sirna, muncul kembali, event itu bulan puasa sekalipun, mereka tetap melakukan hubungan zinah terhadap yang bukan muhkrimnya.

    Mereka kembali menggunakan barang haram seperti halnya sabu, meminum miras, segala macam perbuatan yang sudah dilarang dalam agama. Semuanya kembali lagi seperti sedia kala, dimana saat itu Kalijodo memang tempat prostitusi terbesar di Jakarta.

    Bulan Ramadhan tidak membuat mereka takut untuk berbuat dosa, padahal di bulan ini setan seharusnya sudah dibelenggu, tapi ternyata wujud setan sudah melekat di-diri masing-masing orang yang bekerja di Kalijodo itu.

    Apa yang salah? Siapa yang bertanggung jawab? Mengapa bisa seperti ini?

    Jawabannya adalah karena sang Gubernur baru terpilih.

    Mengapa dia yang bertanggung jawab? Kita semua mengetahui, Daeng Aziz adalah pebisnis prostitusi di Kalijodo. Azis memiliki sejumlah bisnis dan tempat berupa kafe di kawasan Kalijodo.

    Aziz dijadikan tersangka atas perannya sebagai mucikari praktik prositusi di kafe miliknya di kawasan Kalijodo, Jakarta Utara.

    Dan sudah masuk jeruji penjara, sudah menjalani enam bulan kurungan dalam proses peradilan.

    Aziz saat itu juga berpesan akan melakukan ‘balas dendam’ kepada orang di balik layar yang menggusur Kalijodo dan menjebloskannya ke penjara.

    Kini semua terbayar sudah. Aziz berhasil membayar dendamnya. Dengan mendukung Anies Sandi sebagai Gubernur baru terpilih, Aziz mendapati jaminan bahwa: Hal yang seharusnya dilakukan di Kalijodo adalah penataan kampung.

        “Kampung diremajakan, ditata ulang, warganya tetap tinggal di sana, tetapi kampungnya menjadi kampung yang bersih, sehat, baik, dan masing-masing memiliki tempat tinggal,” ujar Anies. Kompas

    Perkataan tersebutpun kembali terwujud, para preman yang dahulu tinggal, kini kembali lagi ke sarangnya, para pekerja seks komersial yang dahulu sudah di usir Ahok, kini berdagang lendir kembali di Kalojodo.

    Semua warga pelaku usaha prostitusi hingga narkoba yang sudah terusir, kembali lagi tinggal disana. Menjadi kampung yang sangat bersih, penuh dengan lendir, miras, baik terhadap pelanggan, dan masing-masing kembali memiliki tempat usahanya kembali.

        “Cukup sudah tempat ini menjadi tempat tetesan air mata. Mari kita berjuang,” ucap Anies kala menyambut warga Kalijodo.

    Sungguh sangat disayangkan, Anies yang berjanji menutup Alexis kini wujud janji tersebut adalah ‘bukan program utama Anies-Sandi’ atau hal lainnya adalah mengikuti perda.

    Keduanya menjelaskan alasan bahwa Anies nihil menutup bisnis prostitusi, tidak ada ketegasan sama sekali seperti saat dia kampanye lalu. Sedih rasanya. sedih sekali malah.

    Sikap tegas seharusnya diperlukan oleh seorang pemimpn guna menata daerah yang ia pimpin. Perwujudan Anies yang tidak tegas dalam memimpin membuatkan hasil kembalinya usaha prostitusi di Jakarta yang sudah lama sirna.

    Bulan ramadhan, yang tidak seperti bulan ramadhan. Ujaran kebencian masih terus mengaung di media sosial, aksi-aksi persekusi hingga ancaman ilmu sihir untuk membunuh seketika korban yang dianggap menghina, perperangan ISIS dengan tentara Filipina yang sangat begitu dekat dengan Indonesia, prostitusi yang hidup kembali bahkan di bulan Ramadhan.

    Banyak hal yang menjadi makin buruk setelah usainya masa Pilkada 2017 lalu. Ramadhan yang tidak terasa seperti ramadhan. Tolong bagi semua, hentikanlah saling hina, hentikanlah saling melakukan persekusi, doakan saudara kita di Malawi, jangan pakai para pekerja seks itu lagi.

    Harapan saya, dengan sangat untuk nanti apabila Anies sudah kembali memimpin untuk segera menuntaskan janji-janji politiknya kepada rakyat, dan Kalijodo serta Alexis menjadi salah satu prioritas utamanya.

    Tolong Kembalikan Ramadhan Tahun depan 2018 seperti sedia kala lagi.



    Penulis   :  Bani   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Kembalinya Penyakit Kalijodo Atas Terpiliihnya Gubernur Baru Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top