728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 14 Juni 2017

    Keluarga Khaththath Datangi Fadli Zon Minta Terduga Makar Dibebaskan, Yayang dan Abah

    Kedatangan ini diharapkan para keluarga untuk meminta bantuan DPR agar bisa ditangguhkan penahanan sang ayah tercinta yang juga adalah suami tersayang, untuk dapat bersama-sama menikmati Hari Raya Idul Fitri.

    “Kami berharap dalam berkah Ramadhan, semoga ustadz bisa dikeluarkan untuk ditangguhkan sebelum Lebaran. Jadi kami bisa berkumpul sekeluarga di Hari Raya Idul Fitri,” kata istri Al-Khaththath, Kusrini Ambarwati.

    Dalam kesempatan itu, Rini mengadu juga kepada Fadli mengenai keluhan-keluhan yang suaminya dapatkan di tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Sang istri mengatakan bahwa sang suami, Gatot Saptono sempat dilarang menjalani ibadah shalat Jumat di masjid.

    Gatot hanya diperbolehkan menjalani ibadah shalat di mushola. Awalnya saya juga sempat bertanya-tanya mengapa para petugas Mako Brimob begitu menekan pergerakan Gatot Saptono, jikalau apa yang diadukan sang istri benar adanya.

    Namun jika memang benar apa yang dikatakan dan dikeluhkan sang istri kepada Fadli Zon, rasanya tetap wajar dan lumrah jika para petugas sipir tahanan Mako Brimob melarang Gatot untuk sholat di Masjid. Bisa saja ujaran-ujaran kebencian dapat dilontarkan kepada para jemaat yang berada di masjid, yang tentu lebih ramai.

    Berhubung ia ditangkap karena dugaan makar yang dilakukan olehnya, para petugas harus sangat berhati-hati. Lagi pula, bagaimana mungkin orang semacam ini mengeluh hanya karena hal demikian? Tidak berlebihan jika saya mengatakan bahwa Gatot Saptono hanyalah keluhan yang mengada-ada.

    Sang istri pun juga mengadu kesulitan di dalam memberikan makanan berbuka maupun sahur kepada Gatot. Rini mengatakan bahwa Gatot hanya diberikan nasi dan lauk di dalam menikmati makanan berbuka puasa. Makanan sahur pun dikirim sejak pukul 22.00 yang akan dimakan pada pukul 04.00. Memang kita sebagai manusia, harus memiliki sebuah kepekaan dan rasa simpatik.

    Para pembaca Seword yang sering ‘mengunyah’ artikel yang sangat rasional, jangan sampai terbawa suasana dan menjadi manusia yang menganut ajaran ‘rasionalisme’. Kita tahu bahwa menjadi simpati itu adalah menjadi manusia. Jujur saja, sebagai makhluk ciptaan Tuhan, sebagai seorang manusia, kita tentu akan memiliki sedikit banyak rasa simpatik kepada Gatot.

    Namun lagi-lagi jikalau kita melihat apa yang sudah dikerjakan Gatot sebelum ditangkap, tidak berlebihan jika memang ia harus menanggung segala kesulitan tersebut. Menanggapi aduan sang istri, sebagai manusia yang tidak selalu nyinyir seperti yang kita kenal, Fadli Zon pun berjanji akan menyampaikan aduan sang istri kepada pihak yang berkait mengenai kasus tersebut.

    Seperti yang sudah kita ketahui, Sejken FUI Gatot Saptono alias Al-Khaththath ditangkap terkait dugaan pemufakatan makar pada hari Jumat 313. Kelima orang tersebut disangkakan Pasal 107 KUHP juncto Pasal 110 KUHP tentang Pemufakatan Makar. Pemufakatan makar yang dikerjakan, mengindikasikan bahwa dirinya adalah orang yang bermasalah dengan pemerintah.

    Memang di satu sisi, terlihat sekali bahwa aduan tersebut tidaklah salah. Sang istri khawatir dengan sang suami itu hal yang lumrah. Namun sebagai seorang suami sekaligus ayah, ia dapat melakukan kehidupannya dengan baik. Kesalahan tentu terletak pada sang suami dan sang abah. Mengapa ia dapat ditangkap?

    Lantas jika kita tahu siapa yang menjadi penyebabnya, maka jangan sampai opini-opini rakyat Indonesia disetir oleh aksi-aksi simpatik yang dikerjakan oleh mereka. Pihak keluarga saat ini harus menerima fakta, bahwa pemufakatan makar lah yang membuat sang ayah dan sang suami terjerumus ke penjara Mako Brimob.

    Semoga dengan kesulitan-kesulitan yang dihadapi, Gatot dapat menjadi orang yang semakin sadar bahwa kasus pemufakatan makar merupakan kasus yang sangat serius ditanggapi oleh pemerintahan. Aksi-aksi menggulingkan pemerintahan yang sah, merupakan aksi yang dikutuk keras, bukan hanya oleh presiden dan pemerintah. Hal ini dikutuk keras oleh rakyat Indonesia, yang mencintai Indonesia!

    Betul kan yang saya katakan?



    Penulis :   Hysebastian   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Keluarga Khaththath Datangi Fadli Zon Minta Terduga Makar Dibebaskan, Yayang dan Abah Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top